Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Good Personality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Good Personality. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Menjelekkan Tempat Bekerja Ibarat Meludahi Sumur yang Dia Minum Setiap Hari




“Jangan pernah meludah di sumur yang airnya kamu minum setiap hari.”

Pernahkan Anda berjumpa dengan orang yang bekerja di suatu perusahaan atau instansi, mendapat gaji dan berbagai fasilitas dari tempat itu, tetapi hobinya menjelek-jelekan perusahaan atau instansi dimana ia bekerja? Orang inilah yang saya sebut meludah di sumur yang airnya ia minum.

Orang-orang semacam ini biasanya senang mengeluh, tidak bertanggungjawab dan oportunis. Mereka membicarakan sesuatu yang tidak mereka suka kepada sesama teman yang tidak bisa mengambil keputusan. Saat diajak diskusi dengan pimpinan, mereka diam seribu bahasa. Bergaul dengan orang-orang semacam ini ibarat Anda minum air sumur yang airnya mereka ludahi.

Bila Anda berjumpa dengan kelompok orang semacam ini, nasihatilah. Bila ia marah saat Anda nasihati, itu pertanda bahwa dia tidak layak dijadikan sahabat Anda. Waspadalah, “penyakit” tersebut menular. Apabila Anda sering bersama orang-orang semacam ini Anda perlahan namun pasti akan tertular. Segeralah menjauh…

Mungkin sebagian Anda ada yang berkata, “Lha, kebijakan tempat saya bekerja memang kacau kok, memang pantas kalau dijelek-jelekin. Saya benar-benar tidak cocok dengan kondisi seperti ini.” Jika Anda berada dalam kondisi seperti itu, berilah masukan yang konstruktif kepada pengambil keputusan. Usulan Anda tidak digubris? Ya, keluarlah. “Wah nyari kerja lain khan gak mudah,” batin Anda. Ya, kalau begitu, diamlah.

Apakah penyakit ini hanya hinggap pada orang yang sudah bekerja? Tidak. Mereka yang menjelek-jelekkan orang tuanya juga termasuk kelompok ini. Orang tuanya begitu berjasa dalam hidupnya, tetapi hanya karena satu atau beberapa perbedaan, mereka tega-teganya  mencela orang tuanya.

Mereka yang meludah di sumur yang airnya mereka minum adalah kelompok orang yang sulit berucap terima kasih. Padahal, mudah berucap terima kasih kepada manusia itu pintu mudah bersyukur kepada-Nya. Ingatlah, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah nikmat kepadamu.” Begitulah firman Allah dalam Kitab Suci-Nya.

Meludah di sumur yang airnya kita minum akan menjauhkan rasa syukur Anda. Dampaknya dalam jangka panjang, kenikmatan-kemikmatan hidup akan pergi menjauh dari Anda. 
Mau? Tentu tidak!

Salam SuksesMulia!



Bagi Anda yang berminat belajar Manajemen SDM dan HRD
Join Halaman Telegram Komunitas Young HRD Indonesia

Senin, 12 Februari 2018

Mengapa Saya Bekerja ?



Ada orang yang bekerja penuh semangat, ada yang biasa saja dan ada yang bermalas-malasan. Apabila sekali-kali malas bekerja itu manusiawi namun apabila terlalu sering itu pertanda ada yang perlu diperbaiki. Nah, salah satu yang bisa menjaga semangat kerja kita adalah temukanlah alasan, mengapa saya bekerja?

Jawaban dari dari pertanyaan “mengapa saya bekerja?” sangat beragam, dari angka-angka hingga makna kehidupan. Semakin banyak Anda menemukan jawaban maka semangat Anda untuk bekerja akan semakin terjaga. Anda perlu merinci apa alasan Anda bekerja, baik dari alasan financial, keluaga, passion, value hingga alasan spiritual.

Alasan finansial bisa berupa “angsuran rumah/mobil yang belum tuntas, cicilan yang perlu dibayar, hutang kantor yang belum tertutupi, silakan ditambah lagi, he….he….he…. Semua itu bisa dijadikan alasan, mengapa saya bekerja?

Alasan keluarga juga bisa menyemangati Anda bekerja. Misalnya “saya ingin sekali memberangkatkan orang tua ke tanah suci, saya ingin menyekolahkan anak saya di sekolah yang terbaik, saya ingin semua kebutuhan keluarga saya tercukupi dengan kualitas tertinggi, dan alasan lainnya bisa Anda cari. Anda tetap pergi bekerja, demi keluarga.

Ada juga orang yang bekerja karena menjalankan passionnya, ia bekerja karena ia mencintai pekerjaannya, ia enjoy dan hanyut karena ia sangat mencintai apa yang ia kerjakan. Orang-orang seperti ini sering menganggap bekerja itu menjalankan hobi. Mengasyikkan, menjalankan sesuatu yang menyenangkan sekaligus mendapatkan bayaran. Menjalankan hobi, dapat rezeki atau gaji.

Ada juga yang bekerja dengan alasan value. Bekerja bukanlah mencari nafkah tetapi ia sedang berkontribusi untuk negeri. Apa bentuk kontribusinya? Menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan negara, menolong banyak tulang punggung keluarga memperoleh penghasilan yang layak. Dengan tetap bekerja, ia merasakan hidup yang lebih berarti.
Alasan lain yang bisa digunakan untuk memperkuat semangat Anda bekerja adalah bekerja itu ibadah. Di dalam agama yang saya anut yaitu Islam, ada sebuah hadits yang menerangkan bahwa Ada dosa yang tidak bisa dihapus dengan sholat, puasa, zekat dan haji sekalipun. Dosa itu hanya bisa dihapus dengan mencari nafkah penghidupan (bekerja/bisnis).

Bekerja bukan hanya mendapat bayaran tetapi juga ganjaran. Bekerja tidak hanya mendapat rupiah tetapi juga bernilai ibadah. Bekerja bukan hanya mendapat gaji tetapi mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung yang abadi.

Semakin banyak Anda menemukan alasan “mengapa saya bekerja?” semakin nikmat Anda menjalani profesi Anda. So, segera temukan banyak jawaban dari pertanyaan “mengapa saya bekerja?”

Sumber :

Senin, 07 Maret 2016

SMS - Spiritual Motivation for Success


Setiap orang pasti mengharapkan hidupnya sukses, tetapi kenyataannya tidak semua orang bisa hidup sukses sesuai dengan harapannya. Banyak orang yang menyikapi hal ini dengan beragam cara. Ada yang bersikap pasrah pada nasib dan tidak mau lagi berbuat apa-apa dan mengatakan kalau takdirnya memang sudah seperti itu. Ada juga yang justru tidak menyerah pada nasib, melainkan terus berjuang untuk mengubah nasibnya sekuat tenaga. Ada yang berhasil, tetapi ada juga yang justru semakin terpuruk dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Kesuksesan itu ternyata bisa pelajari dan bisa diciptakan. Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya seperti hujan turun dari langit. Kesuksesan memerlukan cara, strategi dan proses. Tentu saja ada rahasianya mengapa seseorang itu bisa gagal atau berhasil dalam hidupnya. Usaha yang keras saja tidak cukup untuk membuat seseorang menjadi sukses, juga dibutuhkan do’a dan ridho Allah SWT. Memahami Hakikat Sukses Sebuah pohon yang sangat tinggi dan besar ada di depan anda. Jika anda terkesima dengan kebesaran dan ketinggian pohon tersebut, pastilah anda berpikir tidak akan mungkin untuk memotongnya. Sampai kapanpun pohon itu masih akan tetap berdiri kokoh, karena anda tidak pernah berani menebangnya. Sebaliknya, jika anda berpikir bahwa tidak ada pohon yang tidak bisa ditebang, maka dengan ayunan kapak setiap hari secara konsisten, lamban laun pohon tersebut akan tumbang juga, walaupun mungkin membutuhkan waktu yang agak lama. Memang, tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika anda mau mencobanya. Hampir semua orang menginginkan sesuatu yang luar biasa, tetapi kebanyakan dari mereka tidak berani berbuat sesuatu untuk mewujudkan impiannya itu. Mereka hanya bermimpi yang indah-indah dan mengharapkan keajaiban tiba-tiba menghampirinya. Mereka hanya bersedia melakukan sesuatu yang aman-aman saja dan mengikuti arus, sehingga kebanyakan dari mereka memang tidak berpeluang untuk memperoleh hasil yang luar biasa. Mereka lupa, sesuatu yang istimewa itu tidak datang dengan sendirinya melainkan diupayakan melalui usaha dan bekerja secara luar biasa, penuh resiko namun melalui perencanaan dan pertimbangan yang matang, bukan hanya dengan cara-cara biasa. Jika anda mempunyai sebuah rencana dan merasa mampu melaksanakannya, maka jangan kuatir berapa lama anda akan mencapai puncak kesuksesan, dan jangan juga kuatir apa yang dikatakan orang lain mengenai hal tersebut. Seperti halnya seekor anak kijang yang baru lahir, dalam hitungan menit ia akan dapat merangkak, lalu berdiri, berjalan, dan kemudian berlari. Demikian juga dengan banyak hewan lainnya, hanya dalam hitungan hari dapat mereka sudah bisa mandiri. Tetapi coba kita lihat manusia, ketika dilahirkan hingga mencapai usia dewasa, manusia sangat ketergantungan dengan orang tuanya. Manusia membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi mandiri, mulai dari berjalan, bicara, hingga mencari nafkah sendiri. Uniknya, manusia adalah makhluk yang paling mulia di muka bumi ini. 

Dalam hal ini dapat kita ketahui bahwa terkadang dengan menempuh waktu yang lebih lama, sebuah proses akan menghasilkan kondisi yang lebih sempurna dan jauh lebih baik dari proses yang didapatkan secara instant. Namun perlu juga diketahui, apakah seseorang telah berada dalam jalur yang benar untuk mencapai tujuannya ? 5 Jalan Rahasia Menuju Sukses Kesuksesan bisa diraih jika kita mampu memperoleh rahasia untuk mencapainya. Melalui 5 jalan rahasia menuju sukses, setiap orang bisa menerapkan dan membuktikannya sehingga bisa dijadikan sebagai panduan bagi siapa saja yang ingin hidupnya sukses, baik sukses di dunia maupun  sukses di akherat. Adapun ke 5 (lima) jalan rahasia menuju sukses tersebut adalah : 

(1) The power of Dream
 Setiap orang harus mempunyai impian  dan tujuan hidup yang jelas agar mendapat hal-hal terbaik dalam hidupnya.  Kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju. Apakah saat ini anda sedang memiliki impian yang sangat tinggi ? Apakah impian tersebut tampaknya seperti mustahil untuk direalisasikan mengingat kondisi anda saat ini yang serba kekurangan ? Apakah mungkin sekarang anda sedang direndahkan dan ditertawakan oleh teman, saudara, atau bahkan orang tua anda sendiri ketika  menceritakan impian anda tersebut kepada mereka ? Jika anda menjawab ya, maka sebaiknya anda tidak perlu merasa berkecil hati, apalagi berputus asa. Anda seharusnya bangga dan berbahagia karena anda baru saja memasuki langkah awal kesuksesan. Mengapa demikian? Karena pondasi kesuksesan adalah impian yang kita miliki. Setiap orang yang telah sukses pasti diawali dengan impian.

 (2) Full Action for Success
 Cita-cita, keinginan, impian atau tujuan hidup tidak mungkin bisa tercapai tanpa suatu tindakan yang nyata. Semua itu akan percuma atau sia-sia jika kita hanya berpangku tangan atau berdiam diri dan hanya menunggu keajaiban tiba. Bertindak nyata (action) adalah lebih baik, apalagi diserai dengan semangat yang tinggi, maka tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan. Seperti pepatah mengatakan, “Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.”. Dengan melakukan action, Insya Allah kita akan mengetahui hasilnya. Sebuah ide jika dijalankan akan jauh lebih baik dibandingkan jika kita mempunyai 1001 ide namun tidak ada satupun yang dijalankan.  Ide yang paling bagus untuk mencapai sukses adalah action. Jangan pikirkan dulu hasilnya, yang terpenting kita mau melakukan usahanya dulu, sedangkan hasilnya akan mengikuti sampai sejauh mana usaha yang kita lakukan dan seberapa keras dan cerdas kita melakukannya.
 
(3) Dare to live
 Dunia merupakan tempat kehidupan manusia yang penuh dengan warna. Kehidupan manusia di dunia ini bersifat sementara, karena dunia hanyalah persinggahan kita dalam menuju kehidupan yang kekal dan abadi yaitu alam akhirat. Dunia merupakan tempat bagi manusia untuk berjuang dalam mengisi kehidupannya dengan berbagai hal yang baik dan bermanfaat, sebagai bekalnya untuk kembali kepada sang Khalik, menuju alam akhirat. Perjuangan manusia didunia tidak akan berhenti kecuali ketika nafasnya sudah tidak bisa berhembus lagi. Siapapun orang yang hidup di dunia ini pasti memiliki masalah. Tentu saja masalah yang dihadapi manusia itu sangat beragam, baik masalah yang sederhana maupun persoalan yang rumit dan pelik. Ketika masalah tersebut datang menimpa diri kita, sanggupkah kita mengatasinya ? Atau kita justru terus terpuruk, terjebak  dalam masalah secara berkepanjangan dan tidak bisa keluar dari lingkarannya ? Orang yang sukses harus siap dan berani menghadapi tantangan yang hadir dalam kehidupannya. Berani, artinya siap mengambil langkah atau tindakan dengan segala resiko yang harus dihadapinya. Setiap tindakan yang diambil tentunya sudah dipertimbangkan secara baik, matang dan maksimal, dari berbagai sudut pandang, agar hasil yang dicapai sesuai dengan harapan kita. Namun kita juga harus menyadari kalau manusia itu ada kekurangannya. Bisa saja adal satu hal yang lupa atau terlewat dari analisa kita shingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Tapi itu semua tidak menjadi masalah, yang terpenting kita sudah berani mengambil sikap dan keputusan, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Sayangnya, tidak semua orang mempunyai keberanian untuk melakukan sesuatu ketika masalah menghampirinya. Ia hanya pasrah pada nasibnya dan tidak melakukan apa-apa. Bagaimana mungkin kita bisa mengubah nasib kita jika tidak berani berbuat sesuatu untuk diri kita sendiri ?   Seorang pecundang tak kan pernah meraih sukses ! Tentu kita tidak mau menjadi seorang pecundang bukan ? 

(4) Time Management Waktu
 memiliki keunikannya sendiri, terus bergerak maju dan tidak pernah mundur sedetikpun. Waktu tidak bisa diulang dan akan selalu meninggalkan setiap orang yang melalaikannya. Waktu akan selalu meninggalkan mereka yang tidak mengelolanya dengan cerdas untuk kehidupannya. Orang yang keluar sebagai pemenang (sukses) adalah orang yang bisa mensyukuri nikmat waktu yang telah diberikan Allah SWT dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik demi kemuliaan hidupnya. Sebaliknya, orang yang kalah atau gagal adalah orang yang tidak bisa menggunakan waktunya dengan baik, dan hanya menggunakannya untuk hal-hal yang tidak berguna. Kita harus ingat bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan singkat. Coba kita melihat ke belakang sejenak, sepertinya baru kemari kita berusia remaj, tetapi sekarang kita sudah menjadi orang dewasa, bahkan mungkin menjelang tua. Karena itu, jangan pernah menunda-nunda memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Kita tidak akan pernah tahu berapa lagi sisa usia yang kita miliki. Kita tidak akan pernah tahu mengenai hari esok. Oleh sebab itu akan rugi bagi siapa saja yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Keberuntungan dan kerugiaan seseorang sesungguhnya dapat dinilai dari bagaimana dirinya memanfaatkan waktu hidupnya yang begitu singkat ini. Orang yang bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat dengan memperbanyak kebaikan untuk bekal kehidupan, dia akan menjadi orang yang beruntung. Lalu, sudahkah kita memanfaatkan waktu yang kita miliki sebaik-baiknya ? Sudahkah kita menggunakan waktu kita untuk meraih kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kita dengan seimbang ? 

(5) The Miracle of Prayer. 
Doa mempunyai keajaibannya sendiri dan mampu membuat sesuatu yang “tidak mungkin terjadi” menjadi “mungkin”. Doa mempunyai kekuatan dahsyat yang dapat mengubah nasib seseorang dari jelek menjadi baik, dari miskin menjadi kaya, dari sakit menjadi sehat, dari gagal menjadi sukses. Kalau Allah sudah berkehendak ingin mengabulkan doa seorang hambanya, maka “kun fayakun !”  (Jadi terjadilah !”). Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar bisa menciptakan keajaiban seperti apa yang kita inginkan. Dalam kondisi apapun, susah ataupun senang, miskin ataupun kaya, kita sebagai manusia dan hamba yang memiliki banyak kelemahan, harus berdoa kepada Allah sebagai bentuk iman kita kepadaNya dan sebagai bukti penghambaan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dialah satu-satunya yang dapat menjawab berbagai apapun masalah yang kita hadapai. Dialah satu-satunya yang dapat memberi kita segala hal yang kita butuhkan. Hanya Allahlah yang dapat memberi kepuasan atas kebutuhan kita yang paling mendalam,  kebutuhan-kebutuhan yang kita sendiri bahkan tidak mengetahuinya. Sesungguhnya Allah berada sangat dekat disisi orang yang beriman. Allah berada di mana-mana dan mengetahui segala sesuatu dan dapat berbuat apa saja terhadap umatNya. Dia dapat mendengar setiap doa dan menjawab doa yang kita panjatkan. Kita tidak boleh berdoa selain kepadaNya karena perbuatan tersebut termasuk musrik dan perbuatan ini sangat dimurkai Allah SWT. Berdoa kepada Allah adalah sesuatu yang bersifat pribadi.  Sangat menarik ketika ada seorang hamba Allah karena mungkin sudah begitu kenyang dengan nikmat yang Allah berikan, lalu dia merasa sudah cukup dan tidak perlu lagi untuk berdoa atau meminta kepada Allah. Jika ada orang yg merasa sudah tidak perlu berdoa berarti dia telah mengingkari kemanusiannya itu sendiri bahkan mungkin tidak memiliki adab kepada Allah dan Rasulullah. Padahal nabi Muhammad saw selalu menganjurkan dan mencontohkan kita untuk selalu berdoa setiap saat, bahkan belaiu mengatakan kalau orang yang tidak meminta kepada Allah (berdoa) berarti orang itu termasuk hamba yang sombong.

 *** J. Haryadi Penulis, Motivator dan Trainer

Selengkapnya : 

Senin, 20 Oktober 2014

Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)



TES MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan Interpretasi Alat Tes MBTI

Tujuan utama tes psikologi adalah memahami pribadi secara obyektif. Disebut obyektif karena orang yang memberikan feedback maupun hasil kuesioner tersebut, akan mengacu pada suatu standar tertentu, atau membandingkannya dengan populasi tertentu.


MBTI berguna untuk mengenali perilaku dalam memperoleh dan memproses informasi, mengambil keputusan, dan cara berhubungan dengan dunia. MBTI membantu untuk mengenali rangkaian pilihan atau preferensi. Pilihan-pilihan perilaku ini memberi pemahaman mendalam tentang gaya kepemimpinan, gaya kerja, dan gaya komunikasi. MBTI mengukur pilihan, bukan kecakapan, kemampuan atau pengembangan diri yang dicapai. MBTI bersifat deskriptif, bukan bersifat menentukan. MBTI didasari oleh orientasi kekal, bukan penekanan yang bersifat sementara.



Sejarah dan Landasan Teori Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)



MBTI ini berdasarkan pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgment melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.



MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka : apakah mereka cocok menjadi pilot, manajer, dokter, atau bos mafia?



Perbedaan Tes MBTI dengan Tes Inventori yang lain



MBTI berbeda dengan instrumen mengenali tipe kepribadian lain dalam hal:

  1. Dirancang untuk mengimplementasikan teori; jadi teori (Jung) harus dimengerti untuk memahami MBTI. 
  2. Berdasarkan teori, ada dinamika hubungan yang khusus antar skala, yang kemudian akan mengantar penjelasan tentang 16 tipe karakteristik kepribadian.
  3. Deskripsi tipe-tipe ini dan teorinya sebenarnya dapat dijelaskan dalam kerangka perkembangan manusia seumur hidupnya.
  4. Skala ini memperhatikan fungsi dasar manusia yaitu persepsi dan judgment yang selalu ada di perilaku manusia, sehingga sangat bermanfaat untuk digunakan dalam hidup sehari-hari.

Tujuan Tes MBTI


Tujuan MBTI adalah untuk mengungkap kepribadian: arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi.



Aplikasi praktis tes MBTI adalah:

  • Memahami diri sendiri 
  • Memahami orang lain
  • Menghargai perbedaan
  • Pengembangan diri
  • Memilih karir
  • Team building
  • Penyelesaian konflik
  • Memperbaiki komunikasi
MBTI tidak Mengukur:
  • Gangguan kejiwaan 
  • Abnormalitas
  • Emosi
  • Trauma
  • Daya Belajar
  • Tingkat kedewasaan
  • Penyakit
  • Intelegensia
MBTI Mengukur Preferensi
  • Bagian keberadaan kita 
  • Tidak ada benar salah
  • Tidak ada kurang – lebih baik

Aspek-Aspek Atau Dimensi-Dimensi yang di Ungkap Tes MBTI


MBTI adalah peta psikologis yang bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis), yaitu:

  1. Extrovert (E) vs. Introvert (I). Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif. 
  2. Sensing (S) vs. Intuitive (N). Tipe dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intutive adalah abstract thinkers.
  3. Thinking (T) vs. Feeling (F). Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagaimana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.
  4. Judging (J) vs. Perceiving (P). Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.
Dalam MBTI, ada 4 dikotomi mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi perilaku seseorang, diantaranya:
  1. Bagaimana/dari mana seseorang memperoleh energi; apakah dari luar diri (extravert/E), atau dari dalam diri (introvert/I). 
  2. Bagaimana seseorang mendapatkan informasi; apakah melalui panca indra (sensing/S) atau imajinasi (intuiting/N),
  3. Bagaimana seseorang membuat keputusan; apakah berdasarkan pemikiran (thinking/T) atau perasaan (feeling/F),
  4. Bagaimana orientasi kehidupan seseorang; apakah dengan menilai (judging/J) atau dengan memahami (perceiving/P).

Dalam tes MBTI, kita akan disodori sejumlah pertanyaan yang pada intinya akan mengarahkan kita pada sisi mana kita berada untuk keempat dimensi di atas. Untuk dimensi Extrovert (E) vs. Introvert (I) misalnya, apakah kita cenderung berada pada sisi E atau I. Demikian juga untuk dimensi lainnya. Karena terdapat empat dimensi, maka kemungkinan kombinasinya menjadi 16 tipe : (ENTJ, ISTJ, ENFP, dst). Silahkan lihat dibawah tipe keperibadian pada bagian interpreasi alat tes MBTI.


Mamfaat Tes MBTI



1. Bimbingan Konseling.



MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang cocok dengan kepribadian.


2. Pengembangan Diri.



Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita.


3. Memahami Orang Lain dengan lebih baik.



MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap dan berperilaku seperti cara kita berperilaku. Jadi terimalah perbedaan yang ada.



Interpretasi Tes MBTI


1. ISTJ (Bertanggungjawab)

  •  Serius, tenang, stabil & damai. 
  • Senang pada fakta, logis, obyektif, praktis & realistis.
  • Task oriented, tekun, teratur, menepati janji, dapat diandalkan & bertanggung jawab.
  • Pendengar yang baik, setia, hanya mau berbagi dengan orang dekat.
  • Memegang aturan, standar & prosedur dengan teguh.
Saran Pengembangan:
  •  Belajarlah memahami perasaan & kebutuhan orang lain. 
  • Kurangi keinginan untuk mengontrol orang lain atau memerintah mereka untuk menegakkan aturan.
  • Lihatlah lebih banyak sisi positif pada orang lain atau hal lainnya.
  • Terbukalah terhadap perubahan.

Saran Profesi: Bidang Manajemen, Polisi, Intelijen, Hakim, Pengacara, Dokter, Akuntan (Staf Keuangan), Programmer atau yang berhubungan dengan IT, System Analys, Pemimpin Militer


Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP



2. ISFJ (Setia)

  •  Penuh pertimbangan, hati-hati, teliti dan akurat. 
  • Serius, tenang, stabil namun sensitif.
  • Ramah, perhatian pada perasaan & kebutuhan orang lain, setia, kooperatif, pendengar yang baik.
  • Punya kemampuan mengorganisasi, detail, teliti, sangat bertanggungjawab & bisa diandalkan.
Saran Pengembangan:
  • Lihat lebih dalam, lebih antusias, & lebih semangat. 
  • Belajarlah mengatakan ”tidak”. Jangan menyenangkan semua orang atau Anda dianggap plin plan.
  • Jangan terjebak zona nyaman dan rutinitas. Cobalah hal baru. Ada banyak hal menyenangkan yang mungkin belum pernah Anda coba.

Saran Profesi: Architect, Interior Designer, Perawat, Administratif, Designer, Child Care, Konselor, Back Office Manager, Penjaga Toko / Perpustakaan, Dunia Perhotelan.


Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP



3. ISTP (Pragmatis)

  • Tenang, pendiam, cenderung kaku, dingin, hati-hati, penuh pertimbangan. 
  • Logis, rasional, kritis, obyektif, mampu mengesampingkan perasaan.
  • Mampu menghadapi perubahan mendadak dengan cepat dan tenang.
  • Percaya diri, tegas dan mampu menghadapi perbedaan maupun kritik.
  • Mampu menganalisa, mengorganisir, & mendelegasikan.
  • Problem solver yang baik terutama untuk masalah teknis & keadaan mendadak.
Saran Pengembangan:
  •  Observasilah kehidupan sosial, apa yang membuat orang marah, cinta, senang, termotivasi & terapkan pada hubungan Anda.
  • Belajarlah untuk mengenali perasaan Anda dan mengekspresikannya.
  • Jadilah orang yang lebih terbuka, keluar dari zona nyaman, eksplorasi ide baru, dan berdiskusi dengan orang lain.
  • Jangan mencari-cari kesalahan orang hanya untuk menyelesaikan masalahnya.
  • Jangan menyimpan informasi yang harusnya dibagi dan belajarlah mempercayakan tanggungjawab pada orang lain.

Saran Profesi: Polisi, Ahli Forensik, Programmer, Ahli Komputer, System Analyst, Teknisi, Insinyur, Mekanik, Pilot, Atlit, Entrepreneur


Pasangan/Partner Alami: ESTJ atau ENTJ



4. ISFP (Artistik)

  • Berpikiran simpel & praktis, fleksibel, sensitif, ramah, tidak menonjolkan diri, rendah hati pada kemampuannya.
  • Menghindari konflik, tidak memaksakan pendapat atau nilai-nilainya pada orang lain.
  • Biasanya tidak mau memimpin tetapi menjadi pengikut dan pelaksana yang setia.
  • Seringkali santai menyelesaikan sesuatu, karena sangat menikmati apa yang terjadi saat ini.
  • Menunjukkan perhatian lebih banyak melalui tindakan dibandingkan kata-kata.
Saran Pengembangan:
  • Jangan takut pada penolakan dan konflik. Anda tidak perlu menyenangkan semua orang.
  • Cobalah untuk mulai memikirkan dampak jangka panjang dari keputusan-keputusan kecil di hari ini.
  • Asah dan kembangkan sisi kreatifitas dan seni dalam diri Anda sebagai modal bagus dalam diri Anda.
  • Cobalah untuk lebih terbuka dan mengekspresikan perasaan Anda.

Saran Profesi: Seniman, Designer, Pekerja Sosial, Konselor, Psikolog, Guru, Aktor, Bidang Hospitality


Pasangan/Partner Alami: ESFJ atau ENFJ



5. INFJ (Reflektif)

  • Perhatian, empati, sensitif & berkomitmen terhadap sebuah hubungan.
  • Sukses karena ketekunan, originalitas dan keinginan kuat untuk melakukan apa saja yang diperlukan termasuk memberikan yg terbaik dalam pekerjaan.
  • Idealis, perfeksionis, memegang teguh prinsip.
  • Visioner, penuh ide, kreatif, suka merenung dan inspiring.
  • Biasanya diikuti dan dihormati karena kejelasan visi serta dedikasi pada hal-hal baik.
Saran Pengembangan:
  • Seimbangkan cara pandang Anda. Jangan hanya melihat sisi negatif & resiko. Namun, lihatlah sisi positif dan peluangnya.
  • Bersabarlah, jangan mudah marah dan menyalahkan orang lain atau situasi.
  • Rileks dan jangan terus menerus berfikir atau menyelesaikan tanggungjawab.

Saran Profesi: Pengajar, Psikolog, Dokter, Konselor, Pekerja Sosial, Fotografer, Seniman, Designer, Child Care.


Pasangan/Partner Alami: ESFP atau ESTP



6. INTJ (Independen)

  • Visioner, punya perencanaan praktis, & biasanya memiliki ide-ide original serta dorongan kuat untuk mencapainya.
  • Mandiri dan percaya diri.
  • Punya kemampuan analisa yang bagus serta menyederhanakan sesuatu yang rumit dan abstrak menjadi sesuatu yang praktis, mudah difahami & dipraktekkan.
  • Skeptis, kritis, logis, menentukan (determinatif) dan kadang keras kepala.
  • Punya keinginan untuk berkembang serta selalu ingin lebih maju dari orang lain.
  • Kritik & konflik tidak menjadi masalah berarti.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah mengungkapkan emosi & perasaan Anda. 
  • Cobalah untuk lebih terbuka pada dunia luar, banyak bergaul, banyak belajar, banyak membaca, mengunjungi banyak tempat, eksplorasi hal baru, & memperluas wawasan.
  • Hindari perdebatan tidak penting.
  • Belajarlah untuk berempati, memberi perhatian dan lebih peka terhadap orang lain.

Saran Profesi: Peneliti, Ilmuwan, Insinyur, Teknisi, Pengajar, Profesor, Dokter, Research & Development, Business Analyst, System Analyst, Pengacara, Hakim, Programmers, Posisi Strategis dalam organisasi.


Pasangan/Partner Alami: ENFP atau ENTP


7. INFP (Idealis)

  • Sangat perhatian dan peka dengan perasaan orang lain. 
  • Penuh dengan antusiasme dan kesetiaan, tapi biasanya hanya untuk orang dekat.
  • Peduli pada banyak hal. Cenderung mengambil terlalu banyak dan menyelesaikan sebagian.
  • Cenderung idealis dan perfeksionis.
  • Berpikir win-win solution, mempercayai dan mengoptimalkan orang lain.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah menghadapi kritik. Jika baik maka kritik itu bisa membangun Anda, namun jika tidak abaikan saja. Jangan ragu pula untuk bertanya dan minta saran. 
  • Belajarlah untuk bersikap tegas. Jangan selalu berperasaan dan menyenangkan orang dengan tindakan baik. Bertindak baik itu berbeda dengan bertindak benar.
  • Jangan terlalu menyalahkan diri dan bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Kegagalan adalah hal biasa dan semua orang pernah mengalaminya.
  • Jangan terlalu baik pada orang lain tapi melupakan diri sendiri. Anda juga punya tanggungjawab untuk berbuat baik pada diri sendiri.

Saran Profesi: Penulis, Sastrawan, Konselor, Psikolog, Pengajar, Seniman, Rohaniawan, Bidang Hospitality


Pasangan/Partner Alami: ENFJ atau ESFJ



8. INTP (Konseptual)

  • Sangat menghargai intelektualitas dan pengetahuan. Menikmati hal-hal teoritis dan ilmiah. Senang memecahkan masalah dengan logika dan analisa. 
  • Diam dan menahan diri. Lebih suka bekerja sendiri.
  • Cenderung kritis, skeptis, mudah curiga dan pesimis.
  • Tidak suka memimpin dan bisa menjadi pengikut yang tidak banyak menuntut.
  • Cenderung memiliki minat yang jelas. Membutuhkan karir dimana minatnya bisa berkembang dan bermanfaat. Jika menemukan sesuatu yang menarik minatnya, ia akan sangat serius dan antusias menekuninya.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah membangun hubungan dengan orang lain. Belajar berempati, mendengar aktif, memberi perhatian dan bertukar pendapat. 
  • Relaks. Jangan terlalu banyak berfikir. Nikmati hidup Anda tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana. 
  • Cobalah menemukan satu ide, merencanakan dan mewujudkannya. Jangan terlalu sering berganti-ganti ide tetapi tidak satupun yang terwujud.

Saran Profesi: Ilmuwan, Fotografer, Programmer, Ahli komputer, System Analyst, Penulis Buku Teknis, Ahli Forensik, Jaksa, Pengacara, Teknisi


Pasangan/Partner Alami: ENTJ atau ESTJ



9. ESTP (Spontan)

  • Spontan, Aktif, Enerjik, Cekatan, Cepat, Sigap, Antusias, Fun dan penuh variasi. 
  • Komunikator, asertif, to the point, ceplas-ceplos, berkarisma, punya interpersonal skill yang baik.
  • Baik dalam pemecahan masalah langsung di tempat. Mampu menghadapi masalah, konflik dan kritik. Tidak khawatir, menikmati apapun yang terjadi.
  • Cenderung untuk menyukai sesuatu yang mekanistis, kegiatan bersama dan olahraga.
  • Mudah beradaptasi, toleran, pada umumnya konservatif tentang nilai-nilai. Tidak suka penjelasan terlalu panjang. Paling baik dalam hal-hal nyata yang dapat dilakukan.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah memahami perasaan dan pemikiran orang lain terutama saat bicara dengan mereka. 
  • Belajarlah untuk sabar, menikmati proses, tidak semua hal bisa dicapai dengan cepat.
  • Sesekali luangkan waktu untuk merenung dan merencanakan masa depan Anda.
  • Cobalah untuk mencatat pengamatan-pengamatan Anda termasuk detailnya.

Saran Profesi: Marketing, Sales, Polisi, Entrepreneur, Pialang Saham, Technical Support


Pasangan/Partner Alami: ISFJ atau ISTJ



10.ESFP (Murah Hati)

  • Outgoing, easygoing, mudah berteman, bersahabat, sangat sosial, ramah, hangat, & menyenangkan. 
  • Optimis, ceria, antusias, fun, menghibur, suka menjadi perhatian.
  • Punya interpersonal skill yang baik, murah hati, mudah simpatik dan mengenali perasaan orang lain. Menghindari konflik dan menjaga keharmonisan suatu hubungan.
  • Mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya dan ikut serta dalam kegiatan tersebut.
  • Sangat baik dalam keadaan yang membutuhkan common sense, tindakan cepat dan ketrampilan praktis.
Saran Pengembangan:
  • Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Belajarlah untuk fokus dan tidak mudah berubah-ubah terutama untuk hal yang penting. 
  • Jangan menyenangkan semua orang. Begitu pula sebaliknya, tidak semua orang bisa menyenangkan Anda.
  • Belajarlah menghadapi kritik dan konflik. Jangan lari.
  • Anda punya kecenderungan meterialistis. Hati-hati, tidak semua hal bisa diukur dengan materi ataupun uang.

Saran Profesi: Entertainer, Seniman, Marketing, Konselor, Designer, Tour Guide, Bidang Anak-anak, Bidang Hospitality


Pasangan/Partner Alami: ISTJ atau ISFJ



11.ENFP (Optimis)

  • Ramah, hangat, enerjik, optimis, antusias, semangat tinggi, fun. 
  • Imaginatif, penuh ide, kreatif, inovatif.
  • Mampu beradaptasi dengan beragam situasi dan perubahan.
  • Pandai berkomunikasi, senang bersosialisasi & membawa suasana positif.
  • Mudah membaca perasaan dan kebutuhan orang lain.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah untuk fokus, disiplin, tegas dan konsisten 
  • Belajarlah untuk menghadapi konflik dan kritik.
  • Pikirkan kebutuhan diri sendiri. Jangan melupakannya karena terlalu peduli pada kebutuhan orang lain.
  • Jangan terlalu boros. Belajarlah untuk mengelola keuangan sedikit demi sedikit.

Saran Profesi: Konselor, Psikolog, Entertainer, Pengajar, Motivator, Presenter, Reporter, MC, Seniman, Hospitality



Pasangan/Partner Alami: INTJ atau INFJ



12.ENTP (Inovatif – Kreatif)

  • Gesit, kreatif, inovatif, cerdik, logis, baik dalam banyak hal. 
  • Banyak bicara dan punya kemampuan debat yang baik. Bisa berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa merasa bersalah. 
  • Fleksibel. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah dan tantangan.
  • Kurang konsisten. Cenderung untuk melakukan hal baru yang menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain.
  • Punya keinginan kuat untuk mengembangkan diri.
Saran Pengembangan:
  • Cobalah untuk win-win solution. Jangan ingin menang sendiri. 
  • Belajarlah untuk disiplin dan konsisten.
  • Hindari perdebatan tidak penting.
  • Belajarlah untuk sedikit waspada. Seimbangkan cara pandang Anda agar tidak terlalu optimis dan mengambil resiko yang tidak realistis.
  • Belajarlah untuk memberi perhatian pada perasaan orang lain.

Saran Profesi: Pengacara, Psikolog, Konsultan, Ilmuwan, Aktor,Marketing, Programmer, Fotografer


Pasangan/Partner Alami: INFJ atau INTJ



13.ESTJ (Konservatif – Disiplin)

  • Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah untuk bisnis dan mekanistis. 
  • Sangat sistematis, procedural dan terencana.
  • Disiplin, on time dan pekerja keras.
  • Konservatif dan cenderung kaku.
  • Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat menyesuaikan diri jika diperlukan.
  • Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi administrator yang baik jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.
Saran Pengembangan:
  •  Kurangi keinginan untuk mengontrol dan memaksa orang lain. 
  • Belajarlah untuk mengontrol emosi dan amarah Anda.
  • Cobalah untuk introspeksi diri dan meluangkan waktu sejenak untuk merenung.
  • Belajarlah untuk lebih sabar dan low profile
  • Belajarlah untuk memahami orang lain.

Saran Profesi: Militer, Manajer, Polisi, Hakim, Pengacara, Guru, Sales, Auditor, Akuntan, System Analyst


Pasangan/Partner Alami: ISTP atau INTP



14.ESFJ (Harmonis)

  • Hangat, banyak bicara, populer, dilahirkan untuk bekerjasama, suportif dan anggota kelompok yang aktif. 
  • Membutuhkan keseimbangan dan baik dalam menciptakan harmoni.
  • Selalu melakukan sesuatu yang manis bagi orang lain. Kerja dengan baik dalam situasi yang mendukung dan memujinya.
  • Santai, easy going, sederhana, tidak berfikir panjang.
  • Teliti dan rajin merawat apa yang ia miliki.
Saran Pengembangan:
  • Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan orang lain. 
  • Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan, penghargaan dan pujian orang lain.
  • Mintalah pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusan. Belajarlah untuk lebih tegas.
  • Terima tanggungjawab hidup dan belajarlah untuk lebih dewasa. Jangan mengasihani diri sendiri.
  • Hadapi kritik dan konflik, jangan lari.

Saran Profesi: Perencana Keuangan, Perawat, Guru, Bidang anak-anak, Konselor, Administratif, Hospitality


Pasangan/Partner Alami: ISFP atau INFP



15.ENFJ (Meyakinkan)

  • Kreatif, imajinatif, peka, sensitive, loyal. 
  • Pada umumnya peduli pada apa kata orang atau apa yang orang lain inginkan dan cenderung melakukan sesuatu dengan memperhatikan perasaan orang lain.
  • Pandai bergaul, meyakinkan, ramah, fun, populer, simpatik. Responsif pada kritik dan pujian.
  • Menyukai variasi dan tantangan baru.
  • Butuh apresiasi dan penerimaan.
Saran Pengembangan:
  • Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan orang lain. 
  • Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan orang lain. Jangan mudah kecewa jika mereka tidak seperti yang Anda inginkan.
  • Belajarlah untuk tegas dan mengambil keputusan. Menghadapi kritik dan konflik.
  • Jangan terlalu bersikap keras terhadap diri sendiri.

Saran Profesi: Konsultan, Psikolog, Konselor, Pengajar, Marketing, HRD, Event Coordinator, Entertainer, Penulis, Motivator


Pasangan/Partner Alami: INFP atau ISFP



16.ENTJ (Pemimpin Alami)

  • Tegas, asertif, to the point, jujur terus terang, obyektif, kritis, & punya standard tinggi. 
  • Dominan, kuat kemauannya, perfeksionis dan kompetitif. 
  • Tangguh, disiplin, dan sangat menghargai komitmen.
  • Cenderung menutupi perasaan dan menyembunyikan kelemahan.
  • Berkarisma, komunikasi baik, mampu menggerakkan orang.
  • Berbakat pemimpin.
Saran Pengembangan:
  • Belajarlah untuk relaks. Tidak perlu perfeksionis dan selalu kompetitif dengan semua orang. 
  • Ungkapkan perasaan Anda. Menyatakan perasaan bukanlah kelemahan.   
  • Belajarlah mengelola emosi Anda. Jangan mudah marah.
  • Belajarlah untuk menghargai dan mengapresiasi orang lain.
  • Jangan terlalu arogan dan menganggap remeh orang lain. Lihat sisi positifnya. Jangan hanya melihat benar dan salah saja.

Saran Profesi: Entrepreneur, Pengacara, Hakim, Konsultan, Pemimpin Organisasi, Business analyst, Bidang Finansial


Pasangan/Partner Alami: INTP atau ISTP


Sumber : 
http://tespsikologi.psikomedia.com/tes-MBTI/

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT