Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Tampilkan postingan dengan label Agent of Change. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agent of Change. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 April 2021

AGEN PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN - TIPS MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI AGILE CULTURE

 



TIPS MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI AGILE CULTURE


Artikel oleh :


Indira Maharani

- Praktisi HR Professional, Organization Development Consultant 

- Professional Coach

- Penulis Buku Culture Energy - A Framework to Highly Engage Culture


Menurut World Economic Forum (WEF)  Skill yang akan dibutuhkan Sebagai Future Leader Industry dalam waktu kedepan adalah berkaitan dengan Innovasi, Complex Problem Solving, Entrepreneurship dan strategic vision untuk kian kompetitif berada di market yang ada. Perlunya organisasi untuk memiliki Kegesitan (Agile) dalam merespon perubahan yang sangat dinamis. Dulu, kita mengenal bahwa organisasi menjadi mesin penggerak sehingga berbagai tipe Top-Down Hierarkhy, Bureucracy sangat banyak kita temukan. Namun Konsep Agile Organization adalah organisasi yang di dalamnya terdapat living “Organism” yaitu kehidupan yang saling terikat dan mensupport satu sama lain. 


Dengan perubahan dunia industrial menjadi industry 4.0 proses industry mengalami banyak perubahan dalam otomatisasi secara digital. Dimana perubahan di era saat ini adalah merupakan hal yang menjadi mutlak saat dunia industri kian mengalami kemajuan. Menjadi Agile dalam masa ini adalah essential. Memastikan organisasi terus melakukan perubahan secara dinamis serta tetap stabil dalam bisnis.


Apa saja hal yang perlu diperhatikan saat organisasi anda ingin me-reorganisasi menjadi nimble culture? 


1. Melonggarkan aturan

Membuat segala aturan yang ada menjadi simple dan mengarah pada purpose serta value strategy bisnis hal yang telah ditetapkan. Proses bisnis yg menginginkan akselerasi memungkinkan kecepatan dalam mengambil suatu kebijakan dan aturan.


2. Berani mengambil resiko

Membuat resiko kecil untuk mempelajari hal baru melakukan penemuan baru dan implementasi sebuah hal baru adalah hal yang diharapkan dalam menciptakan culture nimble. Perubahan kecil yang bersifat improvement atau perubahan minor bukanlah hal yg kini menjadi tantangan.


3.  CollaborAction

Peran serta dan tanggungjawab seluruh stakeholder yg memungkinkan terwujud harus dipertimbangkan. Kompetensi, behaviour diri individu di organisasi menjadi penting untuk mendefine tentang kompetensi creative thinking dan complex problem solving. Sehingga culture organisasi mampu menumbuhkan setiap individu.


Apakah sumberdaya kita siap memiliki kompetensi yang sesuai dengan strategy atau purpose perusahaan? Fungsi dan peran HR sebagai change Agent sangat diperlukan dalam melakukan transformasi culture dan melakukan enhancement dalam kompetensi individu. 


Dengan latar belakang itu Buku CULTURE ENERGY A Framework to Highly Engage Culture hadir membersamai praktisi HR, Para Leader, Business Owner untuk membawa culture sebagai bagian terpenting dalam perhatian Karena Pengaruh membangun sebuah Proses, Sistem, Standard dalam perusahaan perlu kekuatan culture yang mendukung strategy dan purpose perusahaan.




Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.


Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 


Halaman Facebook 

https://www.facebook.com/YoungHRDIndonesia


Channel Telegram

https://t.me/YoungHRDIndonesia


Berminat belajar Transformasi Budaya Organisasi melalui Culture Energy bersama Coach Indira.


Hubungi :


Ringga Arie 

HRM Learning Partner

http://wa.me/6285852316552

Rabu, 07 April 2021

AGEN PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN - DAMPAK KEHANCURAN UBER AKIBAT KETIDAKSESUAIAN BUDAYA ORGANISASI



DAMPAK KEHANCURAN UBER AKIBAT  KETIDAKSESUAIAN BUDAYA ORGANISASI


Artikel oleh :


Indira Maharani

- Praktisi HR Professional dan Organization Development Consultant

- Profesional Coach

- Penulis Buku Culture Energy - A Framework to Highly Engage Culture


Sejarah yang mencatat tentang kasus perusahaan transportasi UBER yang mengalami multiple crisis di dalam organisasinya, beberapa kasus terjadi dalam kepemimpinan CEO dan founder UBER Travis Kalanick.


Dimana sebuah kasus terjadi dengan mempengaruhi pola pikir organisasi menjadi Aggressive mindset, gerakan No-Prisoner, sejumlah catatan pencurian technology, pelanggaran perilaku sexual, bullying serta potensi kehilangan market utama di London. 


Pada Agustus 2017 Dara Khosrowshahi sebagai CEO yang baru kemudian menyatakan Permohonan maaf secara public dan global atas apa yang terjadi pada UBER dia menyatakan di dalam kepemimpinan Travis Kalanick perusahaan telah mengambil resiko yang besar atas keputusan yang diambil serta kehilangan banyak hal  yang penting bagi UBER.


Semua karyawan diminta untuk memiliki kemampuan yang dikenal sebagai UBER Competencies yaitu "Fierceness" (Ambisius) and "Super Pumpdness" (Antusiasme). Dengan CEO yang baru ia mencetuskan beberapa perubahan culture yang ia kenalkan secara global The New Eight Cultural Norms yang diinisiasi dari ide 1.200 karyawan mereka secara global, dan di voting 22.000 kali termasuk salah satunya "We Build Globaly, We live locally", "We celebrate Differences" dan hal yang mendasar dan tegas adalah tentang " We Do The Right Thing, Period".


Maka itulah sebuah dampak penanaman nilai atau culture bagi sebuah perusahaan, dan juga harga yang harus dibayar oleh semua pihak ketika culture sudah tidak lagi relevan serta tidak ditegakkan secara utuh bahkan bertentangan dengan norma sosial. Sehebat apapun  mendirikan sebuah bangunan organisasi maka culture yang tidak sesuai tidak akan dapat menyelamatkan semua orang baik karyawan, business itu sendiri atau bahkan seorang CEO.


Mari Membuat organisasi kembali kepada arah yang diinginkan, sebagai misi dan eksistensi awal organisasi itu berdiri mencapai visi dengan saling berbagi kemanfaatan dan kebaikan semua pihak. Menanamkan nilai yang diyakini melalui perilaku yang sesuai dengan cita - cita luhur  organisasi.



Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.


Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini 


Halaman Facebook 

https://www.facebook.com/YoungHRDIndonesia


Channel Telegram

https://t.me/YoungHRDIndonesia


Berminat belajar Transformasi Budaya Organisasi melalui Culture Energy bersama Coach Indira.


Hubungi :


Ringga Arie 

HRM Learning Partner

http://wa.me/6285852316552

Selasa, 17 September 2019

AGEN PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN - MENDESAIN BUDAYA & MENGELOLA PERUBAHAN






MENDESAIN BUDAYA & MENGELOLA PERUBAHAN


Artikel oleh :


Indira Maharani

- Praktisi HR Professional dan Consultant

- Profesional Coach



Menurut Buku HR Competencies Model (2016) oleh Mike Ulrich, Dave Ulrich dkk, Peran HR Professional meliputi mengelola perubahan serta budaya di perusahaan. Dengan tugas sebagai champion dalam Budaya dan perubahan maka Tugas HR Professional tersebut memastikan agar kedua hal tersebut secara konsisten terus berlangsung dan hidup bersama organisasi mereka.

Dalam prosesnya bisa jadi perusahaan berganti visi dengan melihat kepada kebutuhan focus external dan juga mendifferensiasi produk dan layanan di market. Mengganti logo Brand, melakukan campaign kepada customer, berusaha melakukan eksternal exposure untuk mendapatkan public interest. Atau jika dirasa perusahaan anda dirasakan kurang adaptif terhadap perubahan pasar, baik itu produk, layanan atau karyawannya. Less responsive serta menunjukkan respon negatif atau penolakan terhadap perubahan yang digagas oleh perusahaan.

Lalu apa makna peran HR dalam hal ini? Yaitu sebagai pengemban kepentingan dari stakeholder. Berat yah? Engga juga, Karena Menurut Dave Ulrich seorang HR Professional bertugas “memfasilitasi” perubahan tersebut. Sebagai contoh produk layanan anda berganti market untuk diversifikasi market baru, maka hal apa yang perlu diketahui karyawan tentang market baru tersebut. Memfasilitasi dengan Menciptakan kelas diskusi tingkat Manajerial serta karyawan, membangun committee perubahan perlu dilakukan untuk menghidupkan nilai-nilai baru yang mengarah pada visi perusahaan yang baru. Visi besar perubahan besar perlu ditanamkan, serta bagaimana mereka diharapkan berkontribusi di diri individu mereka masing – masing sesuai dengan Values atau Nilai yang baru. Menanamkan kompetensi perilaku dan sikap mental yang baru sesuai dengan visi yang baru. Mendorong untuk kian menciptakan perubahan kecil di dengan sub unit untuk memaknai perubahan tersebut. Serta tetap memberikan continuous support dan guidance dalam periode perubahan tersebut. Intinya tugas dan peran HR memaknai perubahan menjadi hal yang menyenangkan, meaningful bagi seluruh stakeholder termasuk karyawan!

Dalam Mengelola perubahan memastikan bahwa keseluruhan anggota tim berkontribusi positif sesuai dengan tugas dan kapasitasnya, memfasilitasi penetapan target dan meretain semangat perubahan sesuai dengan tahapan yang dijadwalkan. Keunikan mengelola orang dalam masa perubahan itu penting, akan bermunculan sikap kelompok orang yang Patuh, Ragu, Tinggal, atau Penentang seperti yang saya sebutkan dalam Buku saya Culture Energy. Nah bagaimana harus bersikap pada kelompok yang ada dalam kuadran tipe tersebut? Itu adalah salah satu peran HR dalam Mengelola Perubahan.

Diatas adalah sekelumit hal yang pernah saya jalani di professional experience, apakah terlihat mudah? tidak juga. Apakah mudah dijalani? Tergantung kesiapan organisasi anda dalam mengadaptasi perubahan dan Kegesitan (Agile) dalam budaya anda. So, Segeralah Bersiap!


 

Teman-teman yang ingin belajar ilmu HRD, Manajemen SDM dan Pengembangan Diri secara GRATIS.
Semua sudah saya rangkumkan spesial untuk Anda di link ini



Halaman Facebook


Channel Telegram


Berminat belajar Transformasi Budaya Organisasi melalui Culture Energy bersama Mbak Indira.



Hubungi :


Ringga Arie ,S.E

HRM Learning Partner
WhatsApp 085852316552

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT