Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Great Leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Great Leadership. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2025

The Charismatic Leader - Skill Menjadi Pemimpin Berkarisma dan Berwibawa


THE CHARISMATIC LEADER

Apakah karisma penting bagi setiap pemimpin ❓


Tentu saja, karena pada intinya, kepemimpinan adalah tentang bagaimana mempengaruhi orang lain.

Coach John Maxwell dalam karya terbarunya akan memandu Anda untuk meningkatkan skill kepemimpinan supaya Anda menjadi pemimpin karismatik.

Akan diungkap rahasia peta jalan menuju kepemimpinan yang lebih berdampak melalui kekuatan karisma. 

Dengan mengadopsi pola pikir yang memprioritaskan orang lain— mengubah setiap “Ini aku!” menjadi “Ah, itu kamu!” yang tulus—Anda dapat menerangi ruangan mana pun dan menciptakan hubungan yang dalam dan bermakna.

Karisma dimulai dengan fokus ke luar, bukan ke dalam. Dengan peduli terhadap orang lain, Anda secara alami menjadi lebih menarik dan memikat.

Dengan menerapkannya, Anda akan menjadi pemimpin yang tidak hanya berpengaruh, tetapi juga dicintai dan dihormati.


Sebagai HADIAH SPESIAL untuk Anda yang mau membaca sampai disini, Tonton Video TEAMWORK ini ya 



Selain pemahaman tentang pentingnya Teamwork, Leader perlu mahir dalam mempraktikkan 21 skill The Charismatic Leader yang akan diajarkan, Anda tidak hanya akan menarik lebih banyak orang di Tim Anda tetapi juga membuka pintu bagi peluang-peluang baru untuk memimpin secara efektif dan membina kesuksesan kolektif. 


🎯 Menjadi Tertarik pada Orang Lain (Becoming Interested in Others):

💗  Fokuskan Perhatian pada Orang Lain

💗  Percayailah yang Terbaik dari Orang Lain

💗  Tambahkan Nilai pada Diri Orang Lain

💗  Dorong Orang Lain Setiap Kali Bertemu

💗  Ingatlah Nama Orang

💗  Pelajari Apa yang Penting bagi Orang Lain

💗  Dengarkan dengan Hati Terbuka

💗  Pelajari Cerita Setiap Orang

💗  Ungkapkan Betapa Anda Menghargai Orang Lain


🎯 Menjadi Berinvestasi & Peduli pada Orang Lain (Becoming Invested in Others): 

💗  Sigaplah untuk Membantu Orang Lain

💗  Undang Orang untuk Bergabung dengan Tim Anda

💗  Dorong Impian Orang Lain

💗  Berbagilah Penghargaan dengan Orang Lain

💗  Ciptakan Momen Spesial untuk Orang Lain

💗  Berbagilah Informasi dengan Orang Lain

💗  Semangati Orang Lain Melalui Kata-Kata

💗  Bangun Jembatan untuk Orang Lain


🎯 Menjadi Menarik bagi Orang Lain (Becoming Interesting to Others):

💗  Lakukan Segalanya dengan Keunggulan

💗  Jadilah Orang yang Murah Hati

💗  Jadilah Pencerita yang Baik

💗  Bantu Orang Lain Meraih Kemenangan


Ikuti perjalanan kepemimpinan transformasional ini bersama Coach Helmi Wandara, yang memiliki sertifikasi langsung dari John Maxwell Team.




Segera Ikuti Kelas Online

Advanced Leadership

Modul 2 - THE CHARISMATIC LEADER


10 Pendaftar Tercepat & Alumni 125.000

Segera CHAT saja ke wa.me/6285852316552

Rabu, 08 Oktober 2025

Positive Leadership

 




Diadaptasi dari Buku "Positive Leadership: Strategies for Extraordinary Performance" karya Kim Cameron yang membahas tentang strategi kepemimpinan positif untuk mencapai kinerja luar biasa.

Kim Cameron, penulis buku ini, adalah profesor di University of Michigan dan salah satu pendiri Center for Positive Organizational Scholarship. Buku "Positive Leadership" telah menjadi referensi penting dalam bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi. 

Yuk kita kupas apa saja isi didalam bukunya.

Strategi Positive Leadership :

1. Positive Climate

Menciptakan iklim kerja yang positif dan mendukung.

Perilaku yang adil terhadap seluruh anggota organisasi. Anggota organisasi memiliki otonomi untuk berinovasi di organisasi. Perhatian tidak hanya ditujukan kepada anggota organisasi tetapi juga kepada keluarga mereka. Adanya pengampunan, compassion, dan keberanian untuk saling menolong. 

2. Positive Relationship

Membangun hubungan yang kuat dan positif dengan tim dan kolega.

Perilaku menghargai keberadaan orang lain, menghormati, dan peduli pada seseorang dengan memberikan dukungan yang hangat dan cocok, memahami bagaimana rasanya menjadi orang lain dengan melakukan tindakan positif. 

3. Positive Communication

Menggunakan komunikasi yang efektif dan positif.

Program yang dibangun Organisasi dalam pemahaman arah dan untuk tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi, yang dapat meningkatkan kualitas hubungan interpersonal. 

4. Positive Meaning

Membantu individu menemukan makna dan tujuan dalam pekerjaan mereka.

Menumbuhkan makna bekerja yang positif - bekerja tidak sekedar memenuhi kewajiban atau mencari penghargaan, tetapi bekerja untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan akan membawa kebaikan bagi orang banyak. 






Strategi Positive Leadership diterapkan di perusahaan-perusahaan terbaik di dunia dan bahkan sudah dikembangkan di Perusahaan Indonesia seperti BCA, Nutrifood, BPJS Ketenagakerjaan dan masih banyak lainnya yang dinilai hasil kinerja yang bukan hanya efektif dan efisien, tetapi juga excellent dan extraordinary oleh Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, Dr. Nurlaila Effendy dan Panelis lainnya. 








Selasa, 01 Juli 2025

20 Kebiasaan Buruk Pemimpin oleh Marshall Goldsmith

 

Kebiasaan Buruk Pemimpin


Kebiasaan Buruk Pemimpin


20 Kebiasaan Buruk Pemimpin diambil dari Buku Best Seller Marshall Goldsmith yang berjudul What Got You Here Won't Get You There - Caranya Orang Sukses Menjadi Lebih Sukses. 

Kebiasaan Buruk Pemimpin yang perlu seorang leader hindari adalah :

  • Pemimpin tidak mau mendengarkan
  • Pemimpin membuat komentar yang merusak
  • Pemimpin mengklaim penghargaan yang tidak layak didapat
  • Pemimpin tidak mengucapkan terima kasih
  • Pemimpin tidak meminta maaf dan lain-lainnya

Bagaimana pemimpin bisa berubah menjadi lebih baik ?

  • Feedback
  • Meminta maaf
  • Mengatakan pada dunia, atau mempromosikan
  • Mendengarkan
  • Berterima kasih
  • Following Up
  • Melatih Feedforward

Jumat, 16 Februari 2024

How to Develop People John Maxwell - Cara Mengembangkan Tim Hebat di Perusahaan Anda



ACTION PLAN FOR LEADER (LEVEL 4) dari Coach John Maxwell

Hanya pemimpinlah yang bisa mengembangkan orang lain hingga menjadi pemimpin. Seseorang yang mempunyai maksud baik namun tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan sama sekali tidak bisa melatih orang lain untuk memimpin. Orang-orang yang mempelajari kepemimpinan tanpa mempraktikkannya tidak bisa memperlengkapi orang lain untuk memimpin, sama seperti pembaca buku masakan yang tidak pernah mencoba sendiri resep itu di dapur. Ia tidak akan bisa mengajari orang lain memasak. Tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami kepemimpinan hingga ia melakukannya. 

Dengan kata lain :

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENGENALI pemimpin lain (Merekrut dan Menempatkan) 

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENUNJUKKAN JALAN BAGI pemimpin lain (Menjadi Teladan dan Memperlengkapi)

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENGEMBANGKAN pemimpin lain (Mengembangkan, Memberdayakan dan Mengukur) 



HOW TO DEVELOP PEOPLE

Jika Anda ingin memaksimalkan level Mengembangkan Orang Lain (Level 4) dan mengembangkan pemimpin, ikuti panduan berikut ini :

1. Perekrutan - temukan orang terbaik 

2. Penempatan - tempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat

3. Menjadi Teladan - menunjukkan cara untuk memimpin pada orang lain

4. Memperlengkapi - membantu yang lain melakukan pekerjaan mereka dengan baik

5. Mengembangkan - mengajari mereka untuk hidup dengan baik

6. Memberdayakan - membuat orang lain bisa meraih kesuksesan

7. Mengukur - mengevaluasi orang-orang yang sudah Anda kembangkan untuk memaksimalkan usaha mereka
 

Bagi yang berminat ulasan lebih detail dari 7 langkah-langkah di atas bisa tulis di komentar ya 


Senin, 05 Februari 2024

5 Level Kepemimpinan dalam 5 LEVEL Of LEADERSHIP oleh John Maxwell


KETERAMPILAN KEPEMIMPINAN

Menurut John Maxwell, Kepemimpinan - penerapan khusus dari pengaruh - yang hanya dilandasi oleh posisi ada di level terendah. 

Kepemimpinan bertumbuh dan beranjak lebih tinggi saat Anda mengembangkan hubungan dengan orang lain.  Hal itu terjadi jika mereka mengizinkan Anda memimpin di luar batas deskripsi pekerjaan Anda. 

Saat Anda dan para pengikut Anda sama sama menjadi semakin produktif dalam bekerja, kepemimpinan Anda menanjak di level 3.

Lalu, ketika Anda mulai mengembangkan orang lain dan membantu mereka memaksimalkan potensi, kepemimpinan Anda bergerak naik ke level 4.

Hanya sedikit orang yang mencapai level 5, karena level itu mengharuskan kita menghabiskan waktu seumur hidup untuk mengembangkan orang lain hingga meraih potensi tertinggi mereka.


5 LEVEL KEPEMIMPINAN JOHN MAXWELL

✅ Level 1 : JABATAN

Pengaruh Berdasarkan Hak

- Pahami peran atau deskripsi pekerjaan Anda

- Konsisten melakukan pekerjaan Anda dengan sangat baik

- Lakukan lebih dari yang diharapkan

- Pikul tanggung jawab untuk diri sendiri dan kepemimpinan Anda

- Belajar dari setiap peluang kepemimpinan

- Memahami sejarah yang berdampak terhadap dinamika pribadi

- Jangan mengandalkan jabatan atau pangkat Anda dalam kepemimpinan


✅ Level 2 : PERKENANAN

Pengaruh Berdasarkan Relasi

- Hargai orang lain

- Belajar memahami sudut pandang orang lain dengan mengajukan pertanyaan

- Lebih memedulikan orang ketimbang peraturan

- Libatkan orang lain dalam perjalanan Anda dengan menggeser fokus dari saya menjadi kita

- Jadikan kesuksesan orang lain sebagai tujuan Anda

- Terapkan kepemimpinan yang melayani


✅ Level 3 : PRODUKTIVITAS

Pengaruh Berdasarkan Hasil

- Mulai dan pikul tanggung jawab untuk pertumbuhan pribadi Anda

- Kembangkan akuntabilitas untuk mendatangkan hasil, mulai dari diri sendiri

- Beri teladan kepemimpinan dan berikan hasil

- Bantu orang lain menemukan dan memberikan kontribusi terbaiknya


✅ Level 4 : PENGEMBANGAN ORANG LAIN

Pengaruh Berdasarkan Reproduksi

- Terimalah gagasan bahwa sumber daya manusia adalah aset paling bernilai

- Bersikap terbuka dan jujur mengenai perjalanan pertumbuhan Anda

- Kenalkan orang lain terhadap pertumbuhan dan peluang kepemimpinan

- Tempatkan orang lain di posisi terbaik untuk meraih kesuksesan


✅ Level 5 : PUNCAK

Pengaruh Berdasarkan Rasa Hormat

- Fokuskan pengaruh Anda pada 20% pengikut yang paling berpotensi

- Ajari dan motivasi mereka untuk mengembangkan pemimpin berlevel tinggi lainnya

- Perbesar pengaruh Anda untuk memajukan organisasi

- Manfaat pengaruh eksternal Anda untuk membuat perubahan


Mau Request Artikel 

Level Kepemimpinan yang mana ❓ 😁



Sumber : https://younghrd.blogspot.com/2024/02/5-level-kepemimpinan.html


Jumat, 26 Januari 2024

How to Influence People John Maxwell - Cara Menjadi Pemimpin Berpengaruh di Perusahaan Anda




LEVEL-LEVEL PENGARUH DAN DAMPAKNYA

Kepemimpinan - penerapan khusus dari pengaruh - yang hanya dilandasi oleh posisi ada di level terendah. 

Kepemimpinan bertumbuh dan beranjak lebih tinggi saat Anda mengembangkan hubungan dengan orang lain.  Hal itu terjadi jika mereka mengizinkan Anda memimpin di luar batas deskripsi pekerjaan Anda. 

Saat Anda dan para pengikut Anda sama sama menjadi semakin produktif dalam bekerja, kepemimpinan Anda menanjak di level 3.

Lalu, ketika Anda mulai mengembangkan orang lain dan membantu mereka memaksimalkan potensi, kepemimpinan Anda bergerak naik ke level 4.

Hanya sedikit orang yang mencapai level 5, karena level itu mengharuskan kita menghabiskan waktu seumur hidup untuk mengembangkan orang lain hingga meraih potensi tertinggi mereka.

Pengaruh berfungi dengan cara yang sama dan bertumbuh secara bertahap. 


LEVEL 1 : MEMBERI TELADAN

Pertama-tama, kita dipengaruhi oleh apa yang kita lihat. Jika Anda punya anak, mungkin Anda sudah mengamati hal ini. Apa pun yang Anda katakan pada anak-anak Anda untuk mereka lakukan, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda lakukan

Hampir semua orang yang melihat Anda bersikap positif, tepercaya, serta memiliki kualitas terpuji pasti akan memandang Anda sebagai pribadi yang berpengaruh dalam hidup mereka. Semakin mereka mengenal Anda, semakin besar kredibilitas Anda dan semakin tinggi pula level pengaruh Anda. 


LEVEL 2 : MEMBERI MOTIVASI

Jika Anda ingin membuat dampak yang berarti pada kehidupan orang lain, Anda harus melakukannya dari dekat. 

Anda menjadi pribadi berpengaruh yang memotivasi dengan mendukung orang lain dan berkomunikasi hati ke hati dengan mereka. 

Proses ini melakukan dua hal :

- Membangun jembatan antara Anda dan mereka

- Membangun kepercayaan diri dan perasaan berharga dalam diri mereka. 

Ketika orang lain merasa nyaman dengan Anda dan diri mereka sendiri saat bersama-sama dengan Anda, level pengaruh Anda akan meningkat drastis. 


LEVEL 3 : MENJADI MENTOR

Ketika Anda menjadi teladan integritas dan berhasil mencapai level pengaruh karena memotivasi orang lain, Anda mulai melihat dampak positif dalam hidup mereka. Untuk meningkatkan pengaruh itu dan membuatnya bertahan lama, Anda harus bergerak ke level pengaruh yang lebih tinggi, yaitu menjadi mentor sebagai pembimbing. 

Membimbing berarti mencurahkan hidup Anda bagi orang lain dan membantu mereka memaksimalkan potensi. Saat Anda memberi diri, membantu mereka mengatasi rintangan kehidupan, serta mengajari mereka cara bertumbuh secara pribadi dan profesional, Anda membantu mereka mencapai level kehidupan yang lebih tinggi. Anda benar-benar dapat memantik perubahan dalam hidup mereka. 

4 cara melakukan mentoring :

- Mengembangkan orang lain
- Mengarahkan mereka melewati masalah hidup
- Menjalin hubungan dengan mereka pada tingkat yang lebih mendalam
- Memampukan mereka meraih potensi tertinggi


LEVEL 4 : MELIPATGANDAKAN

Level pengaruh tertinggi yang dapat Anda miliki dalam hidup orang lain adalah melipatgandakan, Anda membantu orang yang Anda pengaruhi untuk menjadi pribadi yang menanamkan pengaruh positif dalam hidup orang lain dan meneruskan bimbingan yang telah mereka terima dari Anda, lengkap dengan apa yang mereka pelajari dan kumpulkan sendiri. 

Banyak orang hidup dalam modus memelihara. Tujuan utama mereka adalah mencegah kemunduran, bukan berusaha membuat kemajuan. Jika ingin berdampak, Anda harus berjuang menjadi pribadi yang melipatgandakan. 

Hanya segelintir orang yang berhasil sampai ke level pengaruh keempat, tetapi semua orang bisa melakukannya. Yang kita perlukan hanyalah sikap tidak mementingkan diri sendiri, murah hati, dan mau berkomitmen. Juga perlu waktu. Untuk bergerak menaiki level pengaruh terhadap sesama, Anda harus lebih memperhatikan setiap individu. 

Mencetak pemimpin adalah tugas terpenting dari setiap pribadi berpengaruh. Jika ingin menanamkan pengaruh, Anda harus berkomitmen untuk mengembangkan pemimpin. 


10 CARA MENJADI PRIBADI BERPENGARUH

Menjadi pribadi berpengaruh artinya :

1. Menjadi teladan integritas bagi semua orang yang berhubungan dengan Anda. 
2. Membimbing orang-orang dalam hidup Anda agar mereka merasa dihargai. 
3. Menunjukkan keyakinan pada mereka agar mereka percaya diri. 
4. Mendengarkan mereka agar Anda bisa membangun hubungan dengan mereka. 
5. Memahami mereka agar Anda dapat membantu mereka mewujudkan impian. 
6. Mengembangkan mereka demi meningkatkan potensi mereka. 
7. Mengarahkan mereka melewati kesulitan hidup sampai mereka bisa melakukannya sendiri. 
8. Menjalin hubungan dengan mereka agar Anda dapat mengangkat mereka ke tingkat yang lebih tinggi. 
9. Memampukan mereka memenuhi tujuan mereka diciptakan. 
10. Mencetak pemimpin agar pengaruh Anda terus bertumbuh melalui orang lain.

Rabu, 20 Juli 2022

5 Aturan Kepemimpinan dalam LEADERSHIP CODE oleh Dave Ulrich
















5 Aturan Kepemimpinan dalam LEADERSHIP CODE oleh Prof Dave Ulrich 


Dalam pembelajaran 5 aturan kepemimpinan, khususnya untuk jabatan supervisor yang merupakan jenjang awal manajemen dalam struktur organisasi dan merupakan pemimpin dalam scope terkecil dalam manajemen, harus memiliki didalam dirinya DNA kepemimpinan efektif yang merupakan 5 aturan memimpin. Apa saja itu ? 


1. Kemampuan Strategis (Strategist)

Kemampuan memahami merumuskan arah dan strategi organisasi kedepan, mengetahui dengan baik kemana arah yang dituju.


2. Kemampuan Mengeksekusi (Executor)

Mengeksekusi strategi, menjalankan cara ter-efektif sesuai workplan dan timeline, perhitungan teknis, membangun tim pelaksana, memonitor pelaksanaan.


3. Kemampuan Memaksimalkan Bakat dan Peran (Talent Manager)

Kemampuan untuk melihat bakat dan kompetensi bawahan untuk menjalankan peran tertentu agar tercapai hasil yang maksimal, membentuk tim yang hebat, menciptakan lingkungan kerja yang positif dan menyenangkan, menciptakan keberhasilan bersama.


4. Kemampuan Mengembangkan SDM (Human Capital Developer)

Merencanakan karir bawahan, CMC - Coaching, Mentoring & Counseling, knowledge sharing, menyiapkan, mendidik dan mendudukan SDM penerus tugas di masing-masing lini. 


5. Kemampuan Membangun Kecakapan Diri (Personal Proficiency)

Kemauan yang kuat untuk mengembangkan pengetahuan & ketrampilan, melakukan evaluasi terhadap diri, melalui kesadaran diri selalu memperbaiki kelemahan & kekuatan, sehingga menjadi pribadi yang pantas menjadi leader.


Saya Doakan atas ijin Allah, Kita semua menjadi Pemimpin yang Hebat. 


Artikel Leadership Code 3.0 (Versi Terbaru) bisa dibaca di link :

https://www.linkedin.com/pulse/crises-opportunities-lead-dave-ulrich-1c/


Bagi Anda yang berminat belajar Manajemen SDM dan HRD
Join Halaman Telegram Komunitas Young HRD Indonesia

Jumat, 08 Juli 2022

Kepemimpinan dalam Perusahaan Berkinerja Tinggi (Leadership on High Performing Organizations)

 
















High Performing Organizations (HPO) SCORES

Konsep Blanchard dalam Kepemimpinan dan Bagaimana Menciptakan Perusahaan Berkinerja Tinggi


Hasil Riset selama 40 tahun dari Ken Blanchard Companies mendefinisikan dan mengidentifikasi nilai nilai sebuah perusahaan berkinerja tinggi. Perusahaan berkinerja tinggi adalah perusahaan-perusahaan yang sepanjang waktu terus menghasilkan hasil-hasil yang luar biasa dengan tingkat kepuasan dan komitmen untuk sukses yang tertinggi. 


Hasil dari riset mereka menciptakan model "SCORES" Perusahaan Berkinerja Tinggi. SCORES adalah singkatan dari 6 buah elemen yang menjadi syarat di setiap perusahaan berkinerja tinggi. Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang keseluruhan elemen tersebut. 


S = Shared Information and Open Communication

Informasi yang Terdistribusi dan Komunikasi yang Terbuka


Perusahaan berkinerja tinggi menerapkan definisi yang luas tentang informasi yang relevan dan penting. Informasi dibutuhkan untuk membuat keputusan-keputusan yang diinformasikan siap tersedia untuk karyawan. 

Elemen :

- Setiap orang memiliki akses mudah ke informasi yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif.

- Rencana dan keputusan dikomunikasikan sehingga dipahami dengan jelas.


C = Compelling Vision

Visi yang Meyakinkan


Visi Perusahaan, termasuk tujuan dan nilai-nilai, dimengerti dengan jelas dan secara antusias didukung oleh semua - yang menghasilkan kultur yang terencana dan sangat terfokus yang membawa hasil-hasil bisnis yang diinginkan. 

Elemen :

- Keselaraskan Kepemimpinan pada visi dan nilai bersama.

- Setiap orang memiliki hasrat pada tujuan dan nilai bersama.


O = Ongoing Learning

Pembelajaran Berkelanjutan


Perusahaan berkinerja tinggi terus menerus fokus untuk mengembangkan kemampuan melalui sistem pembelajaran, menambah modal pengetahuan dan membagikan semua pengetahuan yang di dapat ke setiap bagian di dalam perusahaan. 

Elemen :

- Setiap orang didukung secara aktif dalam pengembangan keterampilan dan kompetensi baru.

- Organisasi secara terus-menerus memasukkan hasil proses pembelajaran baru ke dalam standar operasional dalam menjalankan bisnis.


R = Relentless Focus on Results

Fokus Tanpa Henti kepada Kepuasan Pelanggan


Perusahaan berkinerja tinggi menciptakan hasil-hasil yang luar biasa sebagian karena mereka sangat obsesif kepada hasil. Tetapi uniknya, mereka menggunakan sudut pandang pelanggan untuk memfokuskan diri pada hasil-hasil tersebut. 

Elemen :

- Setiap orang mempertahankan standar kualitas dan layanan tertinggi.

- Semua proses kerja dirancang untuk memudahkan pelanggan berbisnis dengan organisasi.


E = Energizing Systems and Structures

Sistem dan Struktur yang Memberi Semangat


Sistem, Struktur, Proses dan Kebijakan di dalam perusahaan berkinerja tinggi bersinergi untuk mendukung visi perusahaan, arah kebijakan strategis dan target - yang memudahkan orang-orang untuk menyelesaikan tugasnya. 

Elemen :

- Sistem, struktur, dan praktik formal serta informal terintegrasi dan selaras.

- Sistem, struktur, dan praktik formal serta informal memudahkan orang untuk mendapatkan pekerjaan mereka.



Salah Satu Strategi yang harus diterapkan di perusahaan Anda adalah Implementasi Sistem Manajemen Kinerja yang Baik (Strategic Performance Management). 



S = Shared Power and High Involvement

Kekuasaan Didistribusikan dan Keterlibatan Tinggi


Kekuasaan dan pengambilan keputusan dibagi dan didistribusikan ke seluruh bagian perusahaan dan tidak dibatasi oleh hierarki perusahaan. Partisipasi, kolaborasi, dan kerja tim adalah prinsip. 

Elemen :

- Setiap orang memiliki kesempatan untuk mempengaruhi keputusan yang berdampak pada mereka.

- Tim digunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan pekerjaan dan mempengaruhi keputusan.


Sumber : https://younghrd.blogspot.com/2022/07/perusahaan-berkinerja-tinggi.html


Bagi yang Berminat Kuesioner HPO SCORES 

Bisa hubungi Tim Young HRD Indonesia




Senin, 27 Juni 2022

Tes MSDT Gaya Kepemimpinan Efektif






















MSDT (Management Style Diagnostic Test) adalah test yang digunakan untuk mengukur Gaya Kepemimpinan seseorang yang didasarkan pada teori 3 Dimensi yang dikemukakan oleh W.J Reddin. Profesor Bill Reddin telah melakukan terobosan untuk ke tingkat selanjutnya dari teori kepemimpinan yang praktis. Ia mengembangkan metode yang relatif sederhana untuk mengukur tuntutan situasional yaitu, hal – hal yang menentukan bagaimana seorang manajer harus bertindak secara efektif.

Metode Reddin berdasarkan dari dua dimensi dasar kepimimpinan. Dua dimensi dasar tersebut adalah orientasi tugas (task-orientation) dan orientasi hubungan (relationships-orientation). Setelah itu, Reddin juga memperkenalkan dimensi ketiga yaitu efektivitas (effectiveness). Efektivitas merupakan hasil dari seseorang yang menggunakan gaya kepemimpnan yang tepat dalam situasi tertentu.

Orientasi Tugas (task-orientation) didefinisikan sebagai sejauh mana seorang manajer cenderung mengarahkan upayanya sendiri dan bawahannya menuju pencapaian tujuan. Mereka yang memiliki orientasi tugas tinggi cenderung memimpin lebih baik dari yang lain melalui perencanaan, berkomunikasi, menginformasikan, menjadwalkan dan memperkenalkan ide-ide baru.

Orientasi Hubungan (relationships-orientation) didefinisikan sebagai sejauh mana seorang manajer cenderung memiliki hubungan pekerjaan yang sangat pribadi yang ditandai dengan saling percaya, menghormati ide-ide bawahan dan pertimbangan perasaan mereka. Mereka yang memiliki orientasi hubungan tinggi mempunyai hubungan yang baik dengan adanya komunikasi dua arah.

Reddin telah mengidentifikasi mengenai adanya empat gaya kepemimpinan pada efektivitas yang tinggi dan empat gaya pada efektivitas yang rendah, hal ini menentukan gaya efektivitas kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan situasi. Dengan mengetahui gaya kepemimpinan, hal tersebut dapat membantu untuk mengadopsi dalam situasi yang berbeda. Meskipun terdapat satu gaya kepemimpinan yang dominan bagi setiap individu, tetapi ia tidak selalu menetap dalam satu gaya tertentu saja. Untuk meraih hasil yang sukses, diperlukannya gaya kepemimpinan dalam berbagai situasi.


"The 1-D Theories suggest one particular style is better than another;the 2-D Theories suggest that a variety of styles may be appropriate;the 3-D Theory shows how and when each style is effective."- Bill Reddin


Bill Reddin mengemukakan model gaya kepemimpinan yang berisi empat tipe dasar:

1. Tipe Terpadu (Integrated Type): Hubungan Orientasi (Relationship Orientation) tinggi dengan hubungan tugas (Task Orientation) yang tinggi.

2. Tipe Istimewa (Related Type): Hubungan orientasi (Relationship Orientation) tinggi dengan hubungan tugas (Task Orientation) yang rendah.

3. Tipe Berdedikasi (Dedicated Type): Hubungan orientasi (Relationship Orientation) rendah dengan hubungan tugas (Task Orientation) yang tinggi.

4. Tipe Terpisah (Separated Type): Hubungan orientasi (Relationship Orientation) rendah dengan hubungan tugas (Task Orientation) yang rendah.


Berikut adalah delapan gaya kepemimpinan model dasar untuk mengukur tingkat efektivitas setiap gaya:


1. Deserter (Efektifitas rendah)

Deserter adalah jenis kepemimpinan gaya pasif. Individu yang sering menunjukkan kurangnya minat dalam tugas dan hubungan. Individu tersebut tidak efektif bukan hanya karena kurangnya minat, tetapi juga karena pengaruhnya terhadap moral. Pendekatan gaya manajemen tipe ini adalah suka mengabaikan masalah, cuci tangan, tidak mau bertanggung jawab (laisser-faire). Tipe gaya ini mengabaikan berbagai keterlibatan atau intervensi yang dapat menjadikan situasi dianggap sulit atau rumit. Sikapnya selalu mencoba netral terhadap apa yang terjadi di keseharian, mencari jalan untuk menghindar dari aturan yang dianggap menyulitkan. Polanya adalah mencoba tetap menyelaraskan antara atasan dan bawahan, menghindari perubahan perencanaan. Pola yang tampak secara manajerial adalah defensif, misalkan ada kebijakan yang menyulitkan bawahan maka ia mengatakan saya hanya menjalankan perintah, kebijakan dari atasan. Bukan berarti pola seperti ini buruk, deserter hanya berupaya menjaga keadaan status-quo dan menghindari perubahan drastis atau “guncangan dalam manajemen”.

2. Missionary (Efektifitas rendah)

Kepemimpinan misionaris adalah pemimpin yang mengutamakan keharmonisan dalam berorganisasi. Individu yang menempatkan gagasan dan hubungan di atas pertimbangan lain. Individu tersebut tidak efektif yang disebabkan karena keinginannya untuk melihat dirinya sendiri dilihat sebagai “orang baik”. Pendekatan gaya manajemen seperti ini adalah menggunakan unsur afektif yang sangat kental. Missionary berupaya mendorong situasi positif dalam manajemen dengan memberikan kandungan sensitivitas, kepedulian dan hal-hal yang mungkin dianggap penting untuk meningkatkan kinerja melalui sentuhan emosi/perasaan. Model manajerial seperti ini berupaya menjaga orang lain termasuk bawahan pada situasi bahagia dalam situasi apapun. Perilaku mendorong atau mengajak menunjukkan bagian penting dari gaya yang ditunjukkan. Mengapa dikatakan kurang efektif gaya manajemen seperti ini adalah karena kurang ketersediaannya peluang konflik, berupaya tetap halus dalam bertindak dan kesulitan untuk menolak atau berkata tidak, padahal banyak pekerjaan perlu ketegasan dalam manajemen.

3. Autocratic (Efektifitas rendah)

Otokrat adalah pemimpin yang sering tidak percaya pada orang lain. Gaya seperti ini lebih perhatian hanya pada produktivitas dan hasil. Skor tinggi dianggap sebagai manajer yang formal, memberikan tugas ke bawahan berdasarkan instruksi dan mengawasi secara ketat proses yang terjadi. Kesalahan tidak bisa ditolerir, penyimpangan harus dihindari, yang penting jangan sampai salah dalam mengerjakan sesuatu. Kebijakan adalah urusan atasan sementara bawahan cukup melaksanakan apa yang harus dikerjakan tanpa ada alasan karena dianggap tidak perlu dan membuang waktu. Gaya ini meminimalisir komunikasi, membatasi terhadap apa yang perlu saja. Bawahan akan menganggap dingin atasan dengan gaya ini, terutama bagi mereka yang membutuhkan lebih dari sekadar tugas yang harus dikerjakan seperti dorongan akan pengakuan atau dukungan. Model pendekatan pengendalian dan pengarahan dianggap kurang efektif, karena kaku, keras kepala sehingga bawahan akan merasa tertekan.

4. Compromiser (Efektifitas rendah)

Gaya kepemimpinan yang kompromi adalah gaya yang tidak terlalu efektif dalam organisasi. Gaya ini mengandalkan tugas dan relasi yang seimbang, namun dianggap kurang efektif karena tidak berpendirian tetap, tidak ada keputusan yang jelas. Gaya ini akan merasa kebingungan antara pengaturan tugas dan kebutuhan untuk berinteraksi. Dalam menghadapi tekanan, maka akan cenderung kompromi sehingga berbagai tujuan seringkali menyimpang dan tidak tercapai.

5. Bureaucratic (Efektifitas tinggi)

Gaya kepemimpinan birokrat adalah prosedural, berdasarkan aturan atau tata pelaksanaan, menerima dengan tulus hirarki kewenangan dan menggunakan komunikasi sangat formal dalam bersikap. Skor yang tinggi berarti sistematik. Fungsi dan peran birokrat akan sangat optimal pada situasi yang terstruktur dengan pola prosedur yang jelas meskipun dapat saja prosedur yang ada sebenarnya rumit, namun birokrat akan tetap tenang menghadapi sistem yang ada. Birokrat berpegang pada sistem, gaya manajemen seperti ini tampak seperti otokrat, kaku dan dapat membosankan bagi orang-orang yang fleksibel.

6. Developer (Efektifitas tinggi)

Gaya kepemimpinan berikutnya adalah gaya developer. Gaya manajemen developer adalah sisi efektif dari gaya missionary. Tujuan dari gaya seperti ini adalah untuk bertindak secara profesional tanpa mengesampingkan aspek emosi. Bawahan diberikan kesempatan untuk memberikan ide, pandangan atau peran lebih dari kebijakan yang ada untuk mengembangkan potensi. Kontribusi diberikan dan perhatian untuk pengembangan pun diperhatikan. Skor tinggi memiliki keyakinan optimis tentang individu untuk bekerja dan menghasilkan. Sifat pendekatan berupa kolegial, bawahan sebagai partner bukan hanya sebagai “pembantu” dalam mengerjakan sesuatu. Gaya seperti ini senang untuk berbagi pengetahuan dan keahlian dan potensi bawahan dapat dioptimalkan.

7. Benevolent Autocratic (Efektifitas tinggi)

Gaya kepemimpinan berikutnya adalah otokrat yang baik hati. Gaya ini dianggap efektif karena memberikan unsur komunikatif dalam melakukan gaya otokratik. Gaya ini masih mengandalkan instruksi dan intervensi. Skor tinggi dapat dilihat sebagai guru dalam memberi tugas, dimana dapat memberikan instruksi dengan tidak mengesampingkan komunikasi kepada bawahan secara lebih fleksibel. Pola yang dilakukan memberikan kesediaan untuk bertanya, membantu apabila ada hal yang dianggap salah atau menyimpang. Pola keseharian terstruktur dalam menentukan target kerja, produktivitas dan memberi perintah, tidak ragu memberikan hukuman namun bertindak adil dalam menyikapinya. Gaya ini dapat bekerjasama dengan baik namun menghindari hubungan keterdekatan antar personal.

8. Executive (Efektifitas tinggi)

Gaya kepemimpinan paling efektif dalam organisasi atau industri. Gaya ini dianggap efektif karena dapat mengelola dengan baik antara tugas dan hubungan. Model ini adalah sisi efektif dari gaya kompromis. Pola yang dilakukan dapat mengintegrasikan antara tugas dan hubungan dengan baik, mengelola dan memanfaatkan kedua aspek dengan sinergi yang optimal. Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai pendekatan konsultatif, interaktif dan pemecah masalah. Pendekatan ini memanfaatkan eksplorasi terhadap berbagai sumber daya, keragaman informasi dan dapat memanfaatkan isu negatif menjadi dorongan untuk hasil yang lebih optimal. Gaya ini melibatkan tim dalam perencanaan dan mengambil kesimpulan. Komunikasi dilakukan terhadap bawahan untuk meningkatkan kualitas informasi yang dapat menjadikan keputusan lebih baik. Manajer dengan gaya seperti ini dapat dianggap sebagai motivator karena terbuka dengan berbagai hal baik yang mendukung atau menentang untuk mendapakan komitmen bersama.

Aplikasi Hasil Tes MSDT


Hasil tes MSDT tidak bisa diterapkan dengan mudah, melainkan harus dipelajari dan internalisasi oleh manager. Penerapan dan aplikasi hasil tes pada level management tidak bisa lagi sederhana. Ada waktu dan tempat untuk semua gaya kepemimpinan. Jika seorang pemimpin memiliki satu taktik yang dia andalkan hampir sepanjang waktu, hampir pasti akan berkembang menjadi pola atau perilaku, dengan kata lain sebuah gaya. Pemilihan gaya tertentu oleh pemimpin dalam suatu situasi akan bergantung pada :

· Kepribadian individu dari orang yang dipimpin
· Kerangka berpikir orang yang dipimpin
· Kerangka berpikir pemimpin saat ini sendiri
· Tujuan atau sasaran pemimpin
· Kekuatan relatif antara pemimpin dan mereka yang dipimpin
· Pentingnya waktu dalam tindakan yang diinginkan pemimpin
· Jenis komitmen yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tindakan yang diinginkan
· Aturan, hukum, atau otoritas pemimpin dalam situasi tersebut

Manager perlu meninjau faktor-faktor diatas untuk memilih gaya kepemimpinan yang cocok diwaktu yang tepat maka efektivitasnya akan tinggi dan sebaliknya.


Bagi Anda yang berminat belajar Manajemen SDM dan HRD
Join Halaman Telegram Komunitas Young HRD Indonesia


Minggu, 17 April 2022

GRATIS Kelas Online GREAT LEADER - Happiness Leadership (Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia)

  

GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan pastikan sudah SUBSCRIBE & LIKE. Kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552 untuk kami kirimkan GRATIS Sertifikat Digital.

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT