Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Senin, 26 Mei 2014

Mengetahui Kesiapan HR dalam Menghadapi Tuntutan Bisnis




‘Wah enak-nya..’ itu lah ungkapan yang biasa kita ucapkan ketika melahap burger di restoran cepat saji.  Keunikan burger yang menjadi kunci kelezatan burger adalah daging yang terdapat di tengah-tengah, namun burger tetaplah bukan burger dan tidak memberikan sensasi rasa yang nikmat jika dikonsumsi tanpa kedua roti yang menghimpit daging itu sendiri.

Hal inilah yang menjadi dasar konsep ‘HR Burger Role’. Divisi SDM di dalam perusahaan dapat diumpamakan sebagai daging yang dihimpit oleh dua buah roti yaitu, roti yang diatas merepresentasikan organisasi / top management sedangkan roti yang dibawah adalah seluruh karyawan. Analogi ini juga dapat diartikan bahwa Divisi SDM harus menyeimbangkan antara keinginan organisasi dan keinginan karyawan sehingga dapat menciptakan organisasi dan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.  Tentunya ini juga mengindikasikan bahwa Divisi SDM perlu aktif “ke atas” dan “ke bawah” untuk dapat berperan dengan baik.

Kebutuhan untuk berperan “ke atas” inilah yang menuntut divisi SDM untuk memiliki pandangan yang luas dalam menciptakan organisasi yang strategis dan kondusif sehingga dapat memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki organisasi. Oleh sebab itu, Divisi SDM yang baik harus mampu untuk terlibat di dalam mendiagnosa organisasi melalui  5 (lima) aspek yaitu: strategi, sistem, struktur, karyawan, dan kultur.  Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan lokal menetapkan strategi terobosan baru dengan ingin membuka cabang atau beroperasi di luar negeri maka Divisi SDM harus memastikan bahwa pengembangan SDM haruslah sudah mendukung kemampuan untuk dapat merekrut SDM di luar negeri. Sistem dalam organisasi juga harus mendukung hal tersebut, misalnya apakah sudah ada Standard Operation Procedure (SOP) yang mengatur koordinasi antara cabang yang sudah ada dengan cabang yang baru di luar negeri. Demikian pula halnya dengan, kejelasan struktur organisasi tidak kalah penting karena Divisi SDM harus dapat membantu organisasi memetakan posisi yang akan ditempatkan serta tugas dan tanggung jawabnya. Tidak hanya itu, kesiapan karyawan juga perlu menjadi faktor penting karena Divisi SDM harus dapat memastikan bahwa karyawan yang akan dikirim ke cabang memiliki kompetensi yang sesuai. Terakhir adalah Divisi SDM harus dapat memastikan kultur organisasi yang sudah ada, tetap langgeng walaupun sudah beroperasi di luar negeri. Pemahaman Divisi SDM dalam kelima aspek tersebut adalah faktor pembeda yang sangat penting menuju Divisi SDM yang strategis.

Setelah pemahaman strategis “ke atas” ini sudah terbentuk maka  Divisi SDM juga dituntut untuk menerjemahkan pemahaman strategis tersebut menjadi inisiatif strategis, terutama yang dapat membuat seluruh SDM semakin berkomitmen terhadap organisasi dan tanggung jawab pekerjaannya. SDM yang berkomitmen tinggi akan berkata positif terhadap organisasi, akan loyal terhadap organisasi dan akan produktif bekerja. Sebuah kondisi yang pasti diimpikan oleh semua organisasi.

Namun pemahaman atas komitmen SDM dalam organisasi belumlah cukup jika perbaikan hanya terfokus pada aspek “ke atas” dan ke bawah”. Dalam konsep HR Burger, Divisi SDM sendiri juga perlu memahami kapabilitas Divisi SDM sendiri.  Apakah Divisi SDM memiliki kompetensi yang memadai untuk mendukung “ke atas” dan ke bawah”?  Bagaimana Divisi SDM dapat memanfaatkan secara maksimal SDM yang tersedia dalam organisasi?  Apakah Divisi SDM sudah melakukan benchmark terhadap best practice yang ada?  Salah satu cara yang biasa digunakan adalah dengan melakukan HR Audit secara berkala untuk mengevaluasi Divisi SDM dan kemudian menetapkan area yang dapat diperbaiki dan atau dikembangkan. Seperti layaknya daging dalam burger yang harus terasa lezat maka Divisi SDM harus terus meningkatkan mutu dan kualitas tim SDM sehingga dapat memberikan hasil (nilai tambah) buat organisasi dan karyawan.

Konsep HR Burger ini sebenarnya adalah konsep yang sederhana namun sepertinya masih banyak Divisi SDM di Indonesia yang belum berhasil menjalankannya dengan baik.  Akan tetapi, dengan memahami dan menjalankan konsep HR Burger ini, tentunya akan jauh mendorong Divisi SDM untuk menjadi mitra yang penting dan strategis bagi organisasi.
 
Handoko Said  & Merilla Pramita
VP HR Services & Head of HR Services of GML Performance Consulting

Sumber : http://www.gmlperformance.com


Tingkatkan PENGETAHUAN BISNIS Anda 
Salah Satunya dengan Gabung Ecourse BUSINESS LEADER Skills



0 komentar:

Posting Komentar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT