Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Human Resource Business Partner (HRBP). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Human Resource Business Partner (HRBP). Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2023

KELAS BISNIS ONLINE

 





KELAS BISNIS ONLINE Modul DIGITAL MARKETING

Kumpulan panduan video tutorial yang membahas tentang berbagai peluang dan bisnis dunia digital di tahun 2022 dan juga membahas peluang bisnis yang bagus di tahun 2023 ini.

List Materi - Materi KELAS BISNIS ONLINE Modul DIGITAL MARKETING :

1. Basic Digital Marketing.

2. Langkah langkah Jualan dengan Digital Marketing.

3. Advanced Digital Marketing.

4. The Future of Digital Marketing

5. Tools yang Dibutuhkan Digital Marketing


INVESTASI TERHEMAT Kelas Bisnis Online Mastery (50 Modul Pembelajaran)

1. Mahir Website 2. Mahir Affiliate 3. Jago Ngemail 4. Jago Telegram 5. Jago Wa 6. Mahir Facebookan 7. Jago Ig 8. Membership Mastery 9. Jago Copywriting 10. Jago Landing Page 11. Jago Lead Magnet 12. Profitebel Online Marketing 13. Facebook Ads Mastery 14. Salespage Profits 15. Desain Grafis Profitebel 16. Traffic Mastery 17. Branding Marketing 18. 3000 Instant Leads 19. Funnel Mastery 20. 23000 Email Profits 21. Digital Marketing 22. Riset Mastery 23. Video Creation 24. Sales Letter Mastery 25. Jago Shopee 26. Jago Tokopedia 27. Jago Lazada 28. Jago Elementor 29. Viral Mastery 30. Sales Video Mastery 31. Profitebel Agency 32. 4000 Mail Profits 33. Productive Netpreneur 34. Webinar Profits 35. Wordpress Advanced 36. Powerpoint Mastermind 37. Canva Mastermind 38. Google Slides Mastermind 39. Free Traffic Money 40. Influencer Marketing 41. Telegram Domination 42. Automation List Building 43. Community Building 44. Content Building 45. Team Building Class 46. Canva Mobile Class 47. Internet Marketing Kickstart 48. Social Media Domination 49. Fb Grup Domination 50. Presentation Building

HANYA 175.000 saja

PROMO minggu ini 99.000 saja


Hubungi :

Ringga Arie, S.E

Founder KELAS BISNIS ONLINE

WhatsApp 085852316552


Kamis, 03 Februari 2022

GRATIS Kelas Online Human Resource Management

 

 

GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara









- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati https://youtu.be/-iKFx3hAPM8
- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia https://youtu.be/2o7klBwtvt0 - Pentingnya Peran Leader sebagai Coach https://youtu.be/XBpHGqWCnZU - Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training) https://youtu.be/kb3DSur2mPc - Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed) https://youtu.be/9P5mmqC20K0 - NLP for Training & Coaching https://youtu.be/NhJ4f_5MXdU - Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja https://youtu.be/xIEKRP6Xsog - Organization Development - Agile Talent Strategy https://youtu.be/w-Oe_9yHSw8


Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe, Like & Share sebanyak-banyaknya.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan pastikan sudah SUBSCRIBE & LIKE. Kirim ke Nomer WA Tim Young HRD Indonesia http://wa.me/6285852316552 untuk kami kirimkan GRATIS Sertifikat Digital.

Senin, 12 April 2021

AGEN PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN - TIPS MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI AGILE CULTURE

 



TIPS MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI AGILE CULTURE


Artikel oleh :


Indira Maharani

- Praktisi HR Professional, Organization Development Consultant 

- Professional Coach

- Penulis Buku Culture Energy - A Framework to Highly Engage Culture


Menurut World Economic Forum (WEF)  Skill yang akan dibutuhkan Sebagai Future Leader Industry dalam waktu kedepan adalah berkaitan dengan Innovasi, Complex Problem Solving, Entrepreneurship dan strategic vision untuk kian kompetitif berada di market yang ada. Perlunya organisasi untuk memiliki Kegesitan (Agile) dalam merespon perubahan yang sangat dinamis. Dulu, kita mengenal bahwa organisasi menjadi mesin penggerak sehingga berbagai tipe Top-Down Hierarkhy, Bureucracy sangat banyak kita temukan. Namun Konsep Agile Organization adalah organisasi yang di dalamnya terdapat living “Organism” yaitu kehidupan yang saling terikat dan mensupport satu sama lain. 


Dengan perubahan dunia industrial menjadi industry 4.0 proses industry mengalami banyak perubahan dalam otomatisasi secara digital. Dimana perubahan di era saat ini adalah merupakan hal yang menjadi mutlak saat dunia industri kian mengalami kemajuan. Menjadi Agile dalam masa ini adalah essential. Memastikan organisasi terus melakukan perubahan secara dinamis serta tetap stabil dalam bisnis.


Apa saja hal yang perlu diperhatikan saat organisasi anda ingin me-reorganisasi menjadi nimble culture? 


1. Melonggarkan aturan

Membuat segala aturan yang ada menjadi simple dan mengarah pada purpose serta value strategy bisnis hal yang telah ditetapkan. Proses bisnis yg menginginkan akselerasi memungkinkan kecepatan dalam mengambil suatu kebijakan dan aturan.


2. Berani mengambil resiko

Membuat resiko kecil untuk mempelajari hal baru melakukan penemuan baru dan implementasi sebuah hal baru adalah hal yang diharapkan dalam menciptakan culture nimble. Perubahan kecil yang bersifat improvement atau perubahan minor bukanlah hal yg kini menjadi tantangan.


3.  CollaborAction

Peran serta dan tanggungjawab seluruh stakeholder yg memungkinkan terwujud harus dipertimbangkan. Kompetensi, behaviour diri individu di organisasi menjadi penting untuk mendefine tentang kompetensi creative thinking dan complex problem solving. Sehingga culture organisasi mampu menumbuhkan setiap individu.


Apakah sumberdaya kita siap memiliki kompetensi yang sesuai dengan strategy atau purpose perusahaan? Fungsi dan peran HR sebagai change Agent sangat diperlukan dalam melakukan transformasi culture dan melakukan enhancement dalam kompetensi individu. 


Dengan latar belakang itu Buku CULTURE ENERGY A Framework to Highly Engage Culture hadir membersamai praktisi HR, Para Leader, Business Owner untuk membawa culture sebagai bagian terpenting dalam perhatian Karena Pengaruh membangun sebuah Proses, Sistem, Standard dalam perusahaan perlu kekuatan culture yang mendukung strategy dan purpose perusahaan.




Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.


Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 


Halaman Facebook 

https://www.facebook.com/YoungHRDIndonesia


Channel Telegram

https://t.me/YoungHRDIndonesia


Berminat belajar Transformasi Budaya Organisasi melalui Culture Energy bersama Coach Indira.


Hubungi :


Ringga Arie 

HRM Learning Partner

http://wa.me/6285852316552

Rabu, 17 Juli 2019

HRM 4.0 - PERAN BESAR MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PERUSAHAAN








PERAN BESAR MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PERUSAHAAN


artikel oleh :

Ryan Martian
- HR and Business Consultant
- Talents Mapping Practitioner



Persoalan mengelola SDM tidak terbatas kepada pengelolaan administrasi kepegawaian, tidak hanya tentang absensi pegawai, penggajian, mengatur ijin dan cuti, jadwal kerja, kontrak kerja, surat peringatan pegawai, lebih dari itu mengelola SDM merupakan keseluruhan pengelolaan SDM dengan target performance, alias kinerja. Tujuannya jelas, bagaimana agar setiap pegawai mencapai kinerja terbaiknya, puncak prestasi kerjanya.

Dave ulrich membuat sebuah model, bahwa mengelola SDM berarti menjalankan 4 peran fungsi departemen SDM, Meliputi:

1. Strategic Partner
2. Change Agent
3. Employe Champion
4. Administrative Partner

Sebagai Strategic Partner berarti bagian SDM berfokus pada menyelaraskan strategi dan praktek SDM dengan strategi bisnis. Bagian SDM menjadi mitra stategik manajemen puncak untuk mewujudkan keberhasilan strategi bisnis dengan menerjemahkan strategi bisnis ke dalam praktek pengelolaan SDM sehingga (1) organisasi dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan, (2) organisasi dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, (3) pada akhirnya, organisasi dapat meningkatkan hasil finansial-nya karena strategi dapat di implementasikan dengan lebih efektif.

Sebagai change agent, bagian SDM harus mampu mengelola setiap transformasi atau perubahan dalam organisasi, termasuk perubahan budaya dasar organisasi. Bagian SDM mengidentifikasi dan menerapkan proses perubahan akibat penerapan ide-ide atau inisiatif yang didisain atau diterapkan organisasi.

Sebagai employee champion, berarti terlibat dalam permasalahan, ekspektasi dan kebutuhan SDM sehari-hari. Bagian SDM secara aktif dan agresif berperan dalam mengembangkan serta meningkatkan komitmen dan kontribusi / kinerja SDM untuk mencapai keberhasilan organisasi.

Sementara peran administrative expert berarti ahli dalam menjalankan administrasi dan infrastruktur terkait SDM dengan efektif dan efisien antara lain yang terkait dengan rekrutmen, training dan pengembangan, peningkatan kinerja, sistem remunerasi.

Persoalan administratif hanya menjadi salah satu bagian kecil dari pengelolaan SDM lebih dari itu seorang HR Person harus menjalankan 4 aktivitas ke HRDan, yang tidak hanya mengelola day to day activity, tetapi juga punya peran strategic, process dan pengembangan SDMnya. Sebuah pekerjaan yang menuntut skill tinggi dan pengetahuan yang luas agar tercipta iklim organisasi yang mendorong tercapainya performa puncak seluruh tim.

Oleh karena itulah buku HRM 4.0 Grow Your People Get Your Great Business ini hadir, untuk membantu para pengelola bisnis, pemilik bisnis dan manajer serta HR Person mendapatkan panduan yang membumi dan mudah untuk dipahami tentang bagaimana seharusnya manajemen SDM dipahami dan dijalankan.



Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.

Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 

Halaman Facebook 

Channel Telegram


Berminat belajar HRM 4.0 bersama Pak Ryan Martian.

Hubungi :

Ringga Arie ,S.E
HRM Learning Partner
WhatsApp 085852316552

Rabu, 10 April 2019

GRATIS Kelas Online HR Business Partner 2.0 Practitioner



Dave Ulrich memperkenalkan konsep baru HR Outside-In, enam kompetensi HR menghadapi masa depan. Anda sebagai peserta kelas online akan kami berikan pemahaman pengetahuan tentang konsep terbaru ini. Sebagai infomasi untuk Anda, peran HR selalu mengalami perubahan dari awal sebagai HR Administration, berkembang menjadi HR Practices, menapak lagi menjadi HR Strategy dan kini saatnya menjadi HR Outside-In.

Enam kompetensi yang wajib dimiliki Praktisi HR yaitu :
1. Strategic Positioner (membangun organisasi yang selaras dengan tren yang terjadi dalam segala aspek kehidupan masyarakat/bisnis)
2. Credible Activist (aktif membangun komunikasi yang persuasif dalam hubungan kepegawaian di dalam organisasi maupun terhadap pelanggan bisnis)
3. Capability Builder (membentuk kapabilitas individu maupun organisasi)
4. Change Champion (menjadi agen perubahan)
5. Innovator and Integrator (menjadi alternative solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi yang berkaitan dengan organisasi dan customer)
6. Technology Proponent (pemanfaatan teknologi yang ada dengan kebutuhan pengelolaan organisasi dan customernya)

Evolusi HR Business Partner 2.0 by Dave Ulrich

HR Harus Memiliki 3 Kompetensi Utama

Dibutuhkan persiapan yang tidak sedikit jika Anda berniat mengoptimalkan peran HRD sebagai strategic business partner. Dave Ulrich menyebutkan bahwa HR setidaknya harus memiliki tiga kompetensi bisnis utama, yaitu:

Strategic positioner

Kompetensi ini terkait dengan peran HR dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang diinginkan perusahaan demi terciptanya keunggulan kompetitif. Untuk itu, HR dituntut untuk memahami bisnis dan cara beroperasinya.

Credible activist

HR harus mendapat kepercayaan dari manajemen atau pimpinan perusahaan serta karyawan sebagai partner kerja yang kredibel serta dapat diandalkan. Dalam hal ini, kemampuan komunikasi HR sangat diandalkan karena sebagai strategic business partner, HR harus bisa menyampaikan aspirasi karyawan kepada pimpinan sekaligus mengomunikasikan kebijakan pimpinan kepada karyawan.

Paradox navigator

Kompetensi ini menuntut HR untuk menjadi divisi yang fleksibel, terutama jika berkaitan dengan finansial perusahaan. HR harus bisa peka terhadap kondisi finansial perusahaan agar dapat menyelaraskan strategi mereka dengan kebutuhan perusahaan.

Didukung dengan 6 Kompetensi Bisnis Tambahan

Nah, berdasarkan tiga kompetensi utama tersebut, kompetensi HR dikembangkan lagi menjadi enam kompetensi tambahan, yakni:

Compliance manager 

Tak hanya harus mematuhi regulasi perusahaan, HR juga harus dapat mencegah karyawan agar tidak melakukan ketidakpatuhan. Dengan begitu, HR sebagai strategic business partner pun berfungsi untuk menjaga profil risiko perusahaan.

Analytics designer and interpreter
 
Aktivitas HRD melibatkan banyak data penting yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan strategis. Contohnya, berdasarkan data, ada karyawan di bidang finansial yang background-nya justru berasal dari marketing. Nah, karyawan tersebut bisa diminta membantu divisi marketing saat misalnya load pekerjaan sedang tinggi.

Technology and media integrator 
 
Proses kerja HRD tidak bisa dilepaskan dari teknologi, yang memang berfungsi untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari. 

Culture and change champion 

HR harus dapat menjadi “perekat” untuk membantu karyawan dalam meningkatkan komitmennya terhadap perusahaan, yakni dengan menciptakan budaya yang terbuka dan transparan.

Human capital curator 

Kompetensi ini mengharuskan HR untuk memastikan bahwa setiap proses yang dilakukan telah sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

Total Rewards Stewards 

Meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan memberikan penghargaan sepatutnya kepada mereka. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan retensi karyawan.





KLIK link dibawah ini untuk mengikuti 
Kelas Online GRATIS HR Business Partner bersama Prof Dave Ulrich 





GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara





- Organization Development - Agile Talent Strategy

- The Heart of Leadership - Memimpin dengan Hati

- Happiness Leadership - Rahasia Kesuksesan Para Pemimpin Dunia

- Pentingnya Peran Leader sebagai Coach

- Mengembangkan Karyawan dengan Pelatihan (People Development with Training)

- Kenapa Pelatihan Anda Gagal (Why The Training Failed)

- NLP for Training & Coaching

- Happy Counselor - Teknik Konseling Efektif di Tempat Kerja




Untuk mendapat GRATIS E-Certificate Human Development Leader silahkan ditonton dulu video-videonya dan Jangan Lupa Subscribe & Like.

Setelah itu kirim gambar screenshot sebagai bukti Anda telah menyelesaikan menonton Video-Videonya dan juga sudah subcribe dan like, kirim ke Nomer WA http://wa.me/6285852316552



Anda juga bisa pelajari materi-materi Sharing Santai Komunitas Young HRD Indonesia sebelumnya di

Channel Telegram Komunitas Young HRD Indonesia (Gabung bersama 1.500 Sahabat Leader Pembelajar lainnya)

Blog Komunitas Young HRD Indonesia


Semoga Bermanfaat :grin:

Ringga Arie
Learning Partner
Komunitas Young HRD Indonesia
WhatsApp 085852316552





Sumber Gambar : 
https://strategicleaders.com/evolution-hr-business-partner/

Sabtu, 19 Mei 2018

Evolusi HR dan Berbenah Diri

“The more you engage with customers the clearer things become and the easier it is to determine what you should be doing.” (John Russell)


HR TERUS BERBENAH sesuai tuntutan zaman. Paling tidak dalam separoh abad yang lalu, HR sudah mengalami 4 tahap evolusi. Ini terjadi karena tuntutan perubahaan yang harus ditanggapi oleh bisnis secara serius, yang juga berdampak pada perubahan pendekatan dari berbagai termasuk HR.
Karena itu para praktisi HR hendaknya terus mengupdate dirinya untuk bisa terus eksis dan memberikan peran yang masih terus dianggap dan diterima oleh bisnis. Foto berikut ini memperlihatkan gaya Dave Ulrich dalam sesi yang diselenggarakan di Jakarta baru-baru ini, yang ngakunya bukan ngajarin tapi mengajak peserta untuk “belajar bersama.”

Waves of HR dari Dave Ulrich
Dalam perjalanan HR sejak dini, atau setidaknya dalam separoh abad terakhir, telah terjadi 4 (empat) Gelombang Evolusi HR (sumber buku Dave Ulrich, “HR from Outside In”):
  1. Gelombang Pertama: HR Administration, di mana fokus utamanya adalah administrasi dan transaksi ketenaga-kerjaan. Walaupun fokus utama adalah administrasi, tapi HR juga menjalankan training, talent planning dan lain-lain.
  2. Gelombang Kedua: Functional Expertise, yakni fokus pada design innovative HR Practices di fungsi utama seperti: sourcing, compensation & benefit, learning, communication, dan lain-lain. Pada tahap ini, banyak perusahaan melihat kebutuhan untuk membangun training center untuk program training, sebagai komitmen untuk pengembangan para leaders. Efektivitas pekerjaan HR di tahap ini terletak pada inovasi dan integrasi berbagai praktek HR. Sementara itu, kredibilitas HR terletak pada kemampuan mengimplementasi berbagai HR best practices.
  3. Gelombang Ketiga: HR Strategy. Pada tahap ini fokus utamanya adalah pada menghubungkan individu dan HR Practices dengan sukses bisnis, melalui Strategic HR. Benang merah dibuat untuk menghubungkan HR dengan strategi atau tujuan bisnis. Bahkan dalam talent management misalnya, akan mencakup kontribusi talent terhadap Culture dan Leadership. Keterkaitan fokus HR dengan bisnis ini akan menjadikan tugas HR efektif. Dan kredibilitas HR terletak pada kemampuannya untuk membangun dialog tentang Strategi Bisnis dan HR.
  4. Gelombang Keempat: HR from Outside In. Praktek HR pada tahap ini merupakan tanggapan terhadap kondisi bisnis di sekitarnya. Jadi melakukan HR alignment strategy dalam konteks bisnis dan para stakeholders.
Walaupun suatu perusahaan sudah berada pada tahap 4, tiga keutamaan di tahap sebelumnya hendaknya terus dilakukan secara prima: Administrasi HR mengalir lancar; praktek HR hendaknya innovative dan integrated, dan HR hendaknya mampu menerjemahkan aspirasi strategic ke dalam kegiatan HR.




Menjaga Balanced 6 Paradox
Seberapa pun rapihnya konsep yang disusun, Dave mengetengahkan berbagai tantangan dalam implementasinya, terutama bila kita ingin mempertimbangkan keseimbangan dari berbagai aspek seperti diagram di bawah ini. Menjaga keseimbangan ini akan turut menentukan bentuk response dari HR. (Sumber buku Dave Ulrich, “HR from Outside In”)





Pertanyaan tentang seberapa besar porsi fokus pada bisnis atau people, administrasi atau strategy, eksternal dan internal focus, dan lain-lain. Tidak ada statistic yang memperlihatkan kesempurnaan. Namun demikian, ilustrasi di atas, yang akan menjadi bahan refleksi, akan terus membuat kita menganalisa, di mana fokus kita seharusnya pada saat tertentu berdasarkan kepentingan bisnis yang dirancang berdasarkan tuntutan dari berbagai stakehoders.

Values Perusahaan untuk Siapa??
Selama ini kita mengenal prinsip pada waktu menyusun Values, berdasarkan pertanyaan:  “What we want to be known for, by external world?,” itu sudah bagus tapi belum cukup. Dave Ulrich menyarankan agar kita membawa Values tersebut dan tanyakan kepada external stakeholders, misalnya kepada 2-3 key customers:
  • Are these values you want us to have?
  • What do we do to show you that we live those values?
  • When you see that we really live those values, do you buy more from us??
Pendekatan seperti ini memberikan kita kesempatan untuk mendiskusikan Values atau aspek HR lainnya dari perspektif customer, atau juga stakeholders luar lainnya. Untuk bisa melakukan ini semua, HR Professionalsperlu bertanya untuk refleksi pada diri sendiri:
  • Apakah saya sudah melihat Organisasi kami dengan menggunakan kacamata customers, investors, suppliers, regulators dan external stakeholders lainnya??
  • Apakah saya sadar akan kondisi bisnis umumnya di sekitar kita, yang bisa memberikan dampak pada industri dan organisasi kita?
  • Apakah saya meluangkan waktu bersama external stakeholders?
  • Apakah saya juga melakukan alignment, antara tugas-tugas HR dengan harapan external stakeholders?
External Customer Menginterview Calon GM
Mengakhiri sesi Dave Ulrich sore itu, sempat dihadirkan Richard Joost Lino, Direktur Utama Pelindo II. Beliau membagi pengalaman mereka dalam men-drive pengelolaan SDM. Secara gamblang beliau mengutarakan pendapatnya bahwa transformasi di bidang HR hanya bisa dilakukan dengan berhasil kalau driver utamanya adalah orang nomor satu di Perusahaan itu.
Karena pada level itu dapat ditarik garis keterkaitan akan inisiatif tersebut dengan berbagai tuntutan perubahan bisnis karena tuntutan berbagai stakeholders. Salah satu yang dikisahkan adalah proses rekruitmen top leaders. Pelindo barusan menunjuk GM. Mereka meminta dua key customers untuk mewawancarai calon yang diidentifikasi oleh tim Perusahaan, untuk memberikan pandangan apakah profile calon ini sesuai dengan pandangan key customers tentang seorang GM Pelindo. Ini merupakan salah satu contoh nyata praktek “HR from OUTSIDE In”.

“Quality in a service or product is not what you put into it. It is what the client or customer gets out of it.” (Peter Drucker)


Rabu, 25 April 2018

Menjadi Karyawan Bintang





Rahasia Menjadi Karyawan Bintang:star2

- Apakah Anda seorang karyawan yang sudah lama bekerja tapi stuck di posisi karir saat ini ?
- Apa sich yang dimaksud dengan menjadi karyawan STAR?
- Apakah aku juga bisa menjadi seorang karyawan STAR ?
- Apakah Anda seorang atasan yang mempunyai anak buah yang kurang produktif dalam team kerja?
….. dan tentu masih banyak pertanyaan lainnya.


Rahasianya adalah Aplikasikan di kehidupan Anda sehari-hari 7 disiplin yaitu Personal Mastery, Personal Contribution, Personal Learning, Personal Multipreneurship, Team Mentality, Emotional Mastery, dan Personal Enthusiasm agar dapat menjadikan Anda sebagai seorang STAR EMPLOYEE !!

Bagaimanakah sikap yang benar dalam bekerja di kantor, di perusahaan, di pabrik atau di organisasi manapun. Intinya, bekerja bagi orang lain pun bisa menyenangkan dan Anda pun juga bisa menjadi karyawan handal serta mampu mencapai hasil yang maksimal ditempat kerja. Banyak contoh karyawan sukses yang bisa Anda pelajari profilnya dan layak diteladani.

Pahami juga ide-ide seperti jangan sekedar membangun loyalitas kepada perusahaan, tetapi loyallah kepada profesi Anda, dan berbagai ide lainnya. Nyatanya, ada sebuah kalimat menarik disini, Jika Anda tidak becus menjadi karyawan, maka Anda pun tidak akan becus saat menjalankan bisnis Anda sendiri. Sayangnya, banyak orang yang saat menjadi karyawan, pola pikirnya, Ngapain kerja bagus, yang kayak kan bossnya, bukan saya. Tunggu saya punya bisnis sendiri, barulah saya akan bekerja maksimal. Namun, kenyataannya tatkala ia memutuskan berbisnis, akhirnya justru kegagalan yang diraihnya karena mentalnya sudah salah sejak ia menjadi karyawan. Oleh karena itu sungguh merugi bagi karyawan yang pola pikirnya salah ataupun setengah setengah, dalam bekerja.

Data statistic dari sebuah riset mengatakan dalam sebuah organisasi, biasanya ada sekitar 10% karyawan yang tergolong deadwood (payah!), sekitar 80% lainnya tergolong so-so (biasa aja!) dan hanya 10% yang termasuk STAR (langka!).
Padahal, ada sebuah formula penting dalam organisasi, yaitu KARYAWAN STAR = CUSTOMER PUAS = PROFIT !
Sungguh, hanya karyawan STARlah yang bisa memberikan kontribusi maksimal buat organisasi!

Ada sebuah tantangan bagaimana seseorang membuat dirinya menjadi dibutuhkan dan diandalkan oleh perusahaan. Faktanya, banyak karyawan yang bergantung pada perusahaan. Hal ini bukanlah sesuatu yang baik, apalagi ketergantungan ini sifatnya parasit. Artinya, perusahaan harus membayar untuk karyawan yang sebenarnya tidak punya keahlian khusus. Bahayanya, ketika tidak punya keahlian khusus, sebenarnya yang paling teracam bukanlah perusahaan tetapi si karyawan itu sendiri. Tatkala perusahaan bangkrut ataupun si karyawan itu harus pindah ke tempat lain, sebenarnya ia tidak memiliki keahlian apapun yang bisa diandalkan. Itulah sebabnya sangat perlunya membangun PERSONAL MASTERY. Namun, suatu kemampuan (mastery) tidaklah berarti apapun tanpa adanya kontribusi. Karena itulah bicara soal kontribusi, ada suatu kisah sindiran yang mengatakan seorang office boy yang berkontribusi mungkin akan lebih berharga, daripada seorang direktur yang tidak memberikan nilai tambah apapun di kantor.
Pertanyaan terpenting untuk diri Anda sendiri, seberapa besar kontribusi positif yang telah kau berikan untuk organisasimu ?

Selanjutnya, disiplin berikutnya adalah menantang para karyawan untuk tidak hanya berada di zone nyamannya tetapi senantiasa mengembangkan diri. Disinilah karyawan yang STAR selalu upgrade dirinya, laksana mesin ataupun computer, dengan cara terus menerus belajar. Dalam disiplin selanjutnya, dijelaskan bahwa karyawan harus berusaha untuk menyimak ilmu lain. Disinilah perlunya disiplin MULTIPRENEURSHIP. Bahkan, dikatakan bahwa seorang pimpinan perusahaan minimal harus mengerti strategi yang terkait dengan finance, marketing, SDM dan juga teknologi untuk berhasil. Karena itulah, mau tidak mau seorang karyawan maupun pimpinan, harus mau mengembangkan ilmu lain di luar bidang kemampuanya demi kemajuan perusahaan.

Selanjutnya, setelah mengembangkan dirinya, seorang karyawan harus bermental team. Hal ini penting karena organisasi yang sukses, bukanlah organisasi yang mengandalkan SUPERMAN, tetapi SUPER TEAM. Karena itulah, sangat penting bagi karyawan untuk mengembangkan mentalitas bekerja sama dengan orang lain dalam tim. Belajarlah dari kisah tentang Maurice Wilson yang gagal mendaki puncak Mount Everest karena hanya mengandalkan dirinya sendiri. Sungguh kisah yang amat inspiratif!

Lantas, dua disiplin lain yang terakhir adalah soal kemampuan karyawan untuk menata emosinya serta tetap menjadi orang yang tetap antusias dalam bekerja.


Be A STAR Employee at work !

Jumat, 26 Februari 2016

Konsep HR from OUTSIDE IN


“The bar has been raised for HR; HR must create and deliver VALUE in real business term.” (Dave Ulrich)

MENARIK GAYA PENYELENGGARA meramu acara seputar presentasi utama Guru HR, Prof. Dave Ulrich. Diawali dengan sharing dari Pak Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia dan diakhiri dengan sharing Pak Richard Joost Lino, Dirut PT Pelindo II. Keduanya berbagi tentang peran CEO dalam men-drive People Agenda di perusahaan masing-masing.
Berbagai contoh dipaparkan Pak Agung tentang perubahan di pasar yang berdampak pada bisnis. Bahkan dalam situasi di mana perusahaan berada di kondisi puncak sebagai juara, posisinya sangat rentan karena posisi itu diincar banyak perusahaan pesaing.
Jadi kalau kita terlalu sibuk urusan di dalam, lupa mengamati situasi di luar, maka posisi kita akan mudah digoyang. Dalam konteks ini, Pak Agung menggaris-bawahi:
“Paling berbahaya kalau HR-nya tidak up to date. Mereka harus memahami bisnis: bisnis model, proses, practices, agar bisa tercipta winning concept, winning system dan pada akhirnya tercipta innovative winning team.”
Tell Us About Your Business
Mengajak seorang professional HR berbincang tentang HR di perusahaannya, kita tidak memulai dari berbincang tentang berbagai tantangan dalam rekrutmen, training, talent management, performance management, compensation & benefit, industrial relations, dan lain-lain. Jangan kaget kalau perbincangan diawali dengan pertanyaan, “Ceritakan sedikit tentang bisnis.”
Dan akan lebih seru lagi kalau pertanyaannya mengarah ke harapan dari berbagai stakeholder di luar sana: apa harapan customers, investors, komunitas, partner, di samping harapan internal stakeholders seperti line managers dan karyawan. Seorang HR tidak harus menguasai semua aspek business, tapi cukup pengetahuan bisnisnya untuk membantu dia memberikan nilai tambah dalam menjalankan fungsi HR.
Ilustrasi berikut ini mungkin bisa menggambarkan berbagai stakeholder dimaksud.

HR From the  OUTSIDE IN



Prof. Dave Ulrich tidak pernah berhenti melakukan survey dan menyajikan berbagai pemikiran baru, terutama dalam membantu HR professionals untuk bisa memberikan Value terhadap bisnis. Dalam mendesign berbagai program HR di Perusahaan, Next Generation of HR perlu paham akan stakeholders luar.
Apa harapan mereka yang perlu dipertimbangkan dalam design program dimaksud. Ini yang disebut: HR from OUTSIDE IN. Beberapa contoh sederhana yang disampaikan dalam konteks HR from OUTSIDE IN:
  • Apakah kita paham tentang peta ketenaga-kerjaan dunia dan memiliki kemampuan untuk menjaring karyawan dari manca negara untuk mempermudah mobility, terutama dengan hadirnya AFTA sebentar lagi?
  • Apakah kita dipandang oleh Customer sebagai Perusahaan pilihan pencari kerja?
  • Apakah kita melibatkan Customer dalam merancang training, melibatkan mereka untuk menghadiri atau memberikan training?
  • Apakah kita mempunyai kemampuan tanggap secara cepat terhadap berbagai perubahan kesempatan/ancaman bisnis?
  • Apakah standar “effective performance” kita sesuai dengan harapan Customer?
  • Apakah ada sarana komunikasi yang memungkinkan karyawan terhubung dengan customers?
  • Apakah perkembangan teknologi dimanfaatkan optimal demi efisiensi, bina hubungan, social networking dengan berbagai communities?
  • Apakah perubahan Social mendapat perhatian serius, misalnya soal diversity, working out of office, urbanisasi?
  • Apakah di perusahaan dibangun “sense of social responsibility” dalam membangun community reputation?
  • Apakah kita memiliki/menciptakan “Leadership Brand” di mana setiap langkah pimpinan perusahaan dikaitkan dengan harapan external stakeholders?
Dan masih banyak lagi contoh pertanyaan yang bisa kita ajukan sebagai tes keterkaitan setiap langkah kita dengan harapan stakeholder luar.

Pengelolaan SDM: Tanggung Jawab Siapa?
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang peran HR dalam gelombang baru ini, kita perlu jelas, pengelolaan SDM itu sebetulnya perannya siapa??
Yang paling Utama adalah: Semua line managers adalah OWNER dari setiap individu di unitnya. Mereka berperan dari waktu ke waktu untuk membuat setiap karyawan terhubung dalam sebuah jaringan utuh, saling mendukung, saling mengisi dalam memberikan kontribusi terbaiknya sesuai tugas masing-masing.
Line managers adalah pengambilan keputusan terakhir tentang berbagai aspek dari karyawan di unitnya. Mereka bertanggung jawab penuh (accountable) untuk pengembangan dari karyawannya dan juga terciptanya lingkungan yang membuat timnya betah bekerja dalam jangka waktu lama.
Di lain pihak HR Professionals adalah arsitek dari berbagai program HR, menjadi fasilitator dalam implementasi program tersebut, serta menjadi coach agar program itu terlaksana secara konsisten di seluruh lini perusahaan sebagaimana mestinya.

Kompetensi HR OUTSIDE In
Berikut ini adalah bagan kompetensi seorang HR Professionals.




6 Kompetensi Utama adalah: Strategic Positioner, Credible Activist, Capability Builder, Change Champion, HR Innovator & Integrator dan Technology Proponent.

Penutup
Konsep ini merupakan evolusi dari tahapan Pengelolaan HR sejak peran HR hanya sekedar administrative role. Akan saya sentuh dalam tulisan berikutnya tentang Evolusi Peran HR. Namun bukan berarti bahwa hal basic yang disebut administrative role itu sudah ditinggalkan.
Peran HR dalam tahapan sejak itu hanya akan bisa dilaksanakan dengan baik dan efektif, kalau sudah tidak disibukkan lagi dengan urusan admistratif, entah karena itu sudah dikerjakan profesional outsource atau dikerjakan di dalam dengan menggunakan support teknologi masa kini. Dengan demikian data-data utama yang dipunyai akan mempunyai peran yang lebih keren: sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan.
Dalam era sekarang ini, HR professionals dituntut untuk bisa memiliki keenam kompetensi tersebut di atas, untuk bisa memainkan peran yang lebih strategis dalam perusahaan.

“Tell us about your business ! That’s how we like to start when we sit down to work with senior HR professionals.” (Dave Ulrich)

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT