Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label People Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label People Development. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2024

How to Develop People John Maxwell - Cara Mengembangkan Tim Hebat di Perusahaan Anda



ACTION PLAN FOR LEADER (LEVEL 4) dari Coach John Maxwell

Hanya pemimpinlah yang bisa mengembangkan orang lain hingga menjadi pemimpin. Seseorang yang mempunyai maksud baik namun tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan sama sekali tidak bisa melatih orang lain untuk memimpin. Orang-orang yang mempelajari kepemimpinan tanpa mempraktikkannya tidak bisa memperlengkapi orang lain untuk memimpin, sama seperti pembaca buku masakan yang tidak pernah mencoba sendiri resep itu di dapur. Ia tidak akan bisa mengajari orang lain memasak. Tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami kepemimpinan hingga ia melakukannya. 

Dengan kata lain :

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENGENALI pemimpin lain (Merekrut dan Menempatkan) 

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENUNJUKKAN JALAN BAGI pemimpin lain (Menjadi Teladan dan Memperlengkapi)

✅Dibutuhkan seorang pemimpin untuk MENGEMBANGKAN pemimpin lain (Mengembangkan, Memberdayakan dan Mengukur) 



HOW TO DEVELOP PEOPLE

Jika Anda ingin memaksimalkan level Mengembangkan Orang Lain (Level 4) dan mengembangkan pemimpin, ikuti panduan berikut ini :

1. Perekrutan - temukan orang terbaik 

2. Penempatan - tempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat

3. Menjadi Teladan - menunjukkan cara untuk memimpin pada orang lain

4. Memperlengkapi - membantu yang lain melakukan pekerjaan mereka dengan baik

5. Mengembangkan - mengajari mereka untuk hidup dengan baik

6. Memberdayakan - membuat orang lain bisa meraih kesuksesan

7. Mengukur - mengevaluasi orang-orang yang sudah Anda kembangkan untuk memaksimalkan usaha mereka
 

Bagi yang berminat ulasan lebih detail dari 7 langkah-langkah di atas bisa tulis di komentar ya 


Jumat, 26 Januari 2024

How to Influence People John Maxwell - Cara Menjadi Pemimpin Berpengaruh di Perusahaan Anda




LEVEL-LEVEL PENGARUH DAN DAMPAKNYA

Kepemimpinan - penerapan khusus dari pengaruh - yang hanya dilandasi oleh posisi ada di level terendah. 

Kepemimpinan bertumbuh dan beranjak lebih tinggi saat Anda mengembangkan hubungan dengan orang lain.  Hal itu terjadi jika mereka mengizinkan Anda memimpin di luar batas deskripsi pekerjaan Anda. 

Saat Anda dan para pengikut Anda sama sama menjadi semakin produktif dalam bekerja, kepemimpinan Anda menanjak di level 3.

Lalu, ketika Anda mulai mengembangkan orang lain dan membantu mereka memaksimalkan potensi, kepemimpinan Anda bergerak naik ke level 4.

Hanya sedikit orang yang mencapai level 5, karena level itu mengharuskan kita menghabiskan waktu seumur hidup untuk mengembangkan orang lain hingga meraih potensi tertinggi mereka.

Pengaruh berfungi dengan cara yang sama dan bertumbuh secara bertahap. 


LEVEL 1 : MEMBERI TELADAN

Pertama-tama, kita dipengaruhi oleh apa yang kita lihat. Jika Anda punya anak, mungkin Anda sudah mengamati hal ini. Apa pun yang Anda katakan pada anak-anak Anda untuk mereka lakukan, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda lakukan

Hampir semua orang yang melihat Anda bersikap positif, tepercaya, serta memiliki kualitas terpuji pasti akan memandang Anda sebagai pribadi yang berpengaruh dalam hidup mereka. Semakin mereka mengenal Anda, semakin besar kredibilitas Anda dan semakin tinggi pula level pengaruh Anda. 


LEVEL 2 : MEMBERI MOTIVASI

Jika Anda ingin membuat dampak yang berarti pada kehidupan orang lain, Anda harus melakukannya dari dekat. 

Anda menjadi pribadi berpengaruh yang memotivasi dengan mendukung orang lain dan berkomunikasi hati ke hati dengan mereka. 

Proses ini melakukan dua hal :

- Membangun jembatan antara Anda dan mereka

- Membangun kepercayaan diri dan perasaan berharga dalam diri mereka. 

Ketika orang lain merasa nyaman dengan Anda dan diri mereka sendiri saat bersama-sama dengan Anda, level pengaruh Anda akan meningkat drastis. 


LEVEL 3 : MENJADI MENTOR

Ketika Anda menjadi teladan integritas dan berhasil mencapai level pengaruh karena memotivasi orang lain, Anda mulai melihat dampak positif dalam hidup mereka. Untuk meningkatkan pengaruh itu dan membuatnya bertahan lama, Anda harus bergerak ke level pengaruh yang lebih tinggi, yaitu menjadi mentor sebagai pembimbing. 

Membimbing berarti mencurahkan hidup Anda bagi orang lain dan membantu mereka memaksimalkan potensi. Saat Anda memberi diri, membantu mereka mengatasi rintangan kehidupan, serta mengajari mereka cara bertumbuh secara pribadi dan profesional, Anda membantu mereka mencapai level kehidupan yang lebih tinggi. Anda benar-benar dapat memantik perubahan dalam hidup mereka. 

4 cara melakukan mentoring :

- Mengembangkan orang lain
- Mengarahkan mereka melewati masalah hidup
- Menjalin hubungan dengan mereka pada tingkat yang lebih mendalam
- Memampukan mereka meraih potensi tertinggi


LEVEL 4 : MELIPATGANDAKAN

Level pengaruh tertinggi yang dapat Anda miliki dalam hidup orang lain adalah melipatgandakan, Anda membantu orang yang Anda pengaruhi untuk menjadi pribadi yang menanamkan pengaruh positif dalam hidup orang lain dan meneruskan bimbingan yang telah mereka terima dari Anda, lengkap dengan apa yang mereka pelajari dan kumpulkan sendiri. 

Banyak orang hidup dalam modus memelihara. Tujuan utama mereka adalah mencegah kemunduran, bukan berusaha membuat kemajuan. Jika ingin berdampak, Anda harus berjuang menjadi pribadi yang melipatgandakan. 

Hanya segelintir orang yang berhasil sampai ke level pengaruh keempat, tetapi semua orang bisa melakukannya. Yang kita perlukan hanyalah sikap tidak mementingkan diri sendiri, murah hati, dan mau berkomitmen. Juga perlu waktu. Untuk bergerak menaiki level pengaruh terhadap sesama, Anda harus lebih memperhatikan setiap individu. 

Mencetak pemimpin adalah tugas terpenting dari setiap pribadi berpengaruh. Jika ingin menanamkan pengaruh, Anda harus berkomitmen untuk mengembangkan pemimpin. 


10 CARA MENJADI PRIBADI BERPENGARUH

Menjadi pribadi berpengaruh artinya :

1. Menjadi teladan integritas bagi semua orang yang berhubungan dengan Anda. 
2. Membimbing orang-orang dalam hidup Anda agar mereka merasa dihargai. 
3. Menunjukkan keyakinan pada mereka agar mereka percaya diri. 
4. Mendengarkan mereka agar Anda bisa membangun hubungan dengan mereka. 
5. Memahami mereka agar Anda dapat membantu mereka mewujudkan impian. 
6. Mengembangkan mereka demi meningkatkan potensi mereka. 
7. Mengarahkan mereka melewati kesulitan hidup sampai mereka bisa melakukannya sendiri. 
8. Menjalin hubungan dengan mereka agar Anda dapat mengangkat mereka ke tingkat yang lebih tinggi. 
9. Memampukan mereka memenuhi tujuan mereka diciptakan. 
10. Mencetak pemimpin agar pengaruh Anda terus bertumbuh melalui orang lain.

Selasa, 26 Januari 2021

Transformasi Kepemimpinan LeaderSHIFT John Maxwell - Memimpin Generasi Milenial Part 1

 



LEADERSHIFT - TRANSFORMASI FOKUS


MENAMBAHKAN NILAI KEPADA ORANG LAIN DENGAN MENJADI YANG PERTAMA MEMBERI BANTUAN

Kepada Siapa Anda Bisa Menambahkan Nilai Hari Ini ?

Seperti yang telah diajarkan John Maxwell,
kita mengawali dengan berubah dari solois menjadi konduktor
saat memiliki misi menambahkan nilai kepada orang lain.

Jika kita ingin memimpin orang lain, memperhatikan orang-orang di sekitar kita menjadi sangat penting.

Salah satu cara paling sederhana dan paling efektif untuk menambahkan nilai kepada orang-orang adalah menawarkan bantuan dalam masa-masa sulit. Tetapi mengetahui cara dan waktu untuk menambahkan nilai membutuhkan tekad.

Untuk menerapkan materi bab ini, kenalilah orang-orang Anda sehingga Anda bisa menjadi orang pertama yang memberikan bantuan. Di buku catatan atau komputer Anda, tuliskan nama-nama orang yang Anda pimpin sehari-hari. Ini bisa jadi di rumah, kantor, atau di komunitas.

Anda perlu menginvestasikan waktu untuk mengetahui cara Anda bisa lebih membantu orang lain.

Pilih tiga nama dari daftar Anda dan jadwalkan waktu untuk bertemu dengan ketiga orang tersebut.
Anda hanya butuh sekitar 5-10 menit untuk menanyakan hal-hal ini kepada mereka:

- Di mana Anda merasa paling butuh bantuan dalam pekerjaan sehari-hari ?
- Di mana Anda merasa paling butuh bantuan dalam pekerjaan mingguan ?
- Di mana Anda merasa paling butuh bantuan dalam rentang bulanan?
- Apa yang secara khusus bisa saya lakukan sebagai pemimpin Anda untuk membantu di area-area tersebut?



Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM, Pengembangan Diri dan Leadership secara GRATIS.

Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 

Halaman Facebook 

Channel Telegram (GABUNG bersama lebih dari 1.000 Member lainnya)


Berminat belajar Leadership & People Development based John C Maxwell bersama Coach Helmi Wandara, Certified EQUIP LEADER Program by John Maxwell.

Hubungi :

Ringga Arie ,S.E
HRM Learning Partner
WhatsApp 085852316552


Jumat, 02 Oktober 2020

Hubungan HRD dan Organization Development (OD) Dalam Perusahaan

Organization Development Framework




artikel oleh :

Ryan Martian
- HR and Business Consultant
- Talents Mapping Practitioner


Hubungan OD dan HRD-Dalam beberapa kasus dan sesi consulting, para pemilik bisnis mengeluhkan timnya yang tidak kompeten dan berkinerja rendah kemudian meminta saya dan tim untuk membenahi system SDMnya agar kinerja organisasi berkembang dan bertumbuh, entah dengan meminta pelatihan, melakukan coaching bahkan melakukan penataan system SDMnya.

Namun sering kali saya temukan justru akar permasalahannya bukan kepada timnya atau bagian manajemen SDM yang bermasalah, melainkan dari para pemilik bisnis dan para pemimpin bisnis itulah masalah sesungguhnya, mereka tidak memiili konsep bisnis yang jelas dan visi yang kuat atas bisnisnya. Kok bisa? Mari kita diskusikan…

Tim itu datang setelah organisasi ada, Manajemen Sumberdaya Manusia itu datang ketika bisnis mulai kompleks, para SDM hanya mengikuti aturan dan budaya yang sudah terbentuk terlebih dahulu, sehebat apapun manusianya jika organisasinya tidak menunjukkan iklim serta system kerja yang mendukung performa maka bisa dipastikan sumberdaya sehebat apapun lambat laun akan menurun performanya hingga akhirnya menyamaan diri dengan lingkungan kerjanya.

Sementara aturan dan budaya organisasi sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat para pemimpin dan para pendiri organisasi menancapkan pondasi yang kuat dalam bisnisnya, bagaimana para pemimpin menancapkan filosopi bisnisnya, memekikkan visi dan misinya, dan konsisten dengan budaya kerjanya, karena tanpa organisasi yang memiliki identitas yang jelas akan sulit juga membentuk tim kerja yang jelas.

Oleh karena itu, sebelum Anda menununtuk para manajer HR bekerja kerasa mengelola SDM anda dan sebelum anda meminta SDM menunjukkan kinerja terbaik, maka pertanyaan saya adalah sudahkah Anda memiliki strategi dan filosofi organisasi yang kuat? Sudahkan Anda menentukan kemana Anda mengarahkan bisnis Anda? Seperti apakah karakteristik dan budaya organisasi Anda? Apa nilai organisasi yang Anda perjuangkan? jika sudah maka tidaklah sulit mengarahkan para manajer menyusun HR System yang terbaik bagi organisasi Anda.

Karena menurut saya, tidak ada HR Manajemen yang tangguh tanpa Organizational Development yang utuh.


Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.

Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 

Halaman Facebook 

Channel Telegram (GABUNG bersama lebih dari 1.000 HRD dan Sahabat Pembelajar lainnya)


Berminat belajar HRM 4.0 bersama Pak Ryan Martian.

Hubungi :

Ringga Arie ,S.E
HRM Learning Partner
WhatsApp 085852316552

Jumat, 07 Agustus 2020

GRATIS Kelas Online TRAIN THE TRAINER - Modul Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed)



GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan juga sudah Subcribe & Like, kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552

Selasa, 02 April 2019

PEOPLE DEVELOPMENT - PERAN KETIGA TRAINER SEBAGAI RESPOND LEARNER NEEDS (PART 4)



Artikel Oleh :

Coach N. Kuswandi
- People Development Expert


Peran ketiga yang akan dimainkan oleh seorang trainer adalah responds learning needs - merespon kebutuhannya belajar trainee. Ingat bahwa training yang dilakukan bertujuan untuk menutup gap kompetensi trainee. Artinya fokus training sudah memang seharusnya berada pada trainee.

Lebih jauh lagi, saat peserta training adalah orang dewasa, keinginan mereka dalam belajar adalah segera memanfaatkan hasil belajarnya. Sehingga proses belajarnya senantiasa berorientasi pada realitas yang dihadapi trainee. Peran trainer disini adalah merespons kebutuhan tersebut.

Cara belajar orang dewasa ini tercermin dari kisah trilluner bernama Gabe Newell. Pria ini dikenal sebagai co-founder dari pengembang hub video game. Siapa yang tidak kenal dengan counter-strike? game dengan grafis pas-pasan namun tidak lekang oleh waktu. Game ini dibuat oleh Valve Corp. Pada saat kuliah di Harvard University, Gabe memutuskan untuk drop-out karena dia menganggap tidak mempelajari apapun selama kuliah. Di awal karir, ia bergabung dengan Microsoft, dan belajar segala sesuatu tentang pembuatan perangkat lunak. Setelah 13 tahun bekerja sambil belajar di Microsoft, ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan Valve. Sekarang, kekayaan Gabe Newell mencapai USD 1,26 miliar atau Rp16,38 triliun (kurs 1 USD = Rp13.000).

Bayangkan saja seandainya, trainee kita adalah orang dewasa seperti Gabe. Dia masuk ke dalam kelas training, dan tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Peristiwa berikutnya yang akan terjadi adalah dia keluar dari kelas atau bertahan di dalam kelas dan menjadi pengacau selama training.







Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi salah satu pembicara kondang saat ini juga mempraktikkan prinsip orang dewasa ingin segera memanfaatkan hasil belajarnya. Alih-alih berkhotbah selama berjam-jam yang bisa jadi khotbah yang disampaikan tidak menjadi kebutuhan belajar para santrinya, UAS lebih banyak memberi ruang untuk tanya jawab. Metode yang digunakan UAS ini secara langsung merespons kebutuhan belajar santrinya. Sehingga santri langsung bisa mempraktikkan jawaban yang diterima dari UAS.

Model seperti ini juga mulai diterapkan secara nasional di Firlandia. Negara yang diakui sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Di tahun 2017 kemarin, Firlandia mentransformasi sistem pendidikanya secara radikal. Jika matematika dianggap sebagai core ilmu di seluruh negara, tidak lagi di Firlandia. Semenjak tahun 2017, Firlandia tidak lagi menjadikan matematika sebagai mata pelajaran wajib bagi pelajar, karena tidak dianggap bahwa semua orang membutuhkan matematika. Masih ingat pada saat SMA mempelajar vector, x+y dan seterusnya yang ternyata tidak aplikatif untuk beberapa orang.

Lebih jauh lagi, Firlandia kemudian mencustome mata pelajaran ke dalam kebutuhan para siswanya. Bukan sekolah yang menyediakan "menu" pembelajaran, namun siswa lah yang memilih "masakan' seperti apa. Sehingga seluruh siswa langsung merasa bahwa kebutuhan belajarnya di respon. Sampai saat ini, hanya di Firlandia yang secara masif bisa mengapllikasikan cara belajar orang dewasa

Bagaimana mengaplikasikan peran trainer ini ke dalam trainer competencies?


Sumber :
*Buku People Development Handbook - Mengungkap Rahasia Para Professional Trainer Mendelivery High Impact Learning Program

Sabtu, 02 Februari 2019

Kelas Online Training for Trainer dan Public Speaker bersama Coach Hari Subagya




Tidak terbayang, betapa beruntungnya Anda yang bergabung dalam TOT ONLINE (TRAINING FOR TRAINER & PUBLIC SPEAKER) by Hari Subagya.

Bayangkan apa yang akan anda dapatkan dalam 6 bulan ini! Anda khususnya Para Trainer, HRD, Motivator, Coach, Dosen, Guru dan Para Pembicara ini akan terus mendapatkan inspirasi, ilmu dan pengalaman teruji dari berbagai aspek dunia Training/pelatihan

* Bagaimana Opening yang kuat.
* Strategi conditioning peserta
* mengatur Layout yang cocok
* Bagaimana menarik kembali peserta agar fokus
* 2 Hal yang sangat penting dalam Attractiveness pembicara
* Cara menjawab pertanyaan Aneh
* Cara menjawab pertanyaan sok tahu
* Cara menjawab pertanyaan menguji
* Cara menjawab pertanyaan pamer
* Percaya Diri itu sumbernya Apa?
* Unsur unsur dalam suara yang bisa membantu kebutuhan Anda
* Teknik teknik yang membuat CONTENT anda menjadi lebih STRONG
* Teknik-teknik melumpuhkan musuh yang bersarang dipikiran audience
* Research Audience
* Pakaian Trainer. Apa plus minusnya suatu model tertentu
* Mengenal CUSTOMER yg Impresif dalam proses penjualan
* Membuat Proposal yang menjual.
* Pertanyaan yang mengunci saat anda menjual traning Anda
* Strategy Reorder bahkan long batch
* Apa saja yang bisa jadi Alat atau strategi CONTENT dari pelatihan Anda dipercaya.
* Bagaimana menyajikan materi training yang pas
* Outbound training
* Hal hal penting dalam kontempelasi (perenungan)
* Mengapa kontempelasi keren
* Aktivitas aktivitas training yang keren
* Role play yang menghibur
* Role play yang Serius
* FGD
* Auditory, Visual, Kenestetik, Bagaimana memuaskannya?
* Apa saja sih yg diperhatikan dalam Research
* Apa Saja yang membuat customer memilih Anda sebagai Tranernya.
* Entry Price bisa bikin Anda cepet kaya, namun bisa juga terpenjara
* Kalau Customer menawar harga, beberapa tips, malah bisa mendapatkan lebih.
* Supaya tidak menjadi TRAINER ketinggalan kereta.
* Simulasi
* Bagaimana memperluas learning zone
* Mengapa Humor dibutuhkan
* Bagaimana teknik teknik Humor dalam training dan public speaking.
* Apa yang tidak boleh dalam mendeliver humor
* Apa yang membuat humor anda tidak OK atau bahkan lemah
* Bagaimana menyiasati kalau humor Anda tidak mendapatkan sambutan, justru malah menjadi peluang humor yang double power
* Bagaimana Branding untuk seorang trainer itu bisa cepat dalam penetrasi
* Apa strategy REBOUNCH jika Anda sudah mulai decline
* Apa yang membedakan ice breaking, energizer dan games.
* Bagaimana Aplikasinya
* Bagaimana PRICING yang bijak untuk seorang trainer
* Bagaimana membangun hubungan dengan EO/TO
* Bagaimana Cara NABI mengajar
* Hubungan menulis buku dan training
* Bagaimana menghasilkan 1 Milyar atau lebih dari dunia Training.
* Logistik dunia training
* Menyiapkan public training, haruskah repot?
* Manfaat public training.
* Memanfaatkan closing yang kuat
* Strategi dapat penilaian maximal dari audience
* Mendapatkan Standing Ovation
* Mendapatkan Standing Ovation 99% dapat (insyaAllah)
* Mencari sumber sumber materi training
* Kekuatan Survey
* Kekuatan Metapore
* Kelihaian membuat analogi
* Memainkan Prepektif baru
* Memainkan prepektif berlawanan (melawan arus)
* Teknik membangun kesabaran
* Lagu dan menyanyi
* Nilai dari pengalaman
* Mendapatkan Jam terbang yang baik bagi pemula
* Jika berbicara dengan beberapa pembicara
* Cara membuat impresi Special untuk customer
* Hal hal yang PANTANG sebagai pembicara di depan panggung
* Tentang FlipChart
* Tentang Slide dari berbagai aspek
* Tentang menginap
* Tentang penerbangan
* Tentang Asisten dan team support
* Tentang Aspek bisnis
* Etika dan menjaga reputasi
* Apa yang seharusnya dilakukan dalam closing
* Hubungan closing dengan durasi pelatihan dan tema
* Strategi :Teknik audience besar dan audience kecil
* Bagaimana mencari gambar
* Bagaimana membuat video training
Ya tentu masih banyak lagi Soal dalam dunia Training.

Bayangkan selama 6 Bulan anda akan mendapatkan inspirasi, tips, sharing pengalaman.
Teman Trainer saya menegur "Kok murah banget Pak Hari. Ini rincian ongkos produksinya saja lebih besar banget malah dibanding total investasi peserta maximal". Dia belum tahu. Nanti juga kita ungkap ya di salah satu materi. Dimana letak untungnya dan bagaimana saya tetap ingin melakukan Train The Trainer Online ini. Plus Tips Tips dalam membuat Training Online. Anda yg berkesempatan gabung akan merasakannya, dan tentu anda akan mendapat inspirasinya. Dunia digital tak bisa dibendung, kita harus berselancar di atas ombak dan gelombang perubahan.

WOW! 6 Bulan ini InsyaAllah saya dan teman teman akan mendapatkan inspirasi-inspirasi penting, berdasarkan jam terbang saya dan pengalaman saya, berdasarkan ilmu yang saya pelajari dan praktekan. Termasuk ketika saya gagal, bagaimana menyiasatinya.

6 Bulan bukan waktu yang sebentar. Beberapa Training Online diluaran sana, anda akan menemukan hanya dalam durasi 1 atau 3 hari. Ini 6 Bulan. Dan saya berjanji akan ada sekitar 1000 Postingan permanfaat.

Selamat BERGABUNG ! Saya yakin Anda akan menjadi TRANER yang beruntung.
Saya yakin Anda akan segera TAKE ACTION!!!
Sampai Jumpa di Kelas Online....

Diakhir Sesi ini. Jika Anda merasa tidak mendapat manfaat, maka Anda berhak kembali uang anda 100% . Saya akan transfer balik tanpa pertanyaan. HALAL YA!

Video Cuplikan Kelas Online ini bisa Anda lihat di YouTube

Berminat mendapatkan GRATIS video lainnya

Hubungi :

Ringga Arie
Learning Partner

Info Detail Kelas Online Training for Trainer bisa di lihat :

PEOPLE DEVELOPMENT - PERAN KEDUA TRAINER SEBAGAI PROMOTE BEHAVIOR CHANGE (PART 3)



Artikel Oleh :

Coach N. Kuswandi
- People Development Expert
- Penulis Buku Coaching Handbook - Pembahasan Coach Competency dari Internasional Coach Federation
:diamond_shape_with_a_dot_in


Wave of change, ocean of opportunity - badai perubahan, lautan kesempatan, begitulah quote yang sangat relevan untuk era VUCA (volatil, uncertainly, complex, ambigu). Perubahan tersebut juga terasa di dunia Learning and Development. Deloit, sebagai multinational consultant bahkan menggambarkan secara masif, lima perubahan besar learning and development dalam 17 tahun terakhir (era e-learning, era talent management, era continuous learning, era digital learning dan sebentar lagi akan muncul artificial learning). Artinya tiap 3.5 tahun sekali era learning telah berubah. Kalau diibaratkan "belum selesai belajar dan implementasi satu evolusi learning and development sudah berpindah ke evolusi berikutnya".


Ada yang memandang perubahan ini sebagai gelombang ancaman, namun ada juga yang memandang bahwa perubahan tersebut adalah lautan peluang. Dan orang-orang yang berselancar dalam lautan peluang dengan "embrace" tantangan kemudian disebut sebagai paradoc navigator.



Dalam kontek learning and development para paradoc navigator tersebut punya fleksibilitas untuk terus belajar, tak terkecuali membawa paradoc paradigma mendelivery learning and development. Kemarin saya telah share bahwa satu peran seorang facilitator adalah create safe learning environment. Maka dikesempatan kali ini saya ingin share tentang paradigma peran kedua seorang facilitator *Promote Behavior Change. Peran ini menjadi kritikal, karena saat facilitator mampu memainkan peran ini maka tujuan learning pada level ketiga (behavior change) dan level ke empat (business result) akan tercapai.



Ingat bahwa ilmu itu ibarat pohon yang kuat, dan buahnya adalah menjalankan ilmu tadi. Mengajarkan trainee kita tentang ilmu membuat mereka menjadi pohon yang kuat. Dan pohon yang kuat akan lebih bermanfaat saat berbuah. Bayangkan saja bagaimana merasa ruginya orang yang membiayai pendidikan trainee namun perilaku trainee tidak berubah. Disinilah peran facilitator yang promote behavior change menjadi penting.












Sekarang bagaimana melakukan peran tersebut? Peran ini sebenarnya sangat erat kaitannya dengan ilmu influencing. Dan Anda bisa mengaplikasikan aneka pendekatan influencing yang telah dibuktikan dengan riset yang mumpuni. Dua tokoh psikologi yang memiliki pengakuan terhadap hal tersebut adalah Garry Yukl dan Cialdini. Saya pernah membahas salah satu taktik Garry Yukl pada buku saya yang berjudul *Coaching Handbook* (satu satunya buku yang membahas coaching competency dari International Coach Federation), maka izinkan kali ini saya berbagi tentang salah satu jurus promote behavior change yang diperkenalkan oleh Cialdini. Dari riset yang dia lakukan, Cialdini menemukan enam cara menginfluence orang yaitu otoritas, rasa suka (perhatikan bahwa cara ini bisa dilakukan dengan mengimplementasikan create safe learning environment), timbal balik, kelangkaan, konsistensi dan bukti sosial. Ingat kita punya peran mempengaruhi, namun kesiapan perubahan perilaku bukanlah keputusan facilitator, namun seorang trainee.



Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia tidak bisa mempengaruhi pamannya banyak membantunya, Abu Tholib. Hingga Allah SWT menurunkan ayat khusus terkait hal tersebut,



"Innaka la tahdi man ahbabta, walakinnallaha yahdi mai yasha."



"Sesungguhnya kau takkan dapat memberi hidayah pada orang yang kau sayangi, tetapi Allahlah yang memberi hidayah kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki" (QS Al Qoshos 56-57)



Inilah yang juga menyebabkan peran seorang facilitator disebut sebagai Promote behavior Change. Karena peran kita sebagai seorang facilitator adalah promosi bukan change.



Sumber :

*Buku People Development Handbook - Mengungkap Rahasia Para Professional Trainer Mendelivery High Impact Learning Program

Selasa, 15 Januari 2019

PEOPLE DEVELOPMENT - PERAN TRAINER SEBAGAI CREATE SAFE LEARNING ENVIRONMENT (PART 2)



Artikel oleh :

Coach N. Kuswandi
- People Development Expert
- Penulis Buku Coaching Handbook - Pembahasan Coach Competency dari Internasional Coach Federation


Apa peran seorang trainer? Ini adalah pertanyaan sejuta dolar. Karena dengan menemukan dan memahami jawaban pertanyaan ini akan membuat peran Anda sebagai seorang trainer menjadi lebih efektif. Jawaban pertanyaan ini bisa ditemukan dari hasil akhir yang diharapkan dari sebuah proses learning and development.

Dan tujuan itu telah dipolakan dengan begitu cantik oleh seorang pakar learning and development bernama Kirkpatrick. Beliau memperkenalkan empat tujuan yang kemudian disebut sebagai empat level evaluasi Kirkpatrick. Level pertama adalah reaction, trainee bereaksi positif terhadap training yang diberikan. Level kedua adalah knowledge, setelah training trainee mendapatkan pengetahuan atau skill baru. Level ketiga adalah behavior change, ada perilaku baru sebagai dampak pengetahuan dan ketrampilan yang dipelajari. Dan level terakhir adalah result, perubahan perilaku tersebut membawa dampak positif terhadap performance.

Dari empat evaluasi tersebut, jelaslah bahwa seorang trainer memiliki tiga peran utama. Peran pertama adalah create safe learning environment. Peran kedua adalah responds learner needs. Dan peran terakhir adalah promote behavior change.


Peran pertama, create safe learning environment sangat erat kaitannya dengan tujuan training level pertama, reaction. Perlu digarisbawahi bahwa safe learning environment tidak hanya berhubungan dengan keamanan fisik, namun juga keamanan psikologis. Tentunya Anda sering dengar dengan istilah "Emosi positif belajar efektif". Keamanan psikologis berhubungan dengan menciptakan suasana belajar yang mampu menumbuhkan emosi positif.





GRATIS Buku Digital People Development Evolution - Rahasia Evolusi Trainer dalam Merancang Pelatihan Terbaik oleh Novianta Kuswandi







Saya ingin lebih dalam membahas tentang keamanan psikologis. Istilah "Keamanan Psikologis" digunakan oleh Amy Edmondson pada tahun 1996 di The Journal of Applied Behavior Science. Kemudian diadopsi oleh team People Analytics Google dalam project Aristotle. Para ahli perilaku karyawan Google tersebut ingin memetakan pola perilaku yang membuat 180 team memiliki indikator performance dan hubungan antar anggota team.


Pada awalnya mereka kebingungan mencari polanya. Sampai mereka menyadari bahwa mereka menggunakan indikator yang salah. Indikator awal yang mereka gunakan adalah siapa orang-orang yang akan jadi bagian team yang baik, dari latar belakang apa, kepribadiannya seperti apa. Namun pola yang mereka temukan tidak saling berhubungan. "Siapa" yang berada dalam team tidak menjadi hal yang penting untuk menciptakan team yang baik. Hingga akhirnya, team people analytics mengukur dari indikator yang berbeda, yaitu "bagaimana". Mereka menemukan bahwa norma norma kelompok berperan kritis dalam pembentukan pengalaman emosional dan performance team.


Penemuan ini memunculkan pertanyaan baru, "norma seperti apa?" Dan pertanyaan itu yang dijawab Edmondson pada tahun 1999. Norma tersebut adalah "Keamanan Psikologis" - sebuah perasaan yakin tidak akan dipermalukan, ditolak, ataupun dihukum oleh anggota team yang lain karena angkat bicara.



Mari kita bawa dalam kontek training. Positif reaction sebagai salah satu tujuan training tidak akan tercapai kalau ada peserta yang merupakan anggota team pembelajaran merasa dipermalukan, ditolak, ataupun dihukum. Benar bahwa tempat yang bagus, makanan yang enak, slide yang bagus akan memunculkan positive reaction. Namun semua itu akan hilang seketika saat keamanan psikologis tidak tercipta. Sehingga dari awal training berlangsung, sudah menjadi peran wajib seorang trainer untuk Create Safe Learning Environment.


Sumber :
*Buku People Development Handbook - Mengungkap Rahasia Para Professional Trainer Mendelivery High Impact Learning Program

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT