Diberdayakan oleh Blogger.
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri

Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :

Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia



Mau Presentasi Sehebat Trainer ?

Mau Presentasi Sehebat Trainer ?
Info Detail KLIK Gambar

Minggu, 19 Mei 2013

Apakah Perusahaan wajib memberikan Gaji Karyawan yang terkena tindak pidana di luar lingkungan perusahaan seperti Penipu atau Pembunuh ?

Jawabannya tidak wajib memberikan gaji. tetapi berdasarkan segi kemanusiaan, perusahaan wajib memberikan bantuan sesuai dengan porsi di UU Ketenagakerjaan (kuantitas orang yang menjadi tanggungan ybs menjadi penentu bantuan tsb).  Dan adalah perusahaan yang bijak bila mempunyai kebijakan memberikan full gaji pada yang bersangkutan, karena bila dihitung dari profit / hasil kinerja maka  perusahaan bisa dikatakan rugi.



 Sumber:
Undang-undang No 13 Tahun 2003 Pasal 160 Tentang Ketenagakerjaan

(1)  Dalam hal pekerja/buruh ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan tindak pidana bukan atas pengaduan pengusaha, maka pengusaha tidak wajib membayar upah tetapi wajib memberikan bantuan kepada keluarga pekerja/buruh yang menjadi tanggungannya dengan ketentuan sebagai berikut :
a.  untuk 1 (satu) orang tanggungan : 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah;
b.  untuk 2 (dua) orang tanggungan : 35% (tiga puluh lima perseratus) dari upah;
c.  untuk 3 (tiga) orang tanggungan : 45% (empat puluh lima perseratus) dari upah;
d.  untuk 4 (empat) orang tanggungan atau lebih : 50% (lima puluh perseratus) dari upah.

(2)  Bantuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan takwin ter- hitung sejak hari pertama pekerja/buruh ditahan oleh pihak yang berwajib.

(3)  Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh yang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya karena dalam proses perkara pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(4)  Dalam hal pengadilan memutuskan perkara pidana sebelum masa 6 (enam) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) berakhir dan pekerja/buruh dinyatakan tidak bersalah, maka pengusaha wajib mempekerjakan pekerja/buruh kembali.


Salam Young and Success


Ringga Arie ,S.E
Young HRD


0 komentar:

Posting Komentar

Leadership & People Development

Practical Coaching Konseling

Practical Coaching Konseling
Gabung KLIK Gambar atau Hubungi WhatsApp 085852316552

Corporate Trainer & Public Speaker

Certified HUMAN DEVELOPMENT