Jika Bermanfaat Tulis di Komentar ya
Dapatkan GRATIS EBOOK tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, HRD, Human Capital, Leadership, Public Speaking & Ilmu Pengembangan Diri
KLIK Link DOWNLOAD EBOOK GRATIS
Bergabunglah dengan Ribuan Sahabat HRD & Leader Pembelajar lainnya :
Grup Telegram Komunitas Young HRD Indonesia
Youtube Channel Komunitas Young HRD Indonesia
Halaman Facebook Komunitas HRD Indonesia
Tampilkan postingan dengan label General Affairs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General Affairs. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Juni 2024
Jumat, 09 Oktober 2015
Cara Sederhana menghitung konsumsi BBM Kendaraan
Metode Full to Full
- Isi tangki bahan bakar sampai full dan catat berapa kilometer di odometer/penunjuk jarak tempuh (kita sebut A).
- Gunakan kendaraan anda seperti biasa sehari hari.
- Lalu isi bahan bakar anda sampai full dan catat berapa liter (kita sebut F) dan catat berapa kilometer di odometer/penunjuk jarak tempuh (kita sebut B).
Rumus:
A (Jarak Awal) = 2000KM ;
B (Jarak Akhir) = 2200KM ;
F (Kuota Tangki Full Mobil) = 20 Liter
(B – A) : F = Hasil KM/Liter
(2200 – 2000) : 20 = 10 KM/Liter
Jadi Rata rata penggunaan Kendaraan anda sehari hari adalah 1 Liter menempuh jarak 20 KM.
Untuk menjaga kondisi optimal penggunaan BBM anda usahakan selalu melakukan perawatan berkala dan juga laporkan ke bengkel resmi bila terjadi konsumsi bbm berlebihan di kendaraan anda, mintalah ke bengkel resmi anda untuk mencari solusi agar BBM anda optimal dan tidak boros. (dengan catatan anda menggunakan kendaraan dengan baik dan benar).
Tips Mengemudi Hemat BBM ala Supir Kurir Mobil Baru
sumber :
Mengemudi hemat (eco driving) kerap dilakukan pemilik kendaraan agar dapat menekan pengeluaran biaya operasional kendaraan. Apalagi jika mengingat bahan bakar fosil yang digunakan yang terus menipis. Malah cadangan minyak di Indonesia hanya tinggal 12 tahun lagi, seperti dilansir Kompas.com.
Banyak jalan menuju Roma. Penghematan penggunaan BBM pun bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain soal teknis dan spesifikasi kendaraan yang digunakan, trik mengemudi maupun pemilihan rute perlu kecerdikan.
Kami pun menjumpai salah satu sopir yang kesehariannya bertugas mengantarkan mobil baru ke showroom maupun ke pemilik mobil. Dari informasi yang kami dapat, para sopir delivery mobil baru ini harus menerapkan mengemudi hemat maupun trik lainnya setiap kali bertugas.
Menurut penuturan sumber kami itu, sebenarnya setiap mobil baru yang ingin diantar ke lokasi tujuan yang berada di Jakarta, memeroleh jatah BBM sebanyak 10 liter dari dealer atau APM bersangkutan. Tetapi pada kenyataannya, para sopir itu mampu menekan penggunaan BBM secara signifikan, meski hal itu tergantung jarak tempuh.
Sebelum berangkat mengantar mobil, mereka mempertimbangkan beberapa faktor terlebih dahulu (baca boks). Sehingga seberapa banyak penghematan BBM yang bisa dicapai sudah bisa diprediksi.
Banyak jalan menuju Roma. Penghematan penggunaan BBM pun bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain soal teknis dan spesifikasi kendaraan yang digunakan, trik mengemudi maupun pemilihan rute perlu kecerdikan.
Kami pun menjumpai salah satu sopir yang kesehariannya bertugas mengantarkan mobil baru ke showroom maupun ke pemilik mobil. Dari informasi yang kami dapat, para sopir delivery mobil baru ini harus menerapkan mengemudi hemat maupun trik lainnya setiap kali bertugas.
Menurut penuturan sumber kami itu, sebenarnya setiap mobil baru yang ingin diantar ke lokasi tujuan yang berada di Jakarta, memeroleh jatah BBM sebanyak 10 liter dari dealer atau APM bersangkutan. Tetapi pada kenyataannya, para sopir itu mampu menekan penggunaan BBM secara signifikan, meski hal itu tergantung jarak tempuh.
Sebelum berangkat mengantar mobil, mereka mempertimbangkan beberapa faktor terlebih dahulu (baca boks). Sehingga seberapa banyak penghematan BBM yang bisa dicapai sudah bisa diprediksi.
| ECO driving dituntut untuk irit BBM | Sopir kurir mobil baru jarang menggunakan AC agar mobil lebih irit | Sopir kurir mobil baru memiliki estimasi penggunaan BBM yang pas |
Untuk mengantar mobil di kawasan Jabodetabek, kebutuhan BBM tidak lebih dari 5 liter. Lalu sesampainya di tangan konsumen, mobil itu masih bisa dijalankan sampai ke SPBU terdekat untuk mengisi bahan bakar.
Tidak bermaksud menyudutkan, tapi beberapa trik yang mereka terapkan bisa juga digunakan pemilik mobil yang ingin berhemat penggunaan BBM.
Salah satu sopir yang kerap mengantar produk Honda yang enggan disebutkan namanya mengungkap, “Untuk melakukan penghematan BBM pada mobil yang akan diantar sebenarnya sangat mudah. Ketahui dulu spesifikasi mobil, mengemudi sehemat mungkin dan mengetahui kondisi rute yang akan ditempuh,” ujarnya lugas. Hal itu mencakup tingkat kemacetan, kondisi permukaan jalan, dan lainnya.
Tanpa menyebutkan nama sumber kami, mereka pun bersedia membeberkan rahasianya. Seperti apa triknya?.
Tidak bermaksud menyudutkan, tapi beberapa trik yang mereka terapkan bisa juga digunakan pemilik mobil yang ingin berhemat penggunaan BBM.
Salah satu sopir yang kerap mengantar produk Honda yang enggan disebutkan namanya mengungkap, “Untuk melakukan penghematan BBM pada mobil yang akan diantar sebenarnya sangat mudah. Ketahui dulu spesifikasi mobil, mengemudi sehemat mungkin dan mengetahui kondisi rute yang akan ditempuh,” ujarnya lugas. Hal itu mencakup tingkat kemacetan, kondisi permukaan jalan, dan lainnya.
Tanpa menyebutkan nama sumber kami, mereka pun bersedia membeberkan rahasianya. Seperti apa triknya?.
| Jalan tol pun turut dilalui untuk efisiensi BBM | Waktu mengantar sangat mempengaruhi penggunaan BBM | Plastik pembungkus kursi dibiarkan terpasang saat delivery mobil |
SIMAK TRIK MEREKA
Spesifikasi Mobil
Setiap mobil memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Mulai dari kapasitas mesin, bobot hingga teknologi yang berpengaruh pada konsumsi BBM. Hal ini sangat diperhatikan para sopir pengantar mobil baru ini. Ia harus memahami karakter mobil terlebih dahulu sebelum melakukan penghematan BBM.
Salah satu contoh Honda Jazz yang memiliki kapasitas mesin 1.497 cc 4 silinder bertransmisi manual dengan konsumsi bahan bakar dalam kota di kisaran 11,1 km/liter. Sopir menentukan patokan penggunaan BBM yang dihubungkan dengan jarak perjalanan. Jika jarak yang akan ditempuh sekitar 30 km, maka sopir hanya membutuhkan 5 liter bensin agar mobil dapat menempuh jarak 55,5 km. Dengan jarak hanya 30 km, artinya sisa bahan bakar itu dapat digunakan pemilik mobil baru untuk melakukan perjalanan mengisi BBM di SPBU terdekat.
| Jalan alternatif digunakan untuk mempersingkat jarak | |
ECO Driving
Banyak pengemudi yang menganggap berjalan pelan menggunakan gigi tinggi, bisa menghemat BBM. Sementara salah satu prinsip ECO driving berpatokan pada keselerasan antara penggunaan gigi dan torsi puncak dari mesin. Artinya, untuk mobil manual, perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin di mana torsi maksimum tercapai. Bukan berpatokan pada kecepatan kendaraan. Sehingga kerja mesin yang efisien bisa tercapai.
Hal itu juga menjadi salah satu jurus para sopir ini untuk mereduksi penggunaan BBM. Mereka umumnya melakukan perpindahan gigi pada putaran mesin 2.000–2.500 rpm setiap mengantarkan mobil bertransmisi manual.
Lalu bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Prinsipnya sama saja, tetapi pada mobil bertransmisi otomatis mereka menerapkan trik dengan menginjak pedal gas secara ekstra-halus. Kecepatan meningkat secara gradual dan gigi berpindah pun juga halus.
Salah satu sopir mengatakan,“Mematikan AC dan buka kaca samping sudah menjadi hal yang biasa dilakukan pengirim mobil dari APM ke dealer untuk mereduksi penggunaan BBM. Sedangkan sopir yang mengantar mobil langsung ke konsumen tidak melakukannya. Hal itu untuk menghindari komplain dari konsumen karena mobil akan terlihat kotor. Makanya, penghematan BBM saat mengantar ke dealer bisa lebih banyak dibanding ke konsumen.”
Hasilnya memang jitu, tetapi kami tidak menyarankan Anda untuk mengikutinya, karena akan mengorbankan bagian interior Anda terhingga oleh debu atau kotoran.
Situasi dan Kondisi Rute
Jurus andalan sopir pengirim mobil baru berikutnya ialah memahami dan membaca situasi jalan. Karena cakupan area delivery mobil baru cukup luas, bertahun-tahun mereka mempelajari untuk memahami waktu saat jalan dipadati oleh kendaraan. Mereka pun terkadang saling bertukar informasi.
“Waktu berkendara yang ideal untuk mengantarkan mobil yakni di atas pukul 9 pagi hingga 4 sore. Rentang waktu itu tidak berpapasan dengan waktu para pekerja melakukan aktivitas di jalan atau jam sibuk,” ujar salah satu sopir. Setidaknya, perjalanan di luar “jam sibuk” itu dapat membuat mobilnya terus melaju walau pelan.
Selain soal waktu, pengetahuan tentang kondisi jalan perlu diketahui. Para sopir ini memperhitungkan rute jalan yang ditempuh. Selain kepadatan lalu lintasnya, juga kondisi permukaan jalan (mulus, ada kerusakan atau perbaikan jalan yang menghambat arus lalu lintas) atau jumlah persimpangan yang dilalui. Terlebih pada daerah yang macet tanpa kenal waktu.
Dalam kondisi seperti inilah, mereka memilih untuk mencari “jalan tikus” untuk mencapai lokasi. “Namun untuk cara ini perlu pengalaman atau jam terbang tinggi agar tahu persis kondisi dan dimana munculnya saat menempuh jalan tikus itu,” timpal salah satu sopir.
Banyak pengemudi yang menganggap berjalan pelan menggunakan gigi tinggi, bisa menghemat BBM. Sementara salah satu prinsip ECO driving berpatokan pada keselerasan antara penggunaan gigi dan torsi puncak dari mesin. Artinya, untuk mobil manual, perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin di mana torsi maksimum tercapai. Bukan berpatokan pada kecepatan kendaraan. Sehingga kerja mesin yang efisien bisa tercapai.
Hal itu juga menjadi salah satu jurus para sopir ini untuk mereduksi penggunaan BBM. Mereka umumnya melakukan perpindahan gigi pada putaran mesin 2.000–2.500 rpm setiap mengantarkan mobil bertransmisi manual.
Lalu bagaimana dengan mobil bertransmisi otomatis? Prinsipnya sama saja, tetapi pada mobil bertransmisi otomatis mereka menerapkan trik dengan menginjak pedal gas secara ekstra-halus. Kecepatan meningkat secara gradual dan gigi berpindah pun juga halus.
Salah satu sopir mengatakan,“Mematikan AC dan buka kaca samping sudah menjadi hal yang biasa dilakukan pengirim mobil dari APM ke dealer untuk mereduksi penggunaan BBM. Sedangkan sopir yang mengantar mobil langsung ke konsumen tidak melakukannya. Hal itu untuk menghindari komplain dari konsumen karena mobil akan terlihat kotor. Makanya, penghematan BBM saat mengantar ke dealer bisa lebih banyak dibanding ke konsumen.”
Hasilnya memang jitu, tetapi kami tidak menyarankan Anda untuk mengikutinya, karena akan mengorbankan bagian interior Anda terhingga oleh debu atau kotoran.
Situasi dan Kondisi Rute
Jurus andalan sopir pengirim mobil baru berikutnya ialah memahami dan membaca situasi jalan. Karena cakupan area delivery mobil baru cukup luas, bertahun-tahun mereka mempelajari untuk memahami waktu saat jalan dipadati oleh kendaraan. Mereka pun terkadang saling bertukar informasi.
“Waktu berkendara yang ideal untuk mengantarkan mobil yakni di atas pukul 9 pagi hingga 4 sore. Rentang waktu itu tidak berpapasan dengan waktu para pekerja melakukan aktivitas di jalan atau jam sibuk,” ujar salah satu sopir. Setidaknya, perjalanan di luar “jam sibuk” itu dapat membuat mobilnya terus melaju walau pelan.
Selain soal waktu, pengetahuan tentang kondisi jalan perlu diketahui. Para sopir ini memperhitungkan rute jalan yang ditempuh. Selain kepadatan lalu lintasnya, juga kondisi permukaan jalan (mulus, ada kerusakan atau perbaikan jalan yang menghambat arus lalu lintas) atau jumlah persimpangan yang dilalui. Terlebih pada daerah yang macet tanpa kenal waktu.
Dalam kondisi seperti inilah, mereka memilih untuk mencari “jalan tikus” untuk mencapai lokasi. “Namun untuk cara ini perlu pengalaman atau jam terbang tinggi agar tahu persis kondisi dan dimana munculnya saat menempuh jalan tikus itu,” timpal salah satu sopir.
Cara Mudah Membuat Mobil Hemat Bahan Bakar
sumber :
Selama ini isu irit BBM selalu menghantui pemilik mobil. Beberapa orang tidak peduli, beberapa orang lainnya berusaha mencari celah untuk menghemat BBM. Beragam cara dipakai, termasuk menggunakan produk penghemat BBM yang banyak beredar di pasaran.
Padahal, ada cara sederhana guna menghemat penggunaan BBM. Dan semua bermuara pada hal-hal sederhana yang kerap dilupakan oleh pemilik mobil. Nah, dengan menyisihkan waktu sejenak, Anda dapat belajar ‘menabung’ konsumsi BBM sedikit demi sedikit. Lantas, apa saja yang harus Anda perhatikan?
Balancing
Ban adalah ujung tombak mobil dalam upaya mengirit konsumsi BBM. Nah, karena sebab tertentu, ban bisa saja mengalami kondisi unbalance. Getaran yang dihasilkan jelas mengurangi kenyamanan berkendara. Anda pun harus menekan pedal gas lebih dalam agar kecepatan mobil melampaui zona getaran tersebut.
Alhasil, Anda tak bisa mengatur irama berkendara dengan baik dan cenderung agresif saat menekan pedal gas. Selain itu, mesin butuh kekuatan ekstra ketika memutar ban yang bergetar. Sedikit banyak akan menaikkan konsumsi BBM.
Wheel Alignment
Sudut keselarasan roda sangat mempengaruhi kinerja ban. Sudut ban yang tidak sesuai standar pabrikan membuat Anda sulit untuk mengarahkan kemudi di jalan. Akibatnya, Anda ‘dipaksa’ untuk menekan pedal gas lebih dalam supaya putaran ban tidak terhambat dan selaras kemauan pengemudi.
Bisa dipastikan, konsumsi BBM pun turut bertambah. Lakukan balancing dan wheel alignment secara rutin untuk membuat ban bisa tetap bergulir dengan lancar.
Padahal, ada cara sederhana guna menghemat penggunaan BBM. Dan semua bermuara pada hal-hal sederhana yang kerap dilupakan oleh pemilik mobil. Nah, dengan menyisihkan waktu sejenak, Anda dapat belajar ‘menabung’ konsumsi BBM sedikit demi sedikit. Lantas, apa saja yang harus Anda perhatikan?
Balancing
Ban adalah ujung tombak mobil dalam upaya mengirit konsumsi BBM. Nah, karena sebab tertentu, ban bisa saja mengalami kondisi unbalance. Getaran yang dihasilkan jelas mengurangi kenyamanan berkendara. Anda pun harus menekan pedal gas lebih dalam agar kecepatan mobil melampaui zona getaran tersebut.
Alhasil, Anda tak bisa mengatur irama berkendara dengan baik dan cenderung agresif saat menekan pedal gas. Selain itu, mesin butuh kekuatan ekstra ketika memutar ban yang bergetar. Sedikit banyak akan menaikkan konsumsi BBM.
Wheel Alignment
Sudut keselarasan roda sangat mempengaruhi kinerja ban. Sudut ban yang tidak sesuai standar pabrikan membuat Anda sulit untuk mengarahkan kemudi di jalan. Akibatnya, Anda ‘dipaksa’ untuk menekan pedal gas lebih dalam supaya putaran ban tidak terhambat dan selaras kemauan pengemudi.
Bisa dipastikan, konsumsi BBM pun turut bertambah. Lakukan balancing dan wheel alignment secara rutin untuk membuat ban bisa tetap bergulir dengan lancar.
| Wheel alignment membuat mobil melaju hemat BBM | ||
Filter Udara
Ibarat manusia bernafas, mesin juga membutuhkan kualitas udara yang memadai agar dapat melakukan pembakaran dengan baik. Kotoran seperti debu dapat membuat pembakaran berlangsung tidak sempurna. Selain itu, kotoran juga dapat menempel pada saluran menuju ruang bakar, bahkan sampai menyumbatnya. Kotoran adalah musuh utama mesin.
Ujung-ujungnya adalah mesin lebih boros karena menurunnya performa dan pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam sebagai kompensasi tereduksinya tenaga. Itulah mengapa filter udara begitu berperan dalam menghemat konsumsi BBM. Pastikan untuk selalu menggantinya sesuai dengan petunjuk pabrikan. Hal serupa juga berlaku bagi filter BBM dan oli sebagai penunjang kerja mesin.
Tekanan Angin Ban
Berapa tekanan angin ban paling pas? Mudah, sesuaikan saja dengan rekomendasi pabrikan yang biasa tertera di pintu pengemudi.
Bagaimana kalau lebih? “Logikanya, ban dapat menggelinding dengan lebih mudah karena hambatan gelindingnya semakin rendah. Tapi saat berbelok, justru butuh tambahan tenaga mesin karena ban cenderung bergerak lurus,” ungkap Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Indonesia.
Tekanan angin ban kurang sudah pasti membuat konsumsi BBM boros karena mesin butuh tenaga ekstra untuk memutar ban. Kami pernah membuktikannya dengan menguji tekanan angin sesuai rekomendasi dan lebih kempis 10 psi. Hasilnya adalah ban kempis lebih boros sekitar 2 km/l.
“Yang terbaik adalah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Selain membantu menghemat konsumsi BBM juga menjaga keselamatan berkendara,” tegas Zulpata.
Ibarat manusia bernafas, mesin juga membutuhkan kualitas udara yang memadai agar dapat melakukan pembakaran dengan baik. Kotoran seperti debu dapat membuat pembakaran berlangsung tidak sempurna. Selain itu, kotoran juga dapat menempel pada saluran menuju ruang bakar, bahkan sampai menyumbatnya. Kotoran adalah musuh utama mesin.
Ujung-ujungnya adalah mesin lebih boros karena menurunnya performa dan pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam sebagai kompensasi tereduksinya tenaga. Itulah mengapa filter udara begitu berperan dalam menghemat konsumsi BBM. Pastikan untuk selalu menggantinya sesuai dengan petunjuk pabrikan. Hal serupa juga berlaku bagi filter BBM dan oli sebagai penunjang kerja mesin.
Tekanan Angin Ban
Berapa tekanan angin ban paling pas? Mudah, sesuaikan saja dengan rekomendasi pabrikan yang biasa tertera di pintu pengemudi.
Bagaimana kalau lebih? “Logikanya, ban dapat menggelinding dengan lebih mudah karena hambatan gelindingnya semakin rendah. Tapi saat berbelok, justru butuh tambahan tenaga mesin karena ban cenderung bergerak lurus,” ungkap Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Indonesia.
Tekanan angin ban kurang sudah pasti membuat konsumsi BBM boros karena mesin butuh tenaga ekstra untuk memutar ban. Kami pernah membuktikannya dengan menguji tekanan angin sesuai rekomendasi dan lebih kempis 10 psi. Hasilnya adalah ban kempis lebih boros sekitar 2 km/l.
“Yang terbaik adalah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Selain membantu menghemat konsumsi BBM juga menjaga keselamatan berkendara,” tegas Zulpata.
| Tekanan angin ban penting untuk diperiksa berkala | Kebersihan filter udara wajib diperhatikan agar tidak mengganggu suplai udara ke ruang bakar | Kerusakan komponen pada sistem AC turut mempengaruhi konsumsi BBM |
Pendingin Kabin
Bukan menganjurkan Anda untuk tidak menggunakan AC, tapi kinerja pendingin kabin mempengaruhi konsumsi BBM. Seiring waktu, performa pendingin kabin bisa saja menurun. Akibatnya, kerja AC dalam menjaga kesejukan kabin pun tidak bisa maksimal.
Tanpa sadar kita banyak menyalahkan kondisi cuaca yang semakin panas. Tidak salah memang, tapi itu mendorong Anda untuk terus memaksimalkan kinerja AC. Alhasil, sistem pendingin ‘dipaksa’ bekerja penuh. Padahal AC membebani kerja mesin. Mesin pun jadi bekerja ekstra guna memenuhi tuntutan AC.
Belum lagi berkaitan dengan masalah pada AC itu sendiri. Seperti freon yang berkurang, saluran bocor, atau yang parah seperti kerusakan pada bearing. Masalah tersebut akan langsung berdampak pada mesin.
Pemilihan BBM
Cara paling sederhana dalam menghemat konsumsi BBM adalah menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Saat ini bisa dipastikan bahwa hampir seluruh APM mensyaratkan bensin dengan nilai oktan minimal 90. Artinya, mobil Anda yang menggunakan bensin butuh BBM dengan nilai oktan minimal 92, atau yang masuk dalam kategori BBM non subsidi.
BBM yang sesuai kebutuhan mesin membuat proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal, bahkan sempurna. Ledakan tenaga besar membuat Anda tidak perlu menekan pedal gas lebih dalam karena mesin selalu dalam performa terbaiknya. Ending-nya adalah konsumsi BBM irit dan usia pakai komponen bergerak di dalam mesin yang lebih panjang.
Hal serupa juga dapat diterapkan pada mesin diesel. Syaratnya adalah Anda harus mengetahui nilai cetane minimal yang direkomendasikan oleh produsen mobil Anda.
Bukan menganjurkan Anda untuk tidak menggunakan AC, tapi kinerja pendingin kabin mempengaruhi konsumsi BBM. Seiring waktu, performa pendingin kabin bisa saja menurun. Akibatnya, kerja AC dalam menjaga kesejukan kabin pun tidak bisa maksimal.
Tanpa sadar kita banyak menyalahkan kondisi cuaca yang semakin panas. Tidak salah memang, tapi itu mendorong Anda untuk terus memaksimalkan kinerja AC. Alhasil, sistem pendingin ‘dipaksa’ bekerja penuh. Padahal AC membebani kerja mesin. Mesin pun jadi bekerja ekstra guna memenuhi tuntutan AC.
Belum lagi berkaitan dengan masalah pada AC itu sendiri. Seperti freon yang berkurang, saluran bocor, atau yang parah seperti kerusakan pada bearing. Masalah tersebut akan langsung berdampak pada mesin.
Pemilihan BBM
Cara paling sederhana dalam menghemat konsumsi BBM adalah menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Saat ini bisa dipastikan bahwa hampir seluruh APM mensyaratkan bensin dengan nilai oktan minimal 90. Artinya, mobil Anda yang menggunakan bensin butuh BBM dengan nilai oktan minimal 92, atau yang masuk dalam kategori BBM non subsidi.
BBM yang sesuai kebutuhan mesin membuat proses pembakaran dapat berlangsung lebih optimal, bahkan sempurna. Ledakan tenaga besar membuat Anda tidak perlu menekan pedal gas lebih dalam karena mesin selalu dalam performa terbaiknya. Ending-nya adalah konsumsi BBM irit dan usia pakai komponen bergerak di dalam mesin yang lebih panjang.
Hal serupa juga dapat diterapkan pada mesin diesel. Syaratnya adalah Anda harus mengetahui nilai cetane minimal yang direkomendasikan oleh produsen mobil Anda.
Selasa, 11 Agustus 2015
Pelatihan Defensive Driving untuk Supir
Berikut ini saya lampirkan slide pelatihan defensive driving untuk pedoman gratis dan rujukan supir / driver di perusahaan atau kantor anda.
Salam Young Forever
Semoga bermanfaat
Ringga Arie
Salam Young Forever
Semoga bermanfaat
Ringga Arie
Jumat, 12 September 2014
Belajar Kontruksi untuk HRD dan Personalia
Berikut saya lampirkan buku :
Seri Konstruksi Arsitektur 5: Ilm Konst Perlng & Utilit Bg
Ir. Heinz Frick & Pujo L. Setiawan - 2002 - 251 pages
Semoga semakin menambah wawasan dan pengetahuan kita sebagai GA yang andal.
Jumat, 06 Juni 2014
5 Gejala AC Anda Bermasalah
Dengan AC, udara yang dihasilkan akan terasa lebih sejuk dan dapat menekan suhu sehingga tidak terasa panas.
Namun apa yang terjadi ketika AC sudah dinyalakan namun udara di ruangan Anda tak juga kunjung dingin? Atau mati mendadak? Bahkan AC bisa menjadi es. Nah, ini salah satu tandanya AC Anda perlu mendapatkan perawatan dan harus dibersihkan.
Sebelum mulai membersihkan dan memperbaikinya, kenali gejalanya terlebih dulu agar tidak salah mengobati.
1. AC tidak menyala sama sekali
Apa yang terjadi? Kemungkinan besar, ada permasalahan pada koneksi power. Periksalah koneksi power Anda. Jika ada sekering pada stop kontak, dan arus tetap berjalan sampai di situ, periksalah sekering pada bagian indoor.
Apabila semua sudah terhubung namun AC tidak menyala, maka dapat dipastikan terjadi kerusakan pada modul atau PCB yang terletak pada indoor.
2. AC menjadi es
Hal ini biasanya disebabkan oleh 2 faktor. Pertama, jika terjadi gumpalan es pada pipa besar. Nah, untuk pertolongan pertama, bersihkan filter terlebih dahulu.
Jika terjadi gumpalan es pada pipa kecil, berarti AC Anda kekurangan gas freon. Sebaiknya, segeralah panggil teknisi karena AC Anda perlu diservis, akibat evaporator AC Anda sudah terlalu kotor.
Sangat disarankan untuk tidak menghidupkan AC terlebih dahulu sebelum diperbaiki, karena akan mengakibatkan kerusakan pada kompresor.
3. AC sering mati hidup pada outdoor unitnya
Kemungkinan pengaturan suhu Anda terlalu tinggi. Atau bisa saja terjadi kerusakan pada sensornya yang biasa kita sebut thermistor.
4. AC tidak dapat dikendalikan dari jauh (menggunakan remote controller)
Ada dua kemungkinan, yakni kerusakan remote controller atau mungkin kerusakan pada sensor.
5. AC hidup tetapi setelah sekitar 5-10 menit listrik turun
Itu disebabkan kerja kompressor sudah tidak bagus sehingga konsumsi listrik semakin lama semakin naik. Alhasil, daya listrik pun melebihi daya PLN.
( SATYA NITA PRATAMA )
Namun apa yang terjadi ketika AC sudah dinyalakan namun udara di ruangan Anda tak juga kunjung dingin? Atau mati mendadak? Bahkan AC bisa menjadi es. Nah, ini salah satu tandanya AC Anda perlu mendapatkan perawatan dan harus dibersihkan.
Sebelum mulai membersihkan dan memperbaikinya, kenali gejalanya terlebih dulu agar tidak salah mengobati.
1. AC tidak menyala sama sekali
Apa yang terjadi? Kemungkinan besar, ada permasalahan pada koneksi power. Periksalah koneksi power Anda. Jika ada sekering pada stop kontak, dan arus tetap berjalan sampai di situ, periksalah sekering pada bagian indoor.
Apabila semua sudah terhubung namun AC tidak menyala, maka dapat dipastikan terjadi kerusakan pada modul atau PCB yang terletak pada indoor.
2. AC menjadi es
Hal ini biasanya disebabkan oleh 2 faktor. Pertama, jika terjadi gumpalan es pada pipa besar. Nah, untuk pertolongan pertama, bersihkan filter terlebih dahulu.
Jika terjadi gumpalan es pada pipa kecil, berarti AC Anda kekurangan gas freon. Sebaiknya, segeralah panggil teknisi karena AC Anda perlu diservis, akibat evaporator AC Anda sudah terlalu kotor.
Sangat disarankan untuk tidak menghidupkan AC terlebih dahulu sebelum diperbaiki, karena akan mengakibatkan kerusakan pada kompresor.
3. AC sering mati hidup pada outdoor unitnya
Kemungkinan pengaturan suhu Anda terlalu tinggi. Atau bisa saja terjadi kerusakan pada sensornya yang biasa kita sebut thermistor.
4. AC tidak dapat dikendalikan dari jauh (menggunakan remote controller)
Ada dua kemungkinan, yakni kerusakan remote controller atau mungkin kerusakan pada sensor.
5. AC hidup tetapi setelah sekitar 5-10 menit listrik turun
Itu disebabkan kerja kompressor sudah tidak bagus sehingga konsumsi listrik semakin lama semakin naik. Alhasil, daya listrik pun melebihi daya PLN.
( SATYA NITA PRATAMA )
Langganan:
Postingan (Atom)

