Sabtu, 04 Maret 2023
GRATIS Ebook Talent Management
Jumat, 29 Juli 2022
Beyond Talent John Maxwell - Strategi Memaksimalkan Talent di Perusahaan Anda
BEYOND TALENT
OKE, ANDA BERTALENTA.
LALU ❓
Ketika seseorang mencapai kesuksesan atau mencapai sesuatu yang hebat, maka seringkali orang lain akan mengatakan bahwa kesuksesan yang mereka peroleh karena mereka adalah orang-orang yang memiliki ‘talent’.
Pemahaman yang demikian ternyata keliru. Bila ‘talent’ saja sudah cukup untuk membuat seseorang mencapai kesuksesan, mengapa masih banyak kita temukan orang-orang yang memiliki ‘talent’ tetapi tidak cukup sukses ?
Penulis buku laris versi New York Times, John C. Maxwell menunjukkan bahwa talent hanyalah titik awal untuk memberi dampak sukses di organisasi manapun. Namun, apa yang Anda lakukan dengan talent itulah yang penting. Talent adalah anugerah Tuhan yang wajib disyukuri, lebih dari itu Anda bisa sekadar bertalenta dan gagal meraih potensi, atau Anda bisa mengoptimalkan talent itu dan menonjol dari orang lain. Pilihan ada di tangan Anda.
John C. Maxwell memberikan 13 pilihan bagaimana memaksimalkan talent dan mewujudkan impian Anda, yaitu :
1. Belief lifts your talent
Keyakinan meningkatkan talenta
2. Passion energizes your talent
Passion memberi talenta asupan energi
3. Initiative activate your talent
Inisiatif menggerakan talenta
4. Focus directs your talent
Fokus mengarahkan talenta
5. Preparation position your talent
Persiapan memosisikan talenta
6. Practice sharpens your talent
Latihan mengasah talenta
7. Perseverance sustain your talent
Kegigihan menopang talenta
8. Courage test your talent
Keberanian menguji talenta
9. Teachability expands your talent
Keinginan belajar mengembangkan talenta
10. Character protects your talent
Karakter melindungi talenta
11. Relationship influence your talent
Hubungan memengaruhi talenta
12. Responsibility strengthens your talent
Tanggung Jawab memperkuat talenta
13. Teamwork multiples your talent
Kerja sama tim melipatgandakan talenta
Jumat, 01 April 2022
GRATIS Kelas Online Organization Development - AGILE TALENT LEADER Strategy
GRATIS Kelas Online HUMAN DEVELOPMENT LEADER persembahan Komunitas Young HRD Indonesia bersama Master Trainer, Coach Helmi Wandara
Selasa, 12 Maret 2019
GRATIS Alat Tes Menemukan Potensi Terbaik Diri Anda
https://digital.talentsmapping.id/aff/46/767/

Semoga bermanfaat

Ringga Arie
HR Profesional
Learning Partner & Founder YoungHRD.blogspot.com
Rabu, 29 Maret 2017
Kuliah Telegram Rumah MSDM Talent Management: A “Strictly Business” Approach
Selamat malam bapak, ibu, dan rekan sekalian….
Sudah jam 8 malam waktu Rumah MSDM, tiba saatnya sesi Kulgram
Untuk Kulgram malam ini akan dibawakan oleh Ibu Sandra Sahupala dengan topik Talent Management: A “Strictly Business” Approach.
1. Peserta Kulgram dilarang memberikan komentar dan ikutan chat selama Kulgram berlangsung.
2. Pertanyaan Kulgram bisa dikirimkan ke link ini [http://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/].
Semua pertanyaan akan dijawab oleh pemateri berdasarkan urutan masuknya pertanyaan ke tim In Service.
Jika waktu tidak mencukupi untuk menjawab pertanyaan pada malam ini, maka pertanyaan akan dijawab di lain waktu.
Cukup jelas ya 2 poin peraturan tersebut di atas
Profesi beliau saat ini: Generalist Manajemen SDM sebagai General Manager Human Capital & Admin, PT Cipta Kridatama, member dari group ABM Investama, member dari Tiara Marga Trakindo.
Sebelum berkarya di PT Cipta Kridatama, beliau memiliki pengalaman kerja sebagai berikut:
– Director, Human Resources and Admin PT Coca-Cola Indonesia,
– Vice President Corporate Human Resources PT Nestle Indonesia,
– Vice President Human Resourcing and Development HSBC Indonesia,
– posisi Pimpinan Sumberdaya Manusia lain, seperti Sun Life Financial Indonesia, American President Lines, Jakarta Hilton International
Dosen tamu Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia, Dept Administrasi Kebijakan Publik, Fiskal dan Bisnis , bidang Pengembangan Organisasi, Subyek Manajemen Lintas Budaya, dan Fakultas Pascasarjana Psikologi Universitas Indonesia, kira2 di tahun 2003 – 2008
Facilitator Talent Management for Certified Human Resources Program, at Atmajaya University, terakhir di tahun 2009.
– Human Resources Generalist,
– Human Resources Development,
– Facilitator untuk pelatihan Management and beberapa Soft Skills,
– Organization Development and Talent Management,
– Professional Coach (Leadership, Corporate and Personal Development)
– Pelatih, TRACE, Inggris, 1994.
– Occupational Personality Testing, SHL
– Occupational Testing, SHL
– Targeted Selection Interviewing Skills, DDI
– Assessor Harrison Assessment
– Certified Professional Coach, Loops Indonesia
Di sela waktu beliau yang cukup padat, Bu Sandra bersedia meluangkan waktu sekitar 2 jam ke depan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada kita semua.
Selamat malam bapak dan ibu rekan-rekan Rumah SDM semuanya. Pada Kulgram ini saya akan menuangkan pemikiran saya mengenai Talent Management (TM) dari perspektif umum/ filosofis, yaitu renungan asal usul TM, prinsip dan tujuan penerapan TM dan peran Praktisi HR dalam TM.
Interupsi sebentar Bu
Bu Sandra perlu rehat sejenak mungkin?
Mengistirahatkan jemari?
OK Mba Vina
Ok silakan rehat dulu ya Bu
Sambil saya menginfokan kembali, link yang dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan kepada Bu Sandra, berkaitan dengan topik kita malam ini
Timbul pertanyaan karyawan manakah di perusahaan yang merupakan Talent? Apakah sekelompok kecil saja atau rata-rata semua karyawan? Bukankah semua karyawan diperlukan, baik yang memberi kontribusi besar maupun kontribusi kecil?

Baik Bu Sandra, kita beri waktu sejenak agar rekan2 di sini dapat membaca bagan tersebut
Agar dapat lebih memahami aktivitas Talent Management ini
Baik saya lanjutkan lagi …… sudah 5 menit
Silakan Bu
Proses Talent Management dijalankan oleh Tim yang terdiri atas anggota Manajemen, di mana HR Dept berperan sebagai fasilitator. Kerja Tim dilakukan dalam beberapa Forum Meetings yaitu; Panel Meeting untuk memutuskan output pada kotak oranye dan Talent Review pada PDF (Performance Development Forums) meetings untuk membahas Talent dan Development Plans (kotak kuning dan kotak hijau).
1. Manajemen telah menetapkan kriteria talenta kunci, dan menerapkan proses seleksi dan asesmen periodik terhadap talenta kunci secara ketat. Kriteria itu berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditetapkan;
2. Manajemen mempunyai suatu sistem penempatan talenta kunci yang baik. Biasanya para talenta kunci menempati posisi pekerjaan yang penting (critical job positions). Para Talenta kunci itu senantiasa diberi tugas-tugas atau proyek-proyek yang penuh tantangan;
3. Terdapat sistem pengelolaan kinerja (performance management system) yang baik dan adil. Tanpa adanya sistem pengelolaan kinerja yang baik dan adil, penilaian kinerja dan prestasi karyawan akan didasari oleh perasaan suka atau tidak suka (like and dislike);
4. Terdapat suatu keadaan kesempatan yang sama (equal opportunities) dan perlakuan yang adil yang didasari atas asesmen yang faktual;
5. Terdapat dukungan kebijakan SDM (human resources policies) serta alat dan sistem penilaian kinerja (performance appraisal system and tools) yang secara konsisten diterapkan. Artinya tidak terdapat perlakuan yang khusus bagi orang tertentu;
6. Manajemen harus menerapkan suatu sistem pengakuan dan penghargaan yang bersaing (competitive recognition and reward system). Sistem tersebut bukan hanya sistem kompensasi finansial yang baik, tetapi juga program pengakuan dan penghargaan yang non-finansial.
1. Memilih dan melibatkan pihak-pihak yang relevan dalam memberikan asesmen, yaitu Atasan Talent, anggota Manajemen yang sering berhubungan kerja dengan Talent, Pimpinan Fungsional dan Top Manajemen. Memastikan bahwa semua pihak ini mendapat informasi faktual yang lengkap, disusun dengan baik sehingga profil Talent mudah dibaca. Data Talent sebaiknya merupakan data terkini sehingga harus diperbaharui dengan setiap perkembangan Talent. Dokumentasi data mengenai Talent sangat vital dalam proses Talent Mangement, dan akan lebih baik bila terdapat sistem informasi manajemen yang mendukung Talent Management. Dengan informasi/data ini diharapkan agar Praktisi HR dapat menjalankan fungsi influential.
2. Membangun keterampilan komunikasi dan hubungan komunikasi yang baik dengan semua pihak, sehingga dapat memberi saran dalam rencana pengembangan Talent dengan menggunakan masukan dan umpan balik dari semua pihak.
3. Menyiapkan alternative action plan bila Top Manajemen memutuskan sesuatu yang tidak sesuai dengan keputusan yang ditetapkan di Talent Review Forum (plan A dan Plan B), dan siap untuk memberikan saran kepada Top Manajemen apa yang menjadi hal yang positif dan yang negatif bagi organisasi saat ini dan di masa yang akan datang.
Terima kasih Bu Sandra
SIlakan rehat sejenak, sambil memberikan waktu kepada para rekan untuk menyampaikan pertanyaan melalui link ini http://www.rumahmsdm.com/pertanyaan-kulgram/
Penjelasan yang cukup komprehensif telah diberikan oleh Bu Sandra berkaitan dengan Talent Management
Bagaimana Bu? Apakah kita bisa masuk ke sesi tanya-jawab?
Silahkan Bapak dan Ibu untuk bertanya
Baik Bu Sandra
Malam Bu Sandra,
Terima kasih atas sharingnya.
Beberapa perusahaan multinational, termasuk yang produknya saya yakin kita beli setiap bulan, saat ini mulai menghilangkan label untuk karyawan yang dikategorikan talent, dengan dalih semua karyawan adalah talent. Bagaimana pandangan ibu terhadap ini?
Malam Pak Tosi Fajar. Salam kenal
Mungkin Pak @Tosi_Fajar bisa memberikan komentar?
Dipersilakan
Terima kasih Bu Sandra. Saya sepaham dengan Ibu. Bahwa dengan meniadakan label, bukan berarti prosesnya berhenti. Malahan cakupan poolnya menjadi lebih besar.
Toss ya Pak
Terima kasih atas komennya pak Tosi
Silahkan
Baik
Selamat malam Bu Sandra,
Di awal tadi disampaikan bahwa peran praktisi MSDM berubah dari yang menertibkan menjadi memanfaatkan talenta pada organisasi dengan tujuan mencapai keunggulan kompetitif.
Penjelasan Bu Sandra sangat membuka wawasan (saya terutama) bahwa “talent management” diperlukan agar SDM dapat memberikan kontribusi yang maksimal.
Kalau saat ini sebagai praktisi MSDM, saya masih dalam “pemahaman” menertibkan, dari titik mana saya harus belajar dan memulai agar bisa memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan?
Terima kasih.
Selamat Malam Pak Denny.
Wah menarik nih Bu, jadi sebagai HR, kita harus paham business process nya dan harus mau “turun” ke lapangan ya Bu?
Betul sekali
Pasti ada sesuatu hal / faktor atau subyek tertentu yang HRD lebih tahu daripada Line Mgt.
Baik, Bu Sandra, saya sedikit penasaran nih, dengan sekian banyak pengalaman Ibu selama ini…..bisakah Ibu berbagi cerita pengalaman menangani TM yang paling berkesan sampai saat ini?
Terima kasih Mba Vina atas pertanyaannya.
Wow….memang harus dimiliki komitmen dari pihak manajemen ya Bu, sehingga prosesnya dapat terintegrasi dengan baik
Saya pikir Coaching merupakan suatu kompetensi yang wajib dipunyai Manager Atasan.
Hmmm….coaching ini mungkin bisa menjadi topik Kulgram tersendiri nih
Ya, Mba Vina. Para Manager Atasan dinilai Top Mgt bagaimana mereka membina Manager bawahan mereka,
Oh begitu…iya ya paham saya sekarang
Mungkin kesimpulannya dapat saya berikan dalam beberapa bullet points sbb
1/ Komitmen Top Manajemen sangat penting dalam TM, yaitu dalam memberikan penilaian yang obyektif pada Talent dan memberikan kesempatan yang equal kepada banyak karyawan untuk menjadi Talent, dalam memberikan pengembangan dan pelatihan yang diperlukan dan memberikan recognition yang fair.
2/ A broader Talent Pool (yang luas) menguntungkan perusahaan karena memperbesar kemungkinan terpenuhinya SDM di saat ini dan di masa depan, dan harus diupayakan sedapat mungkin
3/ Agar equal opportunity tercapai dan obyektifitas dalam assesmen tercapai dokumentasi dan data faktual diperlukan dan dalam hal ini HRD sangat berperan
4/ Praktisi HR agar dapat “memainkan” kemampuan komunikasi influential nya dalam memastikan prinsip TM dapat terwujud dalam Organisasi
Terima kasih Bu Sandra atas kesimpulannya
Sama-sama Mba Vina. Terima kasih sudah menjadi Moderator yang handal di Kulgram ini. Ternyata good timing ya pas jam 10.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bu Sandra atas Kulgram yang sangat menarik dan bermanfaat pada malam hari ini, yang pastinya memberikan ilmu baru dan nilai tambah bagi kita semua.
Selamat sore ibu dan bapak sekalian…..
Berkaitan dengan Kulgram ibu Sandra Sahupala pada hari Senin lalu, berikut jawaban dari pertanyaan ibu @irmapratitia yang belum sempat terjawab pada saat Kulgram
Irma Pratitia (VICO Indonesia)
1. Apakah utk talent ini perlu di treat juga dgn package C&B yg berbeda dengan non talent?
2. Apakah Bu Sandra ada pengalaman yg bisa dibagikan bagaimana initiate atau meyakinkan top management bhw talent management ini sangat diperlukan dlm organisasi?
Terima kasih.
Jawaban atas pertanyaan no 1 bu Irma Pratitia : Perlu ditetapkan strategy retention untuk Top Talent.
1. Biasanya take home pay Top Talent diusahakan agar berada pada quartile market yang lebih tinggi dibandingkan karyawan lain, yaitu pada umumnya berkisar antara 75%ile ke 90%ile dari market. Itu dapat dicapai dengan memberikan annual (periodic) dengan salary increase yang lebih besar. Tentu dengan syarat apabila performance rating Top Talent juga tinggi.
2. Pada Perusahaan yang menerapkan sistem bonus kinerja, biasanya Top Mgt memutuskan untuk memberikan bonus yang lebih besar daripada rata2 karyawan lainnya.
Untuk memberikan suatu comben package yang khusus, maka perusahaan dapat mempertimbangkan incentive scheme khusus. Namun tetap dengan dasar penghargaan tinggi atas kontribusi yang tinggi (Meritocracy). Untuk itu harus memonitor apakah Talent-talent tsb secara kontinyu memberikan kontribusi yang besar. Jadi perlu dibuat asesmen tool untuk memonitor hal ini.
Jawaban atas pertanyaan no 2 Ibu Irma Pratitia : Di perusahaan saya bekerja saat ini, sekitar 4 tahun yang lalu saya mulai memperkenalkan Talent Review Forum untuk level Manager. Talent Review Forums dihadiri oleh BoD dan Senior Management, dan HRD memfasilitasi pertemuan-pertemuan tersebut serta menampilkan data profile Talenta Manajerial. Setiap individu Talenta Manajerial dibahas pada pertemuan-pertemuan tersebut, dan Atasan dari Talenta yang dibahas memberikan overview tentang bawahannya.
Hasil dari Talent Review Forums adalah Individual Development Plans. Manfaat Talent Review Forum adalah suatu closer look kepada Talenta Manajerial, di mana data/informasi kemudian bermanfaat untuk melakukan penyesuaian take home pay. Selain itu juga, Top Talent yang secara kontinyu berkontribusi kemudian mendapat promosi jabatan karena ditempatkan ke posisi yang lebih tinggi atau perluasan tanggung jawab.
Dengan menerapkan Talent Review ini maka Management merasakan sendiri manfaat dari Talent Review forums secara regular.
Pada awalnya saya memang harus “menjual” Talent Review Forums ini kepada Senior Management, karena Talent Review Forums mengambil waktu cukup banyak.
Pada waktu saya bekerja di Multinational Coy, saya tidak terlalu kesulitan untuk mendapat komitmen Top Management karena sistem Talent Management ini sudah merupakan proses yang rutin.





