Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Jumat, 12 Desember 2014

Kerja adalah Ibadah



 

Islam adalah agama Tauhid. Yakni kepercayaan tentang Keesaan Allah. Berkeliling di sekitar Tauhid aneka kesatuan yang lahir dari keyakinan itu, yang bila ia dilepaskan darinya, maka  terlepas pula ia dari ajaran Tauhid. Itu tak ubahnya dengan matahari yang berkeliling di sekitarnya serta berada di bawah daya tariknya planet-planet tata surya, yang bila terlepas dari daya tarik itu, planet tersebut akan hancur berantakan.
Kesatuan dunia dan akhirat adalah salah satu aspek dari Tauhid dalam arti apa yang dilakukan di dunia itulah yang ditemukan di akhirat. Karena itu tidaklah tepat menyatakan bahwa ada amal duniawi dan ada pula amal ukhrawi, karena keduanya merupakan satu mata uang dengan dua wajah. Ibadah dan kerjapun sesungguhnya harus merupakan satu kesatuan. Karena itu pula, pekerjaan apapun yang dilakukan oleh penganut Tauhid, dapat menjadi ibadah yang dia peroleh ganjarannya bukan saja di dunia tetapi juga bahkan lebih-lebih di akhirat.
Kerja didefinisikan sebagai penggunaan daya. Manusia secara garis besar dianugerahi Allah empat daya pokok, yaitu Daya Fisik, yang menghasilkan kegiatan fisik dan keterampilan, Daya pikir yang mendorong  pemiliknya berpikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan, Daya Kalbu yang menjadikan manusia mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan serta beriman dan merasakan serta berhubungan dengan Allah Sang Pencipta, dan Daya Hidup, yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan serta menanggulangi kesulitan. Penggunaan salah satu dari daya-daya tersebut – betapapun sederhananya – melahirkan kerja, atau amal. Anda tidak dapat hidup tanpa menggunakan – paling sedikit salah satu dari daya itu. Untuk melangkah, anda memerlukan daya fisik, paling tidak guna menghadapi daya  tarik bumi. Karena itu, kerja adalah keniscayaan. Selanjutnya karena tujuan penciptaan manusia adalah menjadikan seluruh aktivitasnya bermula dan berakhir dengan  ibadah kepada Allah (Q.S.  51: 56), maka seluruh penggunaan dayanya harus merupakan ibadah kepada-Nya.
Ibadah bukan sekadar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan   akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia mengabdi. Seorang pengabdi tidak mencapai hakikat pengabdian kecuali jika  ia tidak menganggap apa yang berada dalam genggaman tangannya sebagai miliknya tetapi milik siapa yang kepadanya dia mengabdi. Segala usahanyapun hanya berkisar pada mengindahkan apa yang diperintahkan kepadanya dan menjauhi apa yang dilarang,  serta tidak memastikan sesuatu untuk dia laksanakan kecuali mengaitkannya dengan izin dan restu siapa yang kepadanya dia mengabdi.
Ibadah adalah kerja dan kerja adalah ibadah tetapi perlu diingat bahwa  kerja atau amal yang dituntut-Nya bukan asal kerja, tetapi kerja yang shaleh atau amal shaleh. Shaleh adalah yang sesuatu yang bermanfaat  lagi memenuhi syarat-syarat dan nilai-nilainya. 
Menggunakan salah satu dari daya-daya disebut di atas selama shaleh dan dengan motivasi yang tulus mengikuti tuntunan Allah, maka apa yang dikerjakan itu telah menjadi ibadah. Karena itu Anda dapat beribadah kapan dan di manapun. Nabi Muhammad saw. menegaskan salah satu keistimewaan ajaran Tauhid adalah “Allah menjadikan persada bumi ini sebagai masjid tempat sujud (patuh kepada-Nya) dan sarana penyuciaan”.  Anda tidak perlu berkata seperti yang konon diucapkan oleh Filsuf  Jerman Immanuel Kant, “Saya terpaksa menghenikan penelitian ilmiah agar menyediakan tempat dalam hatiku untuk percaya  atau beribadah”.  Yang diajarkan oleh Al-Qur’an untuk diucapkan sekaligus dipahami dan diamalkan  adalah : “Sesungguhnya shalatku, ibadah (murni)ku, hidupku dan matiku hanyalah demi karena Allah, Tuhan semesta alam“  (Q.S. 6: 162).
Mengapa hanya demi karena  Allah? Sebab kepada-Nya saja berakhir segala sesuatu (Q.S. 53: 62). Karena itu seorang muslim memulai amalnya dengan Basmalah yakni menyadari bahwa itu tidak dapat wujud tanpa bantuan Allah dan mengakhirnya dengan Hamdalah yakni dengan bersyukur kepada-Nya. Dengan demikian Allah adalah pangkalan tempat kita bertolak dan pelabuhan tempat kita bersauh.
Prinsip ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh  Ilmuwan Amerika  Steven Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People, yang mengemukakan bahwa salah satu kunci  keberhasilan yaitu   memulai dengan  akhir   yang terdapat dalam pikiran.                  

Di sisi lain, kitab suci Al-Qur’an tidak memberi peluang bagi seorang muslim untuk berleha-leha dalam hidup ini. Maka apabila engkau telah berada di dalam keluangan (setelah tadinya  engkau sibuk),   maka  (bersungguh-sungguhlah bekerja)  sampai engkau letih, atau tegakkanlah (persoalan baru) sehingga menjadi nyata”. Demikian pesan Q.S. 94: 7. Karena itu waktu harus dihargai dengan mengisi dan memanfatkannya. Ali Ibnu Abi Thalib r.a. mengingatkan bahwa “Rezeki yang tidak diperoleh  hari  ini, masih  dapat  diharapkan perolehannya lebih banyak esok  hari, tetapi waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok”. Demikian. Wa Allah A’lam. [M. Quraish Shihab]

sumber : http://quraishshihab.com/kerja-adalah-ibadah/




Kamis, 13 November 2014

Menghitung Kebutuhan SDM Berdasarkan Beban Kerja (WorkLoad Analysis) Formula Ilyas




Formula hitung kebutuhan SDM unit dapat bekerja dengan baik dengan syarat Manager atau penanggung jawab pekerjaan dapat menentukan dengan akurat jenis, jumlah dan waktu transaksi bisnis dan tidak terjadi duplikasi kegiatan. Manager dapat menghitung beban kerja setiap unit perhari dalam satuan waktu menit atau jam per hari kerja. Dengan mengetahui komponen tersebut dapat dkembangkan formula menghitung SDM per hari sebagai berikut :
§ ∑ SDM/hari = {(B.K i-j = J T x W.T) :JKE }.
§ B.K i-j = Jenis Beban Kerja
§ J.T. = Jumlah Transaksi per hari
§ W.T.= Waktu( menit atau jam) yang dibutuhkan untuk setiap jenis Transaksi
§ J.K.E = Jam kerja efektif SDM per hari
§ Jumlah hari kerja per tahun = (255 hari/tahun atau 273 hari/tahun atau 289 hari/tahun atau 237hari/tahun)
Keterangan:
· (365 – (12 hari libur nasional – 12 hari libur cuti tahunan) x 3/4 = 255 hari)
· (365 – (12 hari libur nasional – 12 hari libur cuti tahunan) x 4/5 = 273 hari)
· (365 – (52 hari libur Minggu + 12 hari libur nasional + 12 hari libur cuti tahunan) = 289 hari)
· (365 – (104 hari libur Saptu & Minggu + 12 hari libur nasional + 12 hari libur cuti tahunan) = 237 hari)
Kebutuhan Total SDM/tahun akan dihitung dengan memperhatikan hari kerja efektif pertahun dan diperlukannnya tenaga cadangan pada pola kerja yang menggunakan tiga shift kelompok kerja seperti: Perawat. Sebagai contoh: andaikan beban kerja unit keperawatan per hari adalah 10.500 menit dan waktu kerja efektif per hari adalah 6 jam (360 menit) dan hari kerja efektif perawat selama satu tahun adalah 255 hari. Oleh karena rumah sakit harus berkerja selama 365 hari dalam setahun, maka perlu juga menghitung kebutuhan sdm yang harus berkerja pada 110 hari kerja lainnya. Berapa jumlah perawat yang dibutuhkan oleh unit keperawatan ?
∑ Perawat/hari = Beban kerja : Waktu kerja efektif/hari
∑ Perawat/hari = 10500 menit : 360 menit/hari = 29,17 orang
∑ Perawat/hari berkerja pada hari libur = 29,17 x 110/255 = 12,58
∑ Total kebutuhan Perawat/hari = 29,17 + 12,58 = 41,75 orang
( dibulatkan 42 orang)

Analisis Beban Kerja Metoda Ilyas (Workload Analysis)

Menghitung beban kerja unit organisasi yang padat karya merupakan suatu hal yang penting tapi sekaligus juga sangat sulit. Banyak para managerpersonel maupun manager Unit kesulitan ketika ditanya: “Berapakah beban kerja personel untuk menghasilkan produk atau jasa utama dan penunjang di unit saudara”? Metoda ilmiah yang telah dikembangkan para ahli seperti: Work Sampling dan Time and Motion Study sebenarnya dapat menghasilkan hasil yang akurat. Masalahnya, pada metoda ini dibutuhkan tenaga ahli, pengamat yang banyak dan waktu yang panjang. Hal ini membawa konsekwensi terhadap biaya dan biasanya harus dilaksanakan oleh pihak lain seperti: kosultan dan lembaga riset. Pihak manajemen rumah sakit akan kesulitan untuk melaksanakan metoda ini sendiri karena kesulitan instrumen dan pelaksanaan penelitiannya sendiri. Disamping itu, adanya kemungkinan bias karena faktor personel menghitung beban kerja sendiri. Pada metoda daily log yang mencatat dan menghitung beban kerja sendiri sangat diragukan akurasinya sehingga dari aspek validitas dan reabilitas sulit dipakai sebagai ruujukan beban kerja pegawai.
Untuk menjawab pertanyaan ini Metoda Ilyas memberikan alternatif solusiyang akurat dan mudah diterapkan. Metoda ini dapat menghitung beban kerja personel dengan cepat dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga menghasilkan informasi yang dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan manajemen.
Metoda Ilyas memberikan solusi terbaik untuk menghitung kebutuhanpersonel organisasi dengan mudah, murah, cepat dan tepat. Secara ilmiah hasil perhitungan kebutuhan personel dengan Metoda Ilyas memiliki tingkat validitas dan reabilitas yang tinggi dan telah diuji coba baik oleh sejumlah institusi dengan hasil yang dapat dipercaya oleh manajemen organisasi. Disamping itu, Metoda Ilyas juga telah digunakan oleh sejumlah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia sebagai metoda menghitung SDM dalam Tesis mereka untuk meraih gelar Master Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Master Administrasi Rumah Sakit.

· Apakah Dasar Pemikiran Metoda Ilyas ?
Menghitung kebutuhan SDM pada dasarnya adalah mengetahui secara benar beban kerja setiap unit atau setiap personel di organisasi. Untuk mengetahui beban kerja di setiap unit organisasi dibutuhkan sejumlah data dan informasi yang akurat yang berasal dari pelaku ahli atau kompeten di organisasi itu sendiri. Informasi yang didapatkan dari pelaku ahli yang telah melakukan transaksi bisnis ribuan kali akan dapat memberikan informasidengan akurat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap unit produk atau jasa. Metoda Ilyas menggunakan pendekatan demand. Artinya, metoda ini menghitung beban kerja yang harus dikerjakan atas dasar permintaan untuk menghasilkan unit produk atau jasa per waktu yang dibutuhkan. Dengan demikian, beban kerja tergantung juga volume transaksi bisnis yang harus dilakukan oleh setiap tenaga kerja atau unit organisasi.
Sebagai contoh: seorang perawat rumah sakit mempunyai sejumlah transaksi bisnis memandikan pasien setiap hari 2 kali sebanyak 10 orang dan membutuhkan waktu 20 menit untuk sekali kegiatan. Dengan demikian beban kerja memandikan pasien = 2 x 20 menit x10 orang = 400 menit/hari.

· Apakah komponen metoda Ilyas ?
Untuk menghitung beban kerja personel organisasi dibutuhkan informasi yang akurat tentang hal berikut:
a. Kejelasan transaksi bisnis utama atau penunjang setiap personel dan unit organisasi.
b. Kejelasan waktu yang dibutuhkan untuk setiap transaksi bisnis utama atau penunjang
c. Jenis dan jumlah transaksi bisnis per hari, per minggu, per bulan atau per tahun
d. Jumlah jam kerja efektif (produktif) per hari pada organisasi
e. Jumlah hari kerja efektif dalam setahun organisasi

Untuk memudahkan menghitung beban kerja; sebaiknya dibuat matrix beban kerja unit yang memasukkan semua jenis kegiatan yang dilakukan unit RS untuk menghasilkan produk atau jasa unit. Dengan merinci setiap transaksi bisnis pada unit RS maka akan dihasilkan beban kerja perhari dalam satuan waktu menit atau jam dar unit tersebut. Bila pekerjaan bersifat mingguan maka beban kerja per hari dibagi hari kerja RS. Sebagai contoh: rapat mingguan unit selama 2 jam ( 120 menit) per minggu, maka beban harian rapat tersebut adalah 120 menit : 5 hari per minggu = 24 menit/hari. Demikian juga, bila pekerjaan bersifat bulanan maka beban kerja harian tersebut dibagi dengan 22 hari kerja per bulan. Sebagai contoh: rapat bulanan 3 jam (180 menit), maka beban harian adalah 180 menit : 22 hari = 8,18 menit/hari.

Matrix Transaksi Bisnis Unit Keperawatan RS
No
Transaksi bisnis
Waktu Transaksi
Volume Transaksi
Beban kerja/hari
1
Membuat Resume asuhan keperwatan
10 mnt
20 pasien
200 mnt
2
Menyuluh pasien
15 mnt
10 pasien
150 mnt
3
Memandikan pasien
20 mnt
20 pasien
400 mnt
4
Memberikan obat pada pasien
2 mnt
20 pasien
40 mnt
5
Mendampingi Visite dokter
10 mnt
20 pasien
200 mnt
6
dll
--
--
--

· Bagaimana formula hitung beban kerja metoda Ilyas?
Formula dapat bekerja dengan baik dengan syarat Manager atau penanggung jawab pekerjaan dapat menentukan dengan akurat jenis, jumlah dan waktu transaksi bisnis dan tidak terjadi duplikasi kegiatan. Manager dapat menghitung beban kerja setiap unit perhari dalam satuan waktu menit atau jam per hari kerja. Dengan mengetahui komponen tersebut dapat dkembangkan formula menghitung SDM per hari sebagai berikut:

Beban kerja /hari = B.K i-j = J T x W.T
§ B.K i-j = Jenis Beban Kerja
§ J.T. = Jumlah Transaksi per hari
§ W.T.= Waktu( menit atau jam) untuk setiap jenis Transaksi

Selasa, 11 November 2014

Buku Kompensasi dan Penggajian

Buku Menyusun Penggajian Berbasis Kompetensi dalam Praktik.

Buku berkualitas yang wajib di miliki bagi anda para HRD dan GA atau Payroll yang menanggani bagian Penggajian. Buku ini mengajarkan kita step by step yang baik dalam penyusunan gaji berdasarkan kompetensi karyawan.




Selasa, 28 Oktober 2014

Penting Untuk Mengukur Efektifitas Pelatihan


Secara umum, pelatihan dapat diukur dalam 4 tingkatan

Hal pertama yang perlu dievaluasi adalah reaksi
Apa yang menjadi kesan, tanggapan, perasaan peserta terhadap program pelatihan yang diadakan. Hal ini tidak dapat diabaikan. Walaupun mungkin respons yang ada masih berkaitan dengan penyelenggaraan pelatihan secara physically. Tetapi hal ini harus dapat terakomodir dengan baik.


Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengevaluasi pelatihan:
Pertanyaan-pertanyaan ini dapat disajikan dalam bentuk kuesioner atau wawancara. Kemudian dibuatkan tabulasi data dan dianalisa baik kuantitatif maupun kualitatif. Berikan juga ruang untuk peserta dapat menuliskan apa saja sebagai reaksi atas program tersebut. Selain itu perkenankan peserta untuk merahasiakan namanya sehingga respons yang dituliskan dapat apa adanya.

Mengevaluasi Pembelajaran
Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui apakah si pelatihan ini menambah pengetahui peserta. Sebenarnya evaluasi ini jarang dilakukan, sebab akan seperti test tertulis bagi peserta. Namun dapat juga berupa obseravasi dan wawancara. Hal ini akan sangat baik untuk diterapkan sebagai suatu pembelajaran sejauh mana peserta menguasai konsep, informasi, pengetahuan dan keahlian yang sedang dicoba untuk ditanamkan selama proses pelatihan.

Mengevaluasi Tingkat Perilaku
Dalam melakukan evaluasi ini maka dilakukan pemeriksaan apakah terjadi perubahan perilaku dalam pekerjaan menjadi lebih baik. Hal ini tidak mudah karena ada banyak hal di luar pelatihan yang dapat mempengaruhi hasil evaluasi perilaku, seperti faktor internal peserta (ras, budaya, kultur, ekonomi, keluarga, motivasi), lingkungan kerja (hubungan atasan bawahan, hubungan interpersonal, insentif kerja, gaya kepemimpinan) serta sistim penilaian kinerja di organisasi serta sistim-sistim lainnya dalam manajemen sumber daya manusia yang ada di organisasi perusahaan tsb.
Apabila evaluasi ini mau dilaksanakan, maka dapat dilangsungkan beberapa waktu setelah pelatihan, baik melalui kuesioner, wawancara, performance Management (appraisal), assessment Center, job Observation, job Enrichment, atau pun job Enlargement.

Melakukan Evaluasi Tingkat Hasil
Tidak mudah melakukan evaluasi pada tingkat hasil ini sebab harus dihubungkan dengan pelatihan dan pengembangan. Kemudian perlu dilihat adanya peningkatan efektifitas organisasi. Semakin kompleks jika menyangkut aspek yang kelihatan (tangible) dan yang tidak kelihatan (intangible). Ada banyak parameter dan investasi waktu serta manpower yang dibutuhkan.
Beberapa contoh data yang perlu dikumpulkan untuk tingkatan ini seperti penghematan biaya organisasi, keuntungan aktual organisasi dan prediksi positifnya, lonjakan penjualan serta kenaikan produksi, penurunan turn over pekerja, dan sebagainya.
Sangat penting untuk menerapkan beberapa penilaian di atas sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya di dalam pengembangan karyawan.
Ruth Berliana/Managing Partner Human Capital Development/VMN/BL





PAKET Training Manual Bundle – 10 Essential Skills Terbaik untuk Personal Excellence

Di dalam paket yang super amazing ini terdapat :

1️⃣ 10 materi pelatihan yang komprehensif dalam format power point presentation.

2️⃣ Trainer manual yang menjelaskan dengan detil setiap poin dalam slide presentasi pelatihan.

3️⃣ Materi pre and post test untuk menguji kemajuan pemahaman peserta pelatihan.

4️⃣ Materi ice breaker yang fun dan relevan dengan topik pelatihan yang diajarkan.

5️⃣ Materi high impact group exercise untuk mempraktekkan beragam materi pelatihan.

6️⃣ Materi panduan impementasi materi pelatihan untuk memastikan materi pelatihan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Judul 10 Topik Pelatihan Unggulannya

🎯 High Impact Leadership Skills
Bangun kepemimpinan yang tak hanya memimpin—tapi menggerakkan tim menuju hasil luar biasa.

🎯 Effective Problem Solving Skills
Ubah masalah jadi peluang dengan teknik penyelesaian masalah yang cepat dan tepat.

🎯 Smart Goal Setting Strategy
Capai target besar dengan strategi goal setting yang spesifik, terukur, dan penuh daya dorong.

🎯 Persuasive Communication Skills
Bicara dengan pengaruh kuat—membujuk tanpa memaksa, memimpin tanpa mendominasi.

🎯 Maximum Personal Productivity
Tingkatkan output harian dengan strategi produktivitas yang simpel namun terbukti hasilnya.

🎯 Powerful Coaching Skills
Bangkitkan potensi orang lain dengan teknik coaching praktis yang berdampak instan.

🎯 How to Build Growth Mindset
Ubah cara berpikir Anda untuk membuka pintu kemajuan tanpa batas.

🎯 Creative Thinking Skills for Success
Lepaskan kreativitas dan temukan solusi cerdas di tengah tantangan.

🎯 Amazing Presentation Skills
Bicara di depan audiens tanpa gugup, dengan presentasi yang memikat dan meyakinkan.

🎯 How to Build Strong Teamwork Skills
Ciptakan kerja tim yang solid, harmonis, dan bergerak serempak menuju tujuan bersama.

Mau❓😁

CHAT aja ke 0858 5231 6552 




Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT