Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Corporate Trainer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corporate Trainer. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2025

Gratis Ebook Training Skill

 

Ebook Magnet Training



Ebook Attractive Training






Berikut Buku Digital Training Skill karya Master Trainer Hari Subagya

✅ Ebook Creating Hahaha – 52 teknik humor yang membuat training Anda lebih hidup, interaktif, dan menarik. (Buku Cetak Diterbitkan oleh Gramedia Grup)

✅ Ebook Attractive Delivery & Strong Content – Kuasai teknik menyampaikan materi dengan kuat dan berkesan.
 
✅ Ebook Magnet Training – Rahasia menjadi trainer yang selalu dicari dan dinantikan audiens.

✅ Ebook Trainerpreneur – Panduan membangun bisnis training yang sukses dan menguntungkan.

✅ Ebook Return on Training Investment - Panduan lengkap mengubah pelatihan menjadi investasi bernilai.






ADVANCED Training of Trainer & Public Speaker 

Sertifikasi Certified Trainer (CT) 

Mau lebih dalam belajar bersama Master Trainer Hari Subagya melalui 9 Video Pembelajaran berdurasi lebih dari 20 Jam. 

9 Materi Pembelajaran adalah sebagai berikut :

✅ Becoming Profesional Trainer
✅ Attractive Delivery & Strong Content
✅ 19 Teknik Mendapatkan Respon Positif dari Audiens
✅ 50 Teknik Humor Training
✅ Upskilling Trainer
✅ Magnet Training
✅ 7 Pipa Order Training
✅ Marketing Yourself
✅ Advanced Training of Trainer & Public Speaker


Investasi SPESIAL MINGGU INI untuk Anda 285.000
Jangan Tunggu Harga Normal 2.000.000

Berminat Segera Hubungi :

Ringga Arie

Sabtu, 28 Mei 2022

Formulir Pelatihan Training Evaluation Level 3 Action Plan




Formulir Evaluasi Pelatihan Level 3



Bagi Anda yang berminat belajar Manajemen SDM dan HRD secara GRATIS 

Saya juga bagikan GRATIS Ebook Panduan Implementasi Action Plan (Rencana Aksi setelah Pelatihan untuk Trainee)

Segera Gabung Halaman Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
 

Jumat, 13 Mei 2022

Rabu, 20 April 2022

Minggu, 03 April 2022

GRATIS Kelas Online TRAIN THE TRAINER - High Performance Learning

 



GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (Developing People with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan pastikan sudah SUBSCRIBE & LIKE. Kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552 untuk kami kirimkan GRATIS Sertifikat Digital.

Sabtu, 02 April 2022

GRATIS Kelas Online TRAIN THE TRAINER - People Development with Training




 


GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan pastikan sudah SUBSCRIBE & LIKE. Kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552 untuk kami kirimkan GRATIS Sertifikat Digital.

Jumat, 07 Agustus 2020

GRATIS Kelas Online TRAIN THE TRAINER - Modul Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed)



GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan juga sudah Subcribe & Like, kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552

Selasa, 14 Januari 2020

LEARNING DESIGN - SEBENARNYA TRAINING ITU MENANGANI APA ?




SEBENARNYA TRAINING ITU MENANGANI APA ?

Artikel oleh :

SURYA KRESNANDA 
- Professional Learning Designer
- Penulis Buku "WHY TRAINING FAILS? AND WHAT TO DO ABOUT IT"


Berdasarkan Dr. Leonard Nadler, Training didefinisikan sebagai:

“Training is learning that is provided in order to improve performance on the present job.”

kata kunci di sana adalah performance (Kinerja). Kata Training memang akan selalu nyambung dengan Kinerja. Sebuah Training ada dengan maksud agar Kinerja di tempat kerja dan kehidupan meningkat. Simple, namun tak sesederhana itu.

Kinerja (Performance) adalah perpaduan antara peningkatan Kompetensi (Competency) dan lahirnya Perilaku (Behavior). Peningkatan Kompetensi dimaksudkan untuk mendukung hadirnya Perilaku baru, sehingga dengan Perilaku baru itu Kinerja pun meningkat.

Pertanyaannya, peningkatan Kompetensi seperti apa yang perlu dihasilkan sebuah Training? karena tak jarang Training berlangsung, Kompetensi meningkat, tapi Kinerja tak berubah.

Maka Trainer perlu mengecek Perilaku apa yang dibutuhkan peserta training dalam kerja sehari-hari di lapangan untuk menghasilkan Kinerja yang baik. Hal ini dapat diketahui dengan mengecek masalah dan tantangan apa yang dialami riil oleh mereka.

Sebut saja seorang Supervisor dianggap berkinerja baik jika pekerjaan lapangan yang dipimpinnya selesai tepat waktu dengan standard minimal tertentu. Itu tuntutan Kinerjanya. Untuk dapat mencapai Kinerja itu, Perilaku apa yang perlu dimiliki? ini kontekstual banget.

Bisa jadi sang Supervisor tidak mampu berkomunikasi dengan efektif dalam mendelegasikan tugas sehingga terjadi kesalahpahaman di kalangan pekerjanya. 

Bisa jadi karena sang Supervisor enggan menyuruh bawahannya dikarenakan usia bawahan lebih tua, sehingga sungkan. Akibatnya malah dikerjakan semua sendiri. Hasilnya bagus tapi jadi terlambat.

Bisa jadi juga sang Supervisor sudah mendelegasikan dengan baik namun lemah dalam melakukan kontrol.

Tiga kasus itu, masing-masing butuh Perilaku baru berbeda-beda.

Yang pertama Perilaku yang dibutuhkan adalah "Menyampaikan informasi delegasi dengan bahasa mudah dipahami".

Kasus kedua, butuh Perilaku, "Berani bersikap tegas pada bawahan yang lebih senior dan membangun komunikasi asertif".

Ketiga beda lagi, butuh Perilaku baru "Disiplin dalam kontrol pekerjaan bawahan".

Berarti masing-masing membutuhkan peningkatan Kompetensi berbeda-beda. Otomatis Desain Trainingnya juga berbeda.

Belum lagi jika ternyata problemnya bukan sekedar lemah dalam melakukan kontrol, tapi itu hanya gejala yang berakar pada lemahnya manajemen diri dan manajemen waktu, bisa beda lagi Kompetensi yang dibutuhkan. Desain Trainingnya beda lagi.

Inilah salah satu hal kenapa Training bisa Gagal memenuhi tugasnya. Trainer kadang terlalu cepat menyimpulkan bahwa, "Mereka butuh Training ini!" tanpa mengecek dahulu seperti apa permasalahan peserta di lapangan. Lebih gawat lagi, Trainer kemana-mana sudah membawa modul training baku yang dianggap bisa menyelesaikan segala permasalahan. 

Hanya itu saja yang menyebabkan Training Gagal?

Sebenarnya masih banyak lagi. Secara garis besar jika disarikan, ada 7 hal yang paling sering dilakukan Trainer dan malah menyebabkan Training mengalami ke-Gagal-an.

Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat bagi rekan semuanya.



Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.

Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 

Halaman Facebook 
https://www.facebook.com/YoungHRDIndonesia

Channel Telegram
https://t.me/YoungHRDIndonesia

Berminat belajar Learning Design bersama Pak Surya Kresnanda.

Hubungi :

Ringga Arie ,S.E
HRM Learning Partner
http://wa.me/6285852316552

LEARNING DESIGN - DESAIN PELATIHAN ITU TIDAK ASAL SERU





DESAIN PELATIHAN ITU TIDAK ASAL SERU

Artikel oleh :

SURYA KRESNANDA 
- Professional Learning Designer
- Penulis Buku "WHY TRAINING FAILS? AND WHAT TO DO ABOUT IT"


“Kenapa pakai Role Play?” tanyaku pada seorang teman yang berprofesi sebagai Trainer, di suatu siang.

“Biar seru aja, habisnya dari pagi sesi ceramah mulu!”

‘Biar Seru’. Jawaban ini sangat sering saya terima saat berdiskusi dengan rekan Trainer tentang bagaimana ia mendesain pelatihannya. Jawaban itu jelas menunjukkan bahwa pelatihan baginya adalah ajang seru-seruan.

Padahal pelatihan itu ada tuntutannya. Ada harapan kenapa klien meminta kita memberikan pelatihan di instansinya. Ada keinginan yang ingin dicapai saat masyarakat membeli tiket pelatihan publik (public training), dan tentu harapan serta keinginan itu bukan sekedar agar kita bisa menyajikan aktivitas yang seru.

Desain Pelatihan itu ada seninya, bagaimana kita menyusun dan merancang serta merencanakan proses belajar dan berlatih dalam waktu terbatas sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai, dan mampu berdampak peningkatan kinerja secara efektif dan efisien.


Desain Pelatihan bukan asal seru !


Desain Pelatihan perlu dipikirkan matang dan strategis dan Desain Pelatihan sangat bisa dipelajari.

TRAINER Profesional (Eksternal dan Internal) wajib belajar kompetensi :

1) Melakukan analisis kebutuhan pelatihan.

2) Menentukan Learning Objective dan Level of Learning.

3) Merancang Learning Map sebagai whole picture dari pelatihan.

4) Menetapkan Metode yang tepat sesuai kebutuhan, belajar metode pembelajaran dan bagaimana menerapkannya..

5) Membuat Silabus Pelatihan dan menjadi panduan tertulis bagi Trainer.


Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.

Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 

Halaman Facebook 
https://www.facebook.com/YoungHRDIndonesia

Channel Telegram
https://t.me/YoungHRDIndonesia

Berminat belajar Learning Design bersama Pak Surya Kresnanda.

Hubungi :

Ringga Arie ,S.E
HRM Learning Partner
http://wa.me/6285852316552

Selasa, 02 April 2019

PEOPLE DEVELOPMENT - PERAN KETIGA TRAINER SEBAGAI RESPOND LEARNER NEEDS (PART 4)



Artikel Oleh :

Coach N. Kuswandi
- People Development Expert


Peran ketiga yang akan dimainkan oleh seorang trainer adalah responds learning needs - merespon kebutuhannya belajar trainee. Ingat bahwa training yang dilakukan bertujuan untuk menutup gap kompetensi trainee. Artinya fokus training sudah memang seharusnya berada pada trainee.

Lebih jauh lagi, saat peserta training adalah orang dewasa, keinginan mereka dalam belajar adalah segera memanfaatkan hasil belajarnya. Sehingga proses belajarnya senantiasa berorientasi pada realitas yang dihadapi trainee. Peran trainer disini adalah merespons kebutuhan tersebut.

Cara belajar orang dewasa ini tercermin dari kisah trilluner bernama Gabe Newell. Pria ini dikenal sebagai co-founder dari pengembang hub video game. Siapa yang tidak kenal dengan counter-strike? game dengan grafis pas-pasan namun tidak lekang oleh waktu. Game ini dibuat oleh Valve Corp. Pada saat kuliah di Harvard University, Gabe memutuskan untuk drop-out karena dia menganggap tidak mempelajari apapun selama kuliah. Di awal karir, ia bergabung dengan Microsoft, dan belajar segala sesuatu tentang pembuatan perangkat lunak. Setelah 13 tahun bekerja sambil belajar di Microsoft, ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan Valve. Sekarang, kekayaan Gabe Newell mencapai USD 1,26 miliar atau Rp16,38 triliun (kurs 1 USD = Rp13.000).

Bayangkan saja seandainya, trainee kita adalah orang dewasa seperti Gabe. Dia masuk ke dalam kelas training, dan tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Peristiwa berikutnya yang akan terjadi adalah dia keluar dari kelas atau bertahan di dalam kelas dan menjadi pengacau selama training.







Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menjadi salah satu pembicara kondang saat ini juga mempraktikkan prinsip orang dewasa ingin segera memanfaatkan hasil belajarnya. Alih-alih berkhotbah selama berjam-jam yang bisa jadi khotbah yang disampaikan tidak menjadi kebutuhan belajar para santrinya, UAS lebih banyak memberi ruang untuk tanya jawab. Metode yang digunakan UAS ini secara langsung merespons kebutuhan belajar santrinya. Sehingga santri langsung bisa mempraktikkan jawaban yang diterima dari UAS.

Model seperti ini juga mulai diterapkan secara nasional di Firlandia. Negara yang diakui sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Di tahun 2017 kemarin, Firlandia mentransformasi sistem pendidikanya secara radikal. Jika matematika dianggap sebagai core ilmu di seluruh negara, tidak lagi di Firlandia. Semenjak tahun 2017, Firlandia tidak lagi menjadikan matematika sebagai mata pelajaran wajib bagi pelajar, karena tidak dianggap bahwa semua orang membutuhkan matematika. Masih ingat pada saat SMA mempelajar vector, x+y dan seterusnya yang ternyata tidak aplikatif untuk beberapa orang.

Lebih jauh lagi, Firlandia kemudian mencustome mata pelajaran ke dalam kebutuhan para siswanya. Bukan sekolah yang menyediakan "menu" pembelajaran, namun siswa lah yang memilih "masakan' seperti apa. Sehingga seluruh siswa langsung merasa bahwa kebutuhan belajarnya di respon. Sampai saat ini, hanya di Firlandia yang secara masif bisa mengapllikasikan cara belajar orang dewasa

Bagaimana mengaplikasikan peran trainer ini ke dalam trainer competencies?


Sumber :
*Buku People Development Handbook - Mengungkap Rahasia Para Professional Trainer Mendelivery High Impact Learning Program

Sabtu, 02 Februari 2019

PEOPLE DEVELOPMENT - PERAN KEDUA TRAINER SEBAGAI PROMOTE BEHAVIOR CHANGE (PART 3)



Artikel Oleh :

Coach N. Kuswandi
- People Development Expert
- Penulis Buku Coaching Handbook - Pembahasan Coach Competency dari Internasional Coach Federation
:diamond_shape_with_a_dot_in


Wave of change, ocean of opportunity - badai perubahan, lautan kesempatan, begitulah quote yang sangat relevan untuk era VUCA (volatil, uncertainly, complex, ambigu). Perubahan tersebut juga terasa di dunia Learning and Development. Deloit, sebagai multinational consultant bahkan menggambarkan secara masif, lima perubahan besar learning and development dalam 17 tahun terakhir (era e-learning, era talent management, era continuous learning, era digital learning dan sebentar lagi akan muncul artificial learning). Artinya tiap 3.5 tahun sekali era learning telah berubah. Kalau diibaratkan "belum selesai belajar dan implementasi satu evolusi learning and development sudah berpindah ke evolusi berikutnya".


Ada yang memandang perubahan ini sebagai gelombang ancaman, namun ada juga yang memandang bahwa perubahan tersebut adalah lautan peluang. Dan orang-orang yang berselancar dalam lautan peluang dengan "embrace" tantangan kemudian disebut sebagai paradoc navigator.



Dalam kontek learning and development para paradoc navigator tersebut punya fleksibilitas untuk terus belajar, tak terkecuali membawa paradoc paradigma mendelivery learning and development. Kemarin saya telah share bahwa satu peran seorang facilitator adalah create safe learning environment. Maka dikesempatan kali ini saya ingin share tentang paradigma peran kedua seorang facilitator *Promote Behavior Change. Peran ini menjadi kritikal, karena saat facilitator mampu memainkan peran ini maka tujuan learning pada level ketiga (behavior change) dan level ke empat (business result) akan tercapai.



Ingat bahwa ilmu itu ibarat pohon yang kuat, dan buahnya adalah menjalankan ilmu tadi. Mengajarkan trainee kita tentang ilmu membuat mereka menjadi pohon yang kuat. Dan pohon yang kuat akan lebih bermanfaat saat berbuah. Bayangkan saja bagaimana merasa ruginya orang yang membiayai pendidikan trainee namun perilaku trainee tidak berubah. Disinilah peran facilitator yang promote behavior change menjadi penting.












Sekarang bagaimana melakukan peran tersebut? Peran ini sebenarnya sangat erat kaitannya dengan ilmu influencing. Dan Anda bisa mengaplikasikan aneka pendekatan influencing yang telah dibuktikan dengan riset yang mumpuni. Dua tokoh psikologi yang memiliki pengakuan terhadap hal tersebut adalah Garry Yukl dan Cialdini. Saya pernah membahas salah satu taktik Garry Yukl pada buku saya yang berjudul *Coaching Handbook* (satu satunya buku yang membahas coaching competency dari International Coach Federation), maka izinkan kali ini saya berbagi tentang salah satu jurus promote behavior change yang diperkenalkan oleh Cialdini. Dari riset yang dia lakukan, Cialdini menemukan enam cara menginfluence orang yaitu otoritas, rasa suka (perhatikan bahwa cara ini bisa dilakukan dengan mengimplementasikan create safe learning environment), timbal balik, kelangkaan, konsistensi dan bukti sosial. Ingat kita punya peran mempengaruhi, namun kesiapan perubahan perilaku bukanlah keputusan facilitator, namun seorang trainee.



Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia tidak bisa mempengaruhi pamannya banyak membantunya, Abu Tholib. Hingga Allah SWT menurunkan ayat khusus terkait hal tersebut,



"Innaka la tahdi man ahbabta, walakinnallaha yahdi mai yasha."



"Sesungguhnya kau takkan dapat memberi hidayah pada orang yang kau sayangi, tetapi Allahlah yang memberi hidayah kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki" (QS Al Qoshos 56-57)



Inilah yang juga menyebabkan peran seorang facilitator disebut sebagai Promote behavior Change. Karena peran kita sebagai seorang facilitator adalah promosi bukan change.



Sumber :

*Buku People Development Handbook - Mengungkap Rahasia Para Professional Trainer Mendelivery High Impact Learning Program

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT